Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Berkas


__ADS_3

Pagi ini Elli dan Edward berencana untuk mengurus semua berkas pernikahan ke KUA agar pernikahan mereka sah di mata negara. Saat ini Elli dan Edward berusaha menerima kenyataan bahwa mereka berdua kini telah menjadi pasangan suami istri walaupun sampai sekarang belum ada cinta di antara keduanya. Namun bukankah cinta bisa datang kapan saja dan tak bisa diduga? Prinsip Edward dan Elli sekarang dalam menjalani pernikahan ini adalah saling memberi rasa nyaman dan aman serta selalu ada disaat susah maupun senang.


"Aku ingin kita menjalani pernikahan ini dengan serius seperti pasangan suami istri pada umumnya walaupun pernikahan ini dimulai dengan awal yang kurang menyenangkan. Tidak ada yang namanya perjanjian nikah kontrak ataupun perceraian di dalam pernikahan ini, yang namanya pernikahan adalah sekali untuk selamanya. Aku hanya meminta kita untuk saling berusaha saling mencintai, menjaga, menghormati, menghargai, dan mendampingi satu sama lain dalam kondisi apapun kedepannya" ucap Edward dengan tegasnya tadi malam.


Sebelum meninggalkan Elli masuk ke kamar tidurnya, semalam Edward mengucapkan sebuah kalimat yang membutnya terharu. Ia berpikir bahwa pernikahan ini hanya akan bertahan sampai Papa William dan Alika sembuh saja, namun ternyata semua yang dipikirkan Elli saat itu adalah salah. Edward menginginkan sebuah pernikahan yang sebagaimana mestinya semua orang lakukan. Elli pun tanpa ragu mengiyakan apa ucapan Edward untuk selalu ada disamping suaminya itu apapun yang terjadi.


***


"Kalian hari ini akan mengurus surat-surat untuk pernikahan resmi?" tanya Papa William sesaat setelah mereka selesai melakukan sarapan pagi.


"Iya, pa. Sekalian nanti Elli juga akan ke Perusahaan untuk mengajukan surat resign" jawab Elli dengan senyum cerianya.


Elli kini memanggil Papa William dengan panggilan "papa" seperti yang diinginkan oleh papanya itu karena sudah menjadi menantu sekaligus anaknya juga.


"Ikut" seru Alika dengan tiba-tiba menyela pembicaraan di antara mereka membuat mereka semua yang ada disana seketika saja kaget dengan seruan itu.


"Maaf Alika. Untuk kali ini kakak tidak bisa mengajakmu" tolak Edward dengan nada lembutnya membuat Alika mencebikkan bibirnya.


"Ikut" seru Alika lagi dengan tatapan memohonnya bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Edward yang melihat itu segera mengalihkan pandangannya ke arah Elli untuk membantunya membujuk Elli. Elli yang paham dengan kode yang diberikan oleh Edward pun segera saja membantunya membujuk Alika.


"Alika, adekku yang manis. Hari ini kamu nggak bisa ikut dulu bersama kak Elli dan kak Edward karena hari ini cuacanya sangat panas. Emang Alika mau kalau badan Alika gosong-gosong karena terlalu lama terkena sinar matahari? Nanti sore deh kalau udah nggak terlalu panas, kakak ajak kamu ke taman bermain" bujuk Elli dengan sedikit menakut-nakuti dan mengiming-imingi sesuatu.


Alika seketika saja terdiam setelah mendengar ucapan Elli, namun tak lama kemudian ia mengangguk dengan senyum cerianya membuat Edward bernafas lega. Pasalnya jika Alika pergi dengannya maka keamanannya bisa saja terancam. Apalagi dua rubah betina itu pasti sedang mengincar Papa William dan Alika agar semua harta keluarganya jatuh ke tangan mereka.


***


Alika dan Edwrad segera saja pergi ke KUA setempat untuk mendaftarkan pernikahan mereka dengan membawa serta beberapa saksi yang memang ada di tempat kejadian pernikahan kemarin. Sedangkan Reno menuju ke Perusahaan untuk menghandle pekerjaan yang ditinggalkan oleh Edward selama mengurus berkas-berkas pernikahannya.


Setelah sampai di KUA, ternyata mereka mendapat informasi dari pihak KUA bahwa jika sudah menikah siri/ melakukan pernikahan secara agama maka tak perlu mengadakan ijab kabul lagi melainkan hanya mengurus pendaftaran untuk permohonan pengajuan itsbat nikah ke Pengadilan Agama demi mendapatkan surat-surat resmi pernikahan secara negara. (sumber: google)


"Aku turun di halte depan saja, Bapak Suami" ucap Elli dengan tersenyum ceria namun membuat Edward menaikkan sebelah alisnya.


"Aku tak ingin ada yang tahu mengenai aku satu mobil dengan Bapak, nanti mereka berpikiran macam-macam tentangku lagi. Dikiranya nanti aku menggoda CEO perusahaan demi mendapatkan jabatan tinggi. Lagian aku adalah orang tak punya, masa bisa di dalam mobil mewah seperti ini" ucap Elli menjelaskan kekhawatirannya.


"Sejak kapan kau peduli dengan omongan orang tentangmu? Bukannya kamu selalu cuek dan malah menganggap ucapan mereka itu hanya bualan saja?" tanya Edward dengan nada datarnya.


"Karena aku ingin membuat citraku baik di depan para karyawan lainnya, agar setelah resign tak ada yang menggunjingku" ucap Elli menyampaikan idenya dengan nada bangganya.

__ADS_1


"Cihhh... Pencitraan" ucap Edward dengan nada sinisnya dan hanya dibalas Elli dengan mengangkat bahunya acuh tak acuh.


Edward yang menyetir mobil itu hanya acuh tak acuh juga dengan apa pesan Elli tadi untuk menurunkan di depan halte, ia malah memberhentikan mobilnya tepat di depan lobby utama Perusahaan Serant Group. Elli yang menyadari hal itu seketika saja memelototkan matanya tajam ke arah Edward.


"Bapak Suami gimana sih? Tadi aku kan minta diturunin di halte depan perusahaan? Bapak nggak denger apa? Besok-besok pergi ke dokter THT gih biar telinganya tuh dibersihin jadi bisa dengar kalau ada orang ngomong" kesal Elli yang terus memarahi Edward sedangkan sang empu yang dimarahi hanya terdiam sambil menahan senyum.


"Udah sana turun, jangan kebanyakan ngomong nanti makin lama saya nungguin kamu di luar. Tenang saja mereka nggak akan tahu kalau kamu turun dari mobil seorang CEO karena mobil ini baru pertama kali ku pakai untuk ke perusahaan. Dan lagi mereka belum pernah melihat bagaimana rupa wajahku" jelas Edward dengan sedikit nada sombongnya.


"Kalau mereka bertanya kau bisa naik mobil mewah bilang saja kalau kemarin kau baru saja dapat hadiah mobil mewah dari undian chiki" lanjutnya dengan asal.


"Dih... Ngeselin" kesal Elli berdecih dengan jawaban Edward kemudian keluar dari mobil dengan berjalan menghentak-hentakkan kakinya ketika masuk ke dalam perusahaan.


Melihat hal itu, Edward hanya mengedikkan bahunya acuh kemudian segera saja melajukan mobilnya menuju sebuah parkiran umum di depan Perusahaan. Ia akan menunggu Elli disana sampai urusannya selesai. Ia takkan masuk ke dalam perusahaan karena Reno sudah bisa menghandle semua pekerjaannya hari ini. Ia hanay cukup memantau semua pekerjaan Reno lewat handphonenya saja.


Saat ia tengah memperhatikan sekitar perusahaan dari mobilnya, Edward melihat sebuah mobil yang tak asing baginya. Seketika saja perasaannya mulai tak enak karena mobil itu adalah mobil milik..........


*********


Penasaran nggak?????

__ADS_1


Next?,,,,


__ADS_2