
Alunan musik bernuansa Arab terdengar begitu merdu, Yanti dan Tuti sedang duduk santai di kafe sambil memakan cemilannya..
Walau mereka bekerja di lestoran, namun mereka memilih nongkrong di kafe ketimbang duduk di lestoran Borkhan yang harus merogoh uang banyak hanya untuk satu gelas minuman saja..
Tuti melihat ke atas panggung ada seorang wanita yang baru saja selesai bernyanyi, Tuti pun berniat ingin berdiri namun Yanti memegang tangannya..
''Mau kemana.? tanya Yanti
''Aku mau nyanyi ah, siapa tau aku bisa viral dan masuk tv.'' tutur Tuti yang mana membuat Yanti langsung melotot..
''Jangan.!! sentak Yanti sambil menarik Tuti untuk duduk kembali..
Dugh__
''Aww pelan-pelan napa Yan.!!
''Ngapain kamu mau nyanyi ke sana!! dan memamerkan suara cempreng mu yang bisa membuat semua orang langsung tuli mendengarnya.!! ujar Yanti
''Enak aja, suaraku bagus.!! Tuti tak terima di bilang suaranya cempereng. ''Lagian jika aku nyanyi, kamu dari sini rekam aku trus teruh di sosial media teg namaku. Biar pengikut instragram ku nambah pengikut.!!
''Yey udah tua juga masih main sosial media, inget umur! situ udah punya anak bujang yang usianya sudah 18thn!! ledek Yanti
''Jangan bawa bawa umur kamu, walau usiaku akan menginjak kepala empat. Tapi mesinku masih bisa untuk pepew mempepew.!!
Tung_
Yanti mentoyor kepala Tuti..
"Dasar otak mesum, bicara apa jawabnya apa! Sesekali main solo di kamar. Sepertinya nyi iteung mu perlu mengeluarkan selai vanila.!! tutur Yanti
''isshh gak enak main solo, gak ada yang unsuk-nusuk gitu.''
''Kan di dapur ada terong ungu, ada timun lumayan gede. Masukin aja itu simpel kan.!!
Plak__
Aww__
''Kenapa tidak di pikir olehku, boleh juga untuk aku coba.!! ucap Tuti dengan sumringah, namun tidak untuk Yanti yang langsung menatap sahabatnya dengan horor..
''Are you seriusly.'' gumam Yanti dalam hati, sambil menepuk jidatnya..
.
.
.
__ADS_1
Ke esokan paginya di negara yang berbeda.##
.
Lulu dan Borkhan sudah bersiap akan jalan-jalan pagi..
''Bu kita berangkat dulu yaa.'' pamit Lulu yang du angguki sang ibu..
.
Di jalan, Borkhan di manjakan dengan pesawahan yang sangat cantik. Dalam hati Borkhan ia begitu senang berada di sini, tempat ini masih asri dan udahan masih segar. Pantas saja Omar selalu mengajak keluarganya berlibur ke kampung Lintang tiga bulan sekali hanya untuk menghirup udara segar..
Meresaka berdua berjalan kaki saling bergandengan tangan, sesekali Borkhan mencium pucuk kepala Lulu dengan gemas ketika sang istri menceritakan masa kecilnya dan dimana ia suka bermain..
Para tetangga yang melihat kemesraan Lulu dan suaminya hanya semar mesem saja, entah apa yang ada di pikiran mereka namun Lulu tidak mau ambil pusing..
''Sayang aku lapar, kita makan nasi kuning di warung depan sana.'' ucap Lulu mengajak sang suami untuk makan..
''Punten teteh, nasi kuning nya dua.'' Lulu memesan makanan yang di angguki oleh pemilik warung..
Pemilik warung sesekali melirik Borkhan yang menurutnya Laki banget. wajahnya bersemu merah ketika melihat tanda cinta di belakang telinga Borkhan..
''Pasti itu semalam bertempur tiada habisnya.'' gumam si pemilik warung dalam hati..
Tak lama nasi uduk pun di sajikan, Lulu dan Borkhan makan dengan tenang sesekali Borkhan yang bucin menyuapi Lulu..
Deg..
Thing_
Lulu menjatuhkan sendok yang ia pegang, dadanya bergemuruh ketika melihat orang yang dulu pernah ada dalam keseharian nya..
Borkhan melihat Lulu yang mematung, dan menoleh kemana Lulu memandang..
''Lunia.?? sapa seorang pria tampan yang mana membuat Borkhan menatapnya sinis..
''A Saleh.'' ucap Lulu dengan gagap ketika melihat masalalu nya melangkah ke arahnya..
''Apa kabar Luu.? tanya Saleh dengan ramah dan senyuman manis bergingsul..
''Baik A.Saleh.'' jawab Lulu..
Borkhan sudah cemberut saja melihat sang istri yang ramah kepada pria lain. Bibirnya sudah kumat kamit namun tidak mengeluarkan suara..
''Ayo pulang.!! ketus Borkhan yang langsung menyeret Lulu pergi meninggalkan Saleh sendiri...
__ADS_1
Sesampainya di rumah Borkhan langsung masuk ke kamarnya..
Braaakkk__
''Eh iti*l berem.. "gagap ibu Fatma
Borkhan menutup pintu dengan kencang yang mana membuat sang ibu jadi gagap..
Lulu yang ada di belakangnya pun sama terkejutnya, sang ibu mengahmpiri Lulu..
''Kamu marahan?? tanya ibu Fatma
''Nggak bu, aku gak tau kenapa dia.! jujur Lulu
''Ya sudah sana sampai dulu, bicarain baik-baik.'' ujar sang ibu yang di angguki Lulu..
Ceklek..
Lulu masuk dan melihat Borkhan sedang berdiri mematap keluar jendela.. ''Sayang.'' Lulu menghampiri Borkhan dan memegang bahunya.
''Apa dia orang yang kamu cintai.?
''Hah.!!
Borkhan menoleh dan menatap mata Lulu. ''Apa kau masih masih mencintainya? dilihat dari tatapan mu, kau begitu mengagumi lelaki itu.'' ujar Borkhan yang sudah tak kuat menahan sesak di dadanya..
Lulu yang baru paham kemana arah bicara sang suami, ia tersenyum dan memeluk Borkhan. Berharap bisa meredakan amarahnya..
Borkhan memejamkan matanya dan membalas pelukan sang istri..
''Dia memang masalalu'ku, tak ada lagi cinta di antara kami berdua. Percayalah hanya ada dirimu di hatiku sekarang, tak ada nama lain selain dirimu.'' tutur Lulu yang mana membuat Borkhan menyunggingkan bibirnya..
''Tapi kau berbicara dengannya.!! ketus Borkhan.
''Jadi kau cemburu.??
''Heii_ mana ada suami yang tidak cemburu melihat istrinya berbicara ramah dengan pria lain, aku tidak suka kau tersenyum pada pria mana pun terkecuali diriku! kau hanya milikku dan aku adalah milikmu.''
''Hmm baiklah, baiklah apa kau masih marah kepadaku.? tanya Lulu mendongkakkan kepalanya menatap Borkhan..
''Aku tidak marah padamu, hanya sedikit kesal saja.''
.
.
.
__ADS_1
...πππ mau di lanjut lagi gak.?? wkwkwk kirim bunga donk biar akunya semangatttt gitu. tapi tetep gak maksa heheh kalian pasti kecewa gak ada adegan haredang.. skip dulu yaa adegan pewew nya.. takut di tegur sma pihak Ntπ salam sayang dari Author cantik yang tiada taraπ...
...LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA ...