Istri Ke Dua Sang Baba

Istri Ke Dua Sang Baba
Obrolan Absrud


__ADS_3

Kicauan burung dipagi hari. Seakan bersenandung merdu bak penyejuk hati. Raga pun terisi semangat baru, Yang dulu sempat pupus ditelan waktu


Indah …


Itu yang kini kurasa. Menyempurnakan diri dalam dalam jiwa yang suci. Menyatu dengan beningnya embun pagi ketika matahari mulai terbit lagi..


Send ...


_____


Tuti membuat Story di halaman instragram nya. Tak terasa ia dan Asad sudah seminggu berada di Indonesia dan sekarang mereka tengah berada di dalam pesawat sedang dalam perjalanan pulang ke Dubai..


Asad sempat mengajak Rian untuk ikut bersama mereka, namun Rian menolak secara halus namun Rian berjanji akan berkunjung ketika ia libur kuliah..


Tuti tidak bisa memaksa keinginan sang anak, karna memang Rian tipe orang suka menyendiri dan tidak suka bergaul jika tidak ada manfaatnya. Rian lebih suka bekerja, bekerja dan bekerja walau harus membagi waktu dengan kuliahnya..


Asad memegang tangan sang istri, dan tersenyum kepadanya..


''Jangan sedih, sesekali kita akan berlibur hemm.''


Tuti menyenderkan kepalanya di bahu Asad, dengan tangan saling bertautan.. ''Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari hidupku.'' ucap Tuti yang membuat Asad terdiam..


Tuti mendongkak melihat Asad yang terdiam.. ''Kenapa kamu diam?


Kedua mata mereka begitu dekat dan terkunci..


Cup..


Asad mengecup bibir Tuti. ''Aku hanya heran, kemana hilangnya Tuti si mesum yang selalu berkata Absrud? Apa kah otaknya sudah tidak mesum lagi di karnakan sudah bercocok tanam.? ucap Asad yang langsung mendapatkan capitan kepiting ala Tuti..


Aaaiii__


Setelah Asad berkata seperti itu, Tuti mencubit perutnya membuat Asad terkekeh..


''Dasar anak kecil.''


''Kecil, kecil seperti ini tapi bisa membuat mu menjerit dan pasrah di bawah rengkuhanku.''


Plaaakk__


Tuti memukul bahu Asad.


''Berhentilah berbicara, Ya tuhan kenapa sekarang dirimu yang mesum.!!


.


.


.


Sementara di sisi lain, Lulu sedang berada di dapur dan meminta mangga kepada khadimah yang bekerja di dapur.. Kini perutnya buncit karna Lulu mengandung dua baby membuat ia cepat lelah dan sakit pinggang..


Lulu tengah duduk menunggu Yanti datang, sedangkan Borkhan tadi dia pamit kepada Lulu untuk mengecek restoran. Nyatanya Borkhan saat ini tengah menemui Laila di jeruji besi, Borkhan tidak habis pikir jika Laila yang dulu sangat ia cintai bisa melakukan ini semua kepadanya..

__ADS_1


Sreeekk__


Pintu terbuka, Borkhan melihat mantan istrinya mengenakan baju warna biru dongker khas tahanan. Laila tersenyum melihat Borkhan masih hidup dan menemuinya..


Laila duduk menatap Borkhan dan mengambil telpon untuk mendengarkan suara di balik kaca, Borkhan pun sama mengambil alat pendengar dan menempelkan ke telinganya..


''Kau masih hidup.? tanya Laila di awal percakapan mereka.


''Aku tidak menyaka kau bisa melakukan ini semua kepadaku.!!


''Heh, aku bahkan bisa melakukan apapun demi menghancurkan kebahagiaan dirimu.''


''Mengapa Laila? Mengapa kau begitu berubah sekarang? dimana Laila yang dulu aku kenal baik dan sop__


''Cukup Borkhan Cukup!! aku memang seperti ini dari dulu! aku tidak pernah berubah, kau yang tidak mengenal ku!! kau tidak berhak bahagia, Kau harus menderita bahkan lebih menderita.!'' sentak Laila yang membuat Borkhan menatap Laila dingin..


''Kau tau, setelah ini membusuklah di penjara Thak__ Borkhan berdiri meninggalkan Laila yang berteriak kencang memanggil namanya..


Setelah berada di dalam mobil, Borkhan mengambil ponselnya dan menghubungi pengacara agar Laila tidak bisa keluar dari penjara..


''Jangan salahkan aku jika kau tidak akan bisa menghirup udara segar lagi.'' ucap Borkhan.


.


.


.


.


Sedangkan Yanti tengah sibuk meng'uyel- uyel perut Lulu yang semakin hari semakin besar..


''Jadi berapa bulan sekarang.? tanya Yanti


''6 bulan Yan.


''Apa kau sudah menyiapkan nama?


''Bulum,


''Udah usg.?


''Udah.


''Beby na kembar cewe atau cowok?.


''Kata dokter cowok semua...


''Waahh bagus donk, aku udah punya nama yang bagus untuk anak mu.?


''Siapa? tanya Lulu penasaran..


''Upin & Ipin.''

__ADS_1


Tuungg__ ''Dasar Aunty duhakim, ngasih nama gitu amat. Gak ada yang lain apa?


''Adaa, Utun dan Utin Heheh__''


''iiissshhh__ Lulu mendelik tak suka, dan melahap buah kedalam mulutnya dengan ganas dan menatap Yanti seakan buah itu adalah Yanti..


Sedangkan Yanti langsung mengusap wajah Lulu dan terkekeh. ''Jangan menunjukkan raut muka seperti itu.''


Yanti menatap Lulu yang kembali asik memakan mangganya, ''Luu kamu sama suami kamu sering nganu gak sih? Tanya Yanti penasaran..


''Sering. Kenapa emang?


''Posisi apa yang enak di saat hamil kaya gini..? tanya Yanti mengelus perut Lulu.


Lulu menaruh cemilannya dan menatap Yanti. ''posisiiiii Cinderella menunggang kuda misalnya, samaaaaa Menak jinggo.''


Hah???


''Menak jinggo. Posisi apa itu? Yanti bingung menatap Lulu penuh tanda tanya.


Lulu tersenyum dan menaik turunkan kedua alisnya. ''Miring enak nungging monggo. Hahahahah.'' Lulu tertawa terbahak-bahak membuat Yanti ikut tertawa..


''Kamu sekarang sudah pro banget yaa!!


''Siapa dulu dong guru nyaaaa...


''LINTAAAANNGGG.'' ucap Lulu dan Yanti secara bersamaan lalu tertawa terbahak-bahak karna Lintang memang jagonya soal urusan posisi..


Sedangkan yang di gibahin langsung terbatuk-batuk di rumahnya..


''Uhuuukk. Uhuukk.'' aduh siapa yang lagi ngomongin aku yaa.'' ucap Lintang menaruh Jusnya..


''Madam kamu baik-baik saja.?


''Yaa aku baik-baik saja, tolong buatkan aku shawarma dan bawa ke ruang Tv.'' titah sang ratu.


''Baik madam.''


.


.


.


...Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian yaa ...


Kasih Vote..


Vote..


Bunga pun boleh..


_____

__ADS_1


Berhubung karya sebelah udah tamat. Author bikin karya baru nih.. bisa tebak alur ceritanya seperti apa.?



__ADS_2