Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Akhir Seno


__ADS_3

Setelah menghabisi semua bodyguard yang ada di mansion, Elli dan Edward menatap kearah semua maid yang tengah ketakutan saat melihat keduanya. Elli berjalan maju kearah semua maid yang masih berdiri kaku disana. Sedangkan Edward hanya akan melihat pertunjukkan yang dibuat oleh istrinya itu.


Elli berjalan maju dengan memainkan pistol yang ada ditangannya dengan gerakan memutar membuat semua maid itu dengan refleks berjalan mundur. Dimata para maid, Elli bagaikan malaikat maut yang siap mencabut nyawa mereka satu per satu.


"Kalian kenapa kok pada berjalan mundur begitu? Tadi saja kalian mengangkat dagu tinggi-tinggi saat suamiku tak ada disini. Jangan takut, sini dong maju" ejek Elli dengan seringaiannya.


"Kami mohon ampun, nyonya" seru semua maid.


Tanpa aba-aba semua maid disana serentak berlutut dihadapan Elli dengan memohon ampunan membuat gadis itu menghentikan jalannya. Mereka sampai menangis histeris karena tak ingin bernasib sama dengan bodyguard disana. Elli berpikir sejenak untuk memberikan hukuman yang cocok untuk mereka semua.


"Baiklah karena saya sedang berbaik hati, maka saya akan mengampuni kalian. Tetapi dengan satu syarat" ucap Elli dengan menjeda kalimatnya.


"Apa syaratnya, nyonya?" tanya salah satu maid dengan cepat.


"Berdiri" titah Elli.


Semua maid seketika menegakkan tubuhnya kemudian berdiri secara serempak melaksanakan titah Elli. Mereka menatap berbinar kearah Elli seakan-akan mendapatkan suatu harapan hidup lebih lama lagi.


"Cari orang untuk memakamkan jenazah para bodyguard ini. Kuburkan dengan layak kemudian bersihkan seluruh ruangan di mansion ini tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Dan satu lagi, jangan pernah membocorkan kejadian ini pada siapapun. Kalau kalian sampai membocorkannya, nasib kalian akan sama dengan mereka" ucap Elli dengan penuh ancaman.


Para maid serentak menganggukkan kepalanya dan berjanji dalam hati kalau tidak akan pernah membocorkan kejadian ini asalkan mereka selamat dan dapat hidup lebih lama lagi.


"Bubar dan lakukan perintah saya" titah Elli.

__ADS_1


Semua maid membubarkan diri dan langsung melaksanan tugas yang Elli berikan. Sebagian mencari orang-orang untuk membantu proses pemakaman sedangkan sebagiannya lagi akan membersihkan mansion terutama ruang tamu. Elli membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekat kearah suaminya yang menatapnya lembut.


"Kita nggak perlu susah-susah untuk membereskan hal ini' ucap Elli dengan polosnya.


Edward hanya terkekeh pelan mendengar ucapan polos Elli, memang istrinya ini sangat cerdik dalam memanfaatkan situasi. Ia benar-benar takjub dengan keahlian Elli yang sangat cerdas dalam memberikan pelajaran bagi orang-orang yang menindasnya.


Tentunya maid akan bekerja keras hari ini karena ruang tamu ini sudah seperti kapal pecah dengan banyaknya darah yang menggenang. Terlebih mereka harus mengurus pemakaman para bodyguard yang sangat banyak dan membutuhkan biaya yang lumayan, sedangkan Edward dan Elli tak mau memberikan sepeserpun uang untuk pemakaman itu.


"Ayo kita selesaikan tujuan kita disini" ajak Elli.


Edward menganggukkan kepalanya kemudian menggenggam tangan Elli. Mereka berjalan keluar rumah utama menuju sebuah gudang yang berada didekat pavilliun maid dan bodyguard. Para maid yang melihatnya hanya bisa meneguk salivanya kasar karena setelah ini pasti mereka akan melihat peristiwa berdarah-darah lagi.


***


Brakkk...


Dengan sekali tendangan, pintu gudang itu terbuka dengan lebar. Terlihatlah tiga orang disana terbelalak kaget melihat kedatangan Edward dan Elli. Ketiga orang itu adalah Noura, Mama Amber, dan seseorang yang Edward selama ini cari, Seno Alandro. Disana Mama Amber dan Noura terikat tali dalam posisi duduk di kursi dengan pipi yang banyak sayatan pisau dan darah yang mengering bahkan masih ada yang mengalir. Sedangkan Seno tengah berdiri didepan kedua wanita itu dengan membawa pisau yang penuh dengan darah ditangannya.


"Ed, tolongin mama dan Noura" seru Mama Amber dengan mata yang berkaca-kaca.


Mama Amber dan Noura sudah lelah menangis untuk segera dilepaskan bahkan mereka menahan sakitnya jika air mata itu mengalir di pipinya yang terluka. Saat melihat Edward dan Elli datang, mata keduanya berbinar cerah seakan ada harapan untuk mereka terbebas dari penyiksaan ini. Mereka berdua sudah terkurung selama 3 hari disini dengan setiap harinya selalu disiksa oleh Seno. Entah apa salah mereka, hanya Seno sendiri yang tahu.


"Wowwww... Ternyata kau bisa juga menemukan saya, Tuan Edward Serant. Berapa lama anda berkelana mencari saya dan baru bisa ketemu hari ini?" ucap Seno dengan terkekeh pelan.

__ADS_1


Awalnya memang dia terkejut karena Edward dapat menemukannya secepat ini, padahal dirinya masih belum puas menyiksa kedua wanita ini. Semua ini dilakukannya sebagai pelampiasan karena kekasihnya selama hampir satu minggu itu tak menemui dirinya.


"Jangan pernah mendekat atau dua wanita ini saya habisi didepan kalian" ancamnya.


Seno mendekatkan pisaunya kearah leher Mama Amber saat terlihat Edward akan mendekat kerahnya. Hal itu membuat Mama Amber membeku ditempat dan menatap Edward dengan tatapan permohonan. Edward hanya menatap datar adegan itu, sedangkan Elli hanya menampilkan tatapan polosnya.


"Silahkan saja, saya juga tidak peduli" ucap Edward acuh tak acuh.


Mata Amber dan Noura membelalak kaget mendengar ucapan Edward yang tak peduli dengan keselamatan mereka berdua. Sedangkan Elli hanya terkekeh sinis melihat keterkejutan dari wajah Seno, Mama Amber, dan Noura.


"Tak akan mempan ancamanmu itu, tuan. Bagi kami, mereka tak ada artinya dalam kehidupan kami" ucap Elli dengan santai.


Benar-benar pasangan yang saling melengkapi, keduanya mempunyai mulut yang amat pedas jika sudah berbicara. Bahkan keduanya mempunyai satu hal yang sama yaitu menjatuhkan mental seseorang melalui lidahnya. Memang benar lidah tak bertulang.


Seno yang ancamannya tak digubris pun kemudian mendekat ke hadapan Edward dan Elli sambil mengacungkan pisaunya kearah keduanya. Seperti tak ada takut-takutnya, Elli dan Edward terkekeh sinis dengan apa yang dilakukan oleh Seno.


"Kalau kalian mau menangkapku, hadapi dulu seluruh bodyguard yang ada di mansion ini" ucap Seno dengan tertawa.


Hahahaha


Elli dan Edward mengikuti tawa dari Seno membuat sang empu mengernyitkan dahinya heran. Memang karena jarak antara gudang dengan mansion utama lumayan jauh jadi tak bisa terdengar keributan yang terjadi tadi sehingga Seno, Mama Amber, dan Noura tak mengetahui kejadian yang ada di mansion utama.


Edward segera memperlihatkan video CCTV yang ada di ruang tamu mansion utama yang sedang terjadi proses pembersihan jenazah bodyguard oleh beberapa orang dan maid. Ia juga memutar video tentang aksi pembantaian yang dilakukan oleh Edward dan Elli. Melihat hal itu, Seno seketika menjauh dari kedua orang yang kini sedang menatapnya sinis.

__ADS_1


__ADS_2