
Elli, Edward, dan Reno sampai tak habis pikir dengan saran dari Pak Ahmad, hanya untuk menjaga seorang laki-laki paruh baya yang sedang sakit saja harus menikah dengan salah satu keturunannya.
"Bagaimana? Saran saya sangat brilian bukan?" tanya Pak Ahmad dengan santai.
"NGGAK" seru Elli dan Reno.
"Anda jangan macam-macam ya, tuan. Saya bisa saja menghabisi anda dan seluruh keturunan anda jika saya hilang kendali. Jangan membuat peraturan aneh-aneh di depan saya" tekan Edward yang tiba-tiba berdiri kemudian mendekat ke arah Pak Ahmad sambil tangannya mencengkeram erat kedua pipinya.
"Kalau memang anda tidak menyetujui saran saya ya tidak apa-apa, saya tak ada masalah mengenai hal itu. Toh tak ada ruginya bagi saya. Saya juga tidak takut dengan ancaman anda, saya lebih takut pada peraturan yang sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu. Silahkan kalian bisa pergi dari sini" ucap Pak Ahmad dengan menahan sedikit rasa sakit akibat cengkraman Edward di kedua pipinya.
Edward yang sudah kesal dan emosi pun akhirnya melepaskan cengkramannya dan menendang meja yang ada di ruangan itu untuk melampiaskan kekesalannya.
"Baik, saya akan menikah dulu dengan Elli" putus Edward sambil mengepalkan kedua tangannya.
"APA? Nggak... Saya nggak mau. Bapak jangan main mutusin kaya gitu dong" seru Elli tak terima dengan keputusan yang diambil oleh Edward.
"DIAM KAMU" bentak Edward sambil menatap Elli tajam membuat Elli seketika terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
"Reno, persiapkan pernikahan saya dengan Elli. Saya mau dalam waktu 2 jam semua sudah siap" perintah Edward membuat Reno gelagapan.
Pasalnya Reno juga terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Edward, belum sadar dari keterkejutannya dia disuruh untuk mempersiapkan pernikahan dalam kurun waktu 2 jam.
"Kamu yakin, Ed? Kita bisa mencari tempat tinggal lain yang tak ada peraturan seperti itu" bujuk Reno mencoba menggagalkan keputusan Edward.
"Keputusanku sudah bulat, cepat urus semua surat-suratnya" ucap Edward tanpa ingin dibantah lagi membuat Reno hanya bisa pasrah.
"Lebih baik nikah agama dulu saja, anak muda. Untuk nikah resmi negaranya bisa kalian urus besok hari senin dan ini juga sudah malam tak mungkin pihak KUA mau menerima berkas-berkas pernikahan" ucap Pak Ahmad.
__ADS_1
"Benar, Ed. Kalian menikahlah secara agama saja dulu" ucap Reno menyetujui saran dari Pak Ahmad.
Akhirnya Edward mengangguk menyetujui semua saran itu. Pak Ahmad membantu Reno untuk mencari saksi dan juga ustadz yang bisa menikahkan mereka. Sedangkan Reno kini akan menuju ke rumah keluarga kandung Elli untuk meminta papa Elli sebagai wali nikah.
Keadaan Elli kini masih shock dengan peristiwa yang akan terjadi sebentar lagi, bahkan kini ia hanya duduk dengan tatapan kosongnya setelah mendengar bentakan dari Edward.
"Kalau memang membantu orang malah dapat masalah kaya gini lebih baik nggak bantuin orang deh, padahal niatnya kan baik" gumam Elli pelan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Nikah sama saya itu bukan masalah tapi berkah" ucap Edward dengan nada datarnya saat mendengar gumaman Elli.
"Berkah buat bapak kali, dapat wanita cantik dan sebaik Elli" ucap Elli percaya diri dengan menatap ke arah Edward yang juga menatapnya.
"Jangan menangis. Aku tak suka wanitaku menangis, percayalah menikah denganku tak semengerikan seperti apa yang kamu pikirkan" ucap Edward dengan datar walaupun dari matanya tersirat kelembutan.
Bahkan tanpa sadar, tangan Edward terangkat kemudian menghapus air mata Elli yang jatuh di pipinya dengan lembutnya membuat Elli tanpa sadar memejamkan matanya.
Edward yang melihat itu segera saja menarik Elli untuk masuk ke dalam pelukannya dan menenangkan Elli dengan kalimat-kalimat lembut.
"Kamu tak perlu memikirkan hal seperti itu terlalu jauh, kalau kamu mau jajan ya tinggal jajan aja. Kalau kamu nggak mau masak ya nggak papa kita bisa sewa pembantu. Kalau Elli belum siap punya anak ya nggak papa, aku nggak akan memaksa" ucap Edward dengan lembut sembari mengelus punggung Elli dengan lembut.
"Beneran? Elli nggak langsung dihamilin kan?" tanya Elli dengan polosnya dan melepaskan pelukannya dari Edward.
"Ya" ucap Edward dengan menahan tawanya mendengar ucapan Elli dan kepolosannya.
"Alhamdulillah" ucap Elli bersyukur saat mendengar jawaban dari Edward.
Elli pun segera menghapus kasar air mata yang keluar dari matanya, kemudian tersenyum ceria seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Sedangkan Edward hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perubahan mimik wajah Elli.
__ADS_1
***
Di kediaman rumah orangtua kandung Elli...
Kedua orangtua Elli yang tengah duduk di ruang keluarga seketika saja bingung mendengar bahwa Bibi Rere mengatakan kalau ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan papa dari Elli.
"Mohon maaf tuan, nyonya. Didepan ada tamu yang mencari tuan" ucap Bibi Rere yang baru saja datang ke ruang keluarga.
"Siapa bi? Perasaan saya tidak ada janji malam ini dengan seseorang" tanya Papa Elli dengan mengernyit heran seperti berpikir siapa yang membuat janji dengannya malam ini, siapa tahu saja dia kelupaan.
"Namanya tuan Reno, tuan" jawab Bibi Reno.
"Ah baiklah, ayo ma kita temui tamu kita" ucap Papa Elli mengajak istrinya walaupun ia sebenarnya tidak mengenal dengan tamu yang bernama Reno.
Papa Elli segera saja menuju ke arah ruang tamu bersama istrinya untuk menemui tamu tersebut setelah Bibi Rere pamit untuk membuatkan minum.
"Oh tuan Reno dari Serant Group?" tanya Papa Elli yang sedikit familiar dengan wajah Reno yang wara-wiri di media.
"Benar tuan. Namun kedatangan saya kesini bukan sebagai perwakilan dari Perusahaan Serant Group melainkan perwakilan dari Nona Elli" ucap Reno to the point membuat kedua orangtua Elli terkejut.
Mereka bertanya-tanya ada hubungan apa antara Elli dengan orang kepercayaan Perusahaan Serant Group ini. Mereka berpikir kalau Elli membuat masalah dengan mereka.
"Mohon maaf tuan, apakah anak saya Elli membuat masalah? Kalau iya, kami mewakili Elli meminta maaf atas semua kesalahannya" ucap Papa Elli dengan cepat karena ia tahu perangai dari CEO dan tangan kanan Serant Group kalau ada yang berbuat masalah dengan mereka pasti keluarganya akan dihancurkan.
"Tidak, Nona Elli tidak membuat masalah dengan kami. Saya kesini untuk memberitahukan informasi bahwa malam ini juga Nona Elli akan melakukan pernikahan secara agama dengan saudara saya" ucap Reno membuat jantung kedua orangtua Elli seketika saja terguncang.
Kedua orangtua Elli menatap tak percaya dengan informasi yang diberikan oleh Reno. Namun mereka juga tahu bahwa Reno bukan tipe orang yang suka bercanda dan menyebarkan informasi bohong apalagi ini tentang pernikahan.
__ADS_1