Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
First 2 (Warning)


__ADS_3

Warningggg... Area Dewasa!!!!


Dilarang membaca bagi yang masih dibawah umur...


Edward membuka seluruh pakaian yang melekat pada tubuh istrinya, begitu pula dengan Elli yang membantu membuka baju milik sang suami. Setelah keduanya benar-benar polos tanpa sehelai benang pun, Edward kembali menjelajahi tubuh istrinya dari ujung kepala hingga kaki. Dimata Edward, istrinya itu bagaikan santapan lezat yang ada dan disuguhkan hanya khusus untuknya. Tanpa melewatkan satu incipun dari tubuh istrinya, Edward menciumi semuanya bahkan kini pandangannya jatuh pada dua buah melon yang siap dia santap.


Melihat tatapan Edward yang begitu intens pada dadanya, Elli segera menutupnya dengan kedua tangannya. Sungguh ia malu melihat tatapan memuja dari suaminya itu.


"Jangan ditutupi, ini sangat indah" puji Edward membuat kedua pipi Elli merona.


Edward segera memindahkan kedua tangan istrinya kesamping kepalanya. Edward melanjutkan kegiatannya dengan mengulum, menyesap, bahkan menyedot kedua buah melon kepunyaan istrinya hingga Elli melengkungkan dadanya keatas mengikuti sedotan sang suami. Elli benar-benar dibuat kelenjotan karena merasa terpuaskan dengan apa yang dilakukan oleh Edward.


Setelah puas dengan bagian atas sang istri, Edward menuju kebagian inti tubuh Elli. Edward benar-benar memuja dengan apa yang dilihat didepannya, goa yang bersih dan wangi membuatnya betah berlama-lama menghirup aroma itu. Elli hanya merasakan kegelian saat nafas sang suami menerpa pada bagian pusat inti tubuhnya.


Enghhh...


Elli hanya bisa melenguh nikmat saat Edward mulai menggarap bagian inti tubuhnya. Edward menghirup, menciumi, menyesap, dan menjilat area intinya bak memakan sebuah es krim.


"Udah..." rengek Elli yang tidak tahan dengan kenikmatan yang diberikan oleh Edward.


Tanpa mempedulikan rengekan istrinya, Edward terus melakukan pemanasan agar goa Elli siap untuk dimasuki naganya yang panjang itu.


"Ahhh..."


Setelah beberapa menit, akhirnya lahar milik Elli keluar juga dari pusat intinya. Nafas Elli terengah-engah karena merasakan kenikmatan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. Edward yang melihat itu hanya tersenyum puas karena melihat istrinya hanya pasrah dibawah kungkungannya. Dirasa sudah cukup memberikan pemanasan, Edward segera menyiapkan naganya yang sudah siap tempur.


Elli yang baru saja lepas dari rasa terengah-engahnya seketika melihat kearah naga Edward yang begitu menjulang dan siap mengobrak-abrik goanya. Matanya membelalak kaget saat melihat benda panjang berurat yang menjulang tinggi, seketika saja dengan refleks Elli terbangun dari baringannya sehingga naga Edward menampar wajah istrinya.

__ADS_1


Enghhh...


Edward yang merasakan naganya bersentuhan dengan kulit wajah istrinya seketika saja melenguh, sedangkan Elli masih terkejut dengan apa yang terjadi. Edward segera saja membaringkan istrinya kembali dan menekuk kedua kaki istrinya agar dia bisa dengan mudah memasukkan naganya.


"Sayang, aku akan memasukkan nagaku ke dalam goamu. Kalau memang kamu kesakitan, cakar atau pukul punggungku" ucap Edward sambil mengelus pipi Elli.


Seketika saja Elli tersadar dari rasa terkejutnya kemudian menatap Edward yang kini sudah mempersiapkan diri. Kemudian Elli menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan apa yang akan dilakukan suaminya itu padanya. Ia sudah memasrahkan dirinya untuk dimiliki suaminya itu.


Edward segera memegang naganya dengan sebelah tangannya kemudian memasukkan perlahan kearah goa milik Elli. Setelahnya Edward menekan goa Elli yang sangat sempit itu dengan miliknya sampai beberapa kali percobaan namun belum tembus juga. Padahal Elli sudah terasa kesakitan setiap kali naga Edward dimasukkan kedalam miliknya.


Elli hanya bisa memeluk leher Edward dengan erat setiap kali naga suaminya itu dimasukkan kedalam miliknya. Karena sudah tak sabaran, akhirnya Edward menyentak paksa miliknya masuk kedalam goa milik Elli.


Blesss...


Arrrghhhh...


Setelah beberapa saat, Elli sudah tenang walaupun kini matanya sudah sembab akibar air mata yang menggenang dimatanya.


"Terimakasih" bisik Edward tepat ditelinga Elli.


Edward segera menggerakan naganya memutar, naik turun, dan terus menyodok goa Elli. Gerakan yang perlahan lembut namun semakin lama gerakannya semakin cepat. Disamping itu, mulutnya tak berhenti untuk menjelajahi dua buah melon milik istrinya itu. Elli begitu diserang kenikmatan pada bagian atas dan bawahnya membuat dirinya kelenjotan tak karuan.


Ahhhh.... Enghhh...


Sudah beberapa kali Elli mengeluarkan laharnya, namun Edward masih belum juga sampai. Bahkan Elli sudah memohon ampun untuk dihentikan kegiatan itu karena merasa sangat lelah. Setelah sekitar 1 jam mendaki goa dengan kecepatan tinggi, akhirnya naga milik Edward menyemburkan laharnya kedalam goa milik istrinya itu.


Ahhhhhhh....

__ADS_1


Edward sampai berteriak dan melenguh saat laharnya berhasil masuk kedalam goa milik istrinya. Dia benar-benar merasa lega karena sudah berhasil mengeluarkan bibit-bibit unggul yang diharapkan segera bisa tumbuh di rahim istrinya.


Hahh... Hahhh... Hahhh....


Keduanya sampai terengah-engah saat menyelesaikan satu ronde percintaan mereka. Edward mengecup singkat bibir istrinya kemudian membiarkan istrinya itu istirahat sebentar dengan naganya yang masih berada didalam goa.


"Keluarin" rengek Elli karena merasa tak nyaman ketika ada yang mengganjal pada miliknya.


"Biarin aja, sayang. Nagaku masih nyaman di goanya" jawab Edward acuh tak acuh.


Elli pun hanya pasrah saja kemudian memeluk suaminya yang kini tiduran menyamping disampingnya. Elli meletakkan kepalanya didada bidang suaminya itu. Keduanya terdiam sambil masih menetralkan nafasnya.


"Terimakasih sayang, sudah memberikan semuanya ke suamimu ini. Aku takkan pernah menyakiti maupun meninggalkanmu" bisik Edward.


"Kalau kau meninggalkanku, aku pastikan naga kamu itu nggak bisa lagi memuntahkan laharnya" ucap Elli penuh ancaman.


Edward hanya menanggapi ucapan Elli itu dengan kekehan pelan kemudian dengan jahilnya ia malah menggoyangkan kembali naganya yang masih berada di goa milik istrinya. Elli yang merasakan itu segera saja memukul lengan Edward. Sepertinya menjahili istrinya saat sesi seperti ini akan menjadi hobbynya mulai saat ini.


Hahahaha


"Ronde kedua yuk, sayang" ucap Edward dengan terkekeh.


"Huaaaa... Udah, nggak mau. Besok aja" rengek Elli sambil menggelengkan kepalanya ribut.


Tanpa mempedulikan rengekan Elli, Edward segera saja menggempur kembali istrinya itu. Dimalam yang dingin ditemani oleh sinar bintang dan bulan, keduanya merengkuh kenikmatan duniawi dengan segala rasa takjub dan semangat. Keduanya menikmati kehangatan yang baru pertama kali mereka rasakan. Sampai akhirnya mereka berhenti melakukan hal itu ketika waktu menunjukkan pukul 3 pagi.


Keduanya tertidur lelap tanpa mempedulikan naga Edward yang masih berada disarangnya. Elli pun hanya pasrah saja karena Edward takkan membiarkan istrinya itu melepaskan naganya dari miliknya. Mereka berdua mengarungi mimpi dengan pulasnya tanpa peduli bahwa dilantai 1 mansion itu sedang terjadi suasana menegangkan.

__ADS_1


__ADS_2