Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Ronald Adipati Niclow


__ADS_3

Kini Edward dan Reno tengah berada di ruang CEO Perusahaan Serant Group untuk membahas masalah mengenai perekrutan dan PHK massal karyawannya serta tentang keluarga Elli.


"Ren, coba kamu cek seluruh identitas dan prestasi kinerja karyawan perusahaan. Dari yang karyawan lama sampai yang baru. Aku akan menyeleksi beberapa karyawan untuk menjadi direktur, wakil direktur, dan yang lainnya sesuai dengan pendidikan dan kinerjanya selama ini. Pastikan juga mereka bukanlah penyusup yang dikirim dari perusahaan rival" titah Edward sambil terus menatap laptop yang ada di depannya.


Selama ini Edward tak pernah terjun langsung tentang masalah perekrutan karyawan, ia hanya menyerahkan pekerjaan itu kepada kepala HRD dan Reno yang mengawasinya. Mengingat kejadian kemarin, membuatnya harus turun tangan langsung, jangan sampai karyawannya kini dengan mudahnya terintimidasi oleh pihak luar.


"Saya sudah mengirimkan beberapa nama di email yang bisa anda pertimbangkan untuk mengisi jabatan itu. Untuk sementara, saya sudah meminta beberapa orang terpercaya di dalam divisi itu untuk mengisi kekosongan jabatan" ucap Reno dengan profesional.


Edward bangga dengan kinerja Reno yang tanpa harus menunggu dirinya namun ia berinisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu. Jadi jika ia menanyakan tentunya Reno sudah siap dengan jawaban yang harus diberikan. Edward hanya bisa berharap kalau Reno tak berubah sikapnya seperti anggota keluarganya yang lain.


"Kerja yang bagus, Ren. Aku akan mulai menyeleksi semuanya dan akan mengganti orang-orang tak berkompeten yang ada di perusahaanku" ucap Edward dengan senyum sinisnya.


Hari itu juga Perusahaan Serant Group seketika gempar dengan kabar adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dan adanya beberapa orang yang naik jabatan. Semua ini akan dilakukan secara bertahap selama 3 hari ke depan. Semua karyawan berharap-harap cemas dengan hal ini, apalagi yang kinerjanya buruk tentunya langsung akan di depak dari Perusahaan.


***


Terjadi keheningan di ruangan itu, Edward dengan pekerjaannya begitupun dengan Reno yang fokus pada laptopnya. Setelah beberapa menit tak ada suara, Edward memecahkan keheningan dengan membahas masalah lain.


"Ren, aku menemukan sesuatu yang bisa membuat istriku nantinya bisa rapuh" ucap Edward dengan nada datarnya namun tersirat kekhawatiran didalamnya.

__ADS_1


"Kakek Elli" seru Edward dan Reno secara bersamaan.


Edward dan Reno saling tatap kemudian menganggukkan kepalanya pelan lalu mereka fokus pada laptop yang ada di depannya masing-masing. Entah bagaimana caranya dua bersaudara itu bisa memikirkan satu orang yang sama.


"Ren, apa kita perlu menggoyahkan perusahaan agar dia bisa keluar dari kandangnya?" tanya Edward tanpa mengalihkan pandangannya.


"Sepertinya itu ide yang bagus, Ed. Aku akan mulai dengan membuat masalah di cabang perusahaannya" ucap Reno dengan santai karena saat ini mereka sedang dalam mode partner saling melindungi keluarga.


"Oke, aku akan mengacak-acak sistem keamanan di perusahaan pusat agar mereka lebih fokus kesana dan tak sadar kalau ternyata cabang perusahaan mereka akan segera hancur" ucap Edward dengan seringai tipisnya membuat Reno yang melihatnya sedikit ngeri.


Edward pun dengan cekatan meretas semua data yang ada di perusahaan Kakek Elli dan mengacaukan sistem keamanannya, sedangkan Reno mengacaukan sistem keamanan di cabang perusahaan NW Group. Perusahaan NW Group adalah Perusahaan milik Kakek Elli yang bergerak dibidang properti dan kerajinan kayu.


***


"Sialan... Bagaimana bisa indeks harga saham perusahaanku turun?" geram seorang pria paruh baya yang tak lain adalah kakek Elli, Ronald Adipati Niclow.


Kakek Ronald baru saja memantau pergerakan saham miliknya melalui laptopnya dan ia sangat terkejut melihat harga sahamnya turun. Ia sudah menghubungi kepala IT perusahaannya namun hanya ada laporan mengenai seseorang yang hendak meretas keamanan data perusahaan dan itu sudah bisa mereka bereskan. Namun Kakek Ronald tak bisa diam dan percaya begitu saja dengan laporan bawahannya itu, pasalnya tak mungkin ada masalah kalau setiap menitnya saja harga saham perusahaan miliknya menurun.


"Siapa yang dengan berani-beraninya mengusik perusahaanku? Akan ku pastikan dia akan segera hancur" gumam Kakek Ronald dengan mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Selama ini perusahaan-perusahaan lain tak pernah ada yang berani mengusik perusahaannya karena perusahaan miliknya merupakanlah perusahaan yang menempati posisi ke 2 yang merajai bisnis di Asia dan Eropa. Sekali saja mereka bermain-main dengan perusahaannya, maka perusahaan itu akan langsung musnah. Baru kali ini ada seseorang yang berani mengusiknya, ia masih berpikir-pikir lagi selama ini dengan siapa dia bermasalah.


Ronald Adipati Niclow seorang pria paruh baya dengan kekuasaan hampir sama dengan keluarga Serant. Dia kini berumur 73 tahun namun masih hebat dalam memimpin perusahaannya. Istrinya yang bernama Andini Rezita telah meninggal dunia sejak 6 tahun yang lalu akibat kecelakaan yang menimpanya.


Ronald adalah orang yang tegas, egois, dan kejam sekalipun itu dengan anak dan cucunya sendiri. Ia dan istrinya mempunyai dua anak yaitu Dendi Abigael Niclow dan Adinda Listya Niclow. Dendi Abigael Niclow sudah menikah dan mempunyai dua anak, sedangkan Adinda Listya Niclow atau ibu Elli mempunyai 3 orang anak.


Ronald adalah orang yang tak kenal ampun, bahkan dulunya ia sempat tak mempedulikan anak bungsunya karena ia terlahir sebagai perempuan. Ia hanya memperhatikan anak pertamanya yang laki-laki agar kelak bisa meneruskan bisnis keluarganya. Bahkan sampai sekarang dirinya tak pernah menganggap anak bungsunya itu ada, ia akan menganggapnya apabila ada yang dibutuhkan.


"Dendi" seru Kakek Ronald pada anak pertamanya yang kini duduk di sofa ruang kerjanya.


"Kamu harus bisa mendapatkan proyek kerjasama dengan Perusahaan Serant Group karena itu satu-satunya cara biar kita bisa menstabilkan saham perusahaan" titah Kakek Ronald dengan nada memerintah.


"Tapi pa, Perusahaan Serant Group sedari dulu sangat sulit kita tembus. Semua proposal kerjasama yang kita buat selalu saja ditolak oleh mereka. Padahal menurut Dendi tak ada yang salah dengan proposal kerjasama yang kita buat" keluh Dendi.


"Bodoh... Jangan jadi anakku kalau kau tak bisa mendapatkan proyek kerjasama dengan mereka. Kalau kau tak bisa menggunakan cara baik-baik, gunakan cara licik" ucap Kakek Ronald dengan nada sarkasnya membuat Dendi hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosi.


Selalu saja begini, setiap ada masalah papanya itu selalu menekan dirinya demi mendapatkan apa yang diinginkannya walaupun itu diluar kemampuan dirinya. Kalau tak sesuai dengan keinginannya, Dendi hanya bisa menulikan telinganya mendengar cacian dan makian dari papanya itu. Ia sangat muak hidup dalam tekanan papanya.


"Kau bisa gunakan Elli untuk bisa masuk ke dalam Perusahaan Serant Group karena dia bekerja disana" ucap Kakek Ronald memberikan idenya.

__ADS_1


Kakek Ronald hanya mengetahui kalau Elli bekerja di Perusahaan Serant Group, tetapi tidak tahu mengenai pernikahan Elli dengan CEO nya. Ini semua berkat Victor yang bisa mengelabuhi anak buah Ronald yang waktu itu mengawasi keluarga Elli agar tak bisa mengikuti kemana mereka pergi.


Dendi hanya mampu menghela nafasnya pasrah dan menganggukkan kepalanya menuruti apa yang diinginkan papanya itu. Lagi-lagi dia harus berurusan dengan keluarga adik perempuan yang sangat ia sayangi itu.


__ADS_2