
Edward dan Nadia bersama dalam satu mobil, sedangkan Kakek Ronald bersama keluarga anak perempuannya di mobil yang sama. Semua awak media sudah berada di sebuah gedung aula yang disediakan oleh Perusahaan Serant Group, bahkan para karyawan pun tak ketinggalan. Semua karyawan bertanya-tanya mengenai pengumuman mendadak yang disampaikan oleh asisten kepercayaan CEO, Reno tadi. Mereka bingung dengan apa yang sebenarnya akan disampaikan oleh pihak perusahaan.
Bahkan semua kegiatan operasional perusahaan dihentikan, mereka juga tak menerima tamu yang datang untuk membicarakan tentang kerjasama. Semua yang boleh masuk kesana adalah para petinggi perusahaan, investor, karyawan, dan awak media yang sudah diperiksa terlebih dahulu. Hanya dari media-media yang terpercaya saja yang bisa masuk kedalam area gedung. Pengamanan ketat dilakukan oleh beberapa bodyguard milik Kakek Ronald dengan dipimpin oleh Victor dan pihak kepolisian setempat.
Semua area disusuri demi keselamatan orang banyak dan kelancaran acara ini. Pasalnya berita mengenai Perusahaan Serant Group mengadakan konferensi pers terbuka ini juga menjadi sorotan media asing. Kejadian yang menurut mereka sangat langka karena selama ini Perusahaan Serant Group sangat menghindari yang namanya awak media. Hal ini membuat semua orang benar-benar penasaran dengan apa yang akan disampaikan.
Tak berapa lama Kakek Ronald dan keluarga anak perempuannya sampai didepan halaman Perusahaan Serant Group. Hal itu langsung saja menjadi sorotan media, pasalnya mereka semua tahu kalau kedua perusahaan itu adalah rival bahkan tidak pernah menjalin kerjasama. Dibelakang Kakek Ronald ada Paman Dendi yang datang bersama keluarganya, hal itu juga membuat riuh area halaman perusahaan. Para bodyguard dengan sigap mengamankan mereka agar bisa segera masuk kedalam gedung aula.
"Tuan Ronald, apa anda juga diundang dalam acara ini?".
"Tuan Dendi, sebenarnya ada agenda apa didalam gedung sehingga beberapa petinggi diundang?".
"Tolong informasinya dong, tuan".
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari awak media, namun Kakek Ronald dan semua anggota keluarganya bungkam dan langsung berlalu pergi dari hadapan mereka. Para awak media begitu kesal karena tak mendapatkan bocoran eksklusif dari orang-orang penting itu.
***
__ADS_1
Edward dan Elli kini tengah berada didalam ruangan CEO bersama dengan Reno yang menunggu kedua pasangan itu bersiap. Lebih tepatnya Elli yang bersiap karena Reno dan Edward menginginkan perempuan itu untuk tampil berbeda agar lebih serasi dengan suaminya yang memakai jas.
"Pakai ini aja sih" kesal Elli.
Awalnya Elli tadi menolak perintah Edward dan Reno saat disuruh berganti pakaian karena menurut wanita itu apa yang dipakainya sudah sangat nyaman. Apalagi saat melihat beberapa gaun yang disodorkan oleh Reno, itu sudah membuatnya malas memakainya.
"Pakai ini, sayang. Biar kamu serasi denganku. Aku pakai jas formal, masa kamu pakai gaun seksi begini. Kita juga akan disorot media, aku tak ingin kamu direndahkan oleh orang-orang itu. Ganti ya..." bujuk Edward dengan lembut.
Akhirnya Elli menganggukkan kepalanya setuju karena ia merasa bahwa penampilan seorang istri merupakan wajah suaminya. Edward adalah seorang pengusaha, sebisa mungkin Elli juga mengimbanginya dengan berpenampilan rapi dan formal ketika menemani suaminya di acara yang penting. Ia tak ingin Edward dipikir sebagai suami pelit dan tak bisa membelikan istrinya baju bagus.
Awalnya Edward tak mempermasalahkan pakaian yang dikenakan istrinya saat didandani mamanya, namun setelah dilihat-lihat lagi ternyata itu terlalu seksi sehingga Edward memutuskan untuk memakai gaun yang lebih tertutup. Tak berapa lama menunggu, akhirnya Elli keluar dari ruang pribadi dengan memakai gaun yang diberikan oleh Reno.
Memang gaun yang dikenakan Elli sewaktu berangkat membuat wanita itu jauh lebih dewasa dari usianya dan saat ini tentu sangat berbanding terbalik. Elli menggunakan gaun warna dusty pink dengan riasan sangat tipis, bahkan lipstik yang merah tadi sudah diganti dengan warna peach. Kini perempuan itu seperti seseorang yang akan wisuda kelulusan.
"Sudah, ayo. Nanti keburu malam" ucap Edward saat melihat Elli akan protes dengan ledekan yang dilontarkan oleh Reno.
Elli yang kesal pun segera menarik tangan Edward untuk keluar dari ruangan CEO. Reno juga keluar dengan langkah tegapnya mengikuti dua sejoli yang berjalan berdampingan itu. Dia hanya bisa mendengus kesal melihat keromantisan kedua orang itu, sedangkan dirinya tak mempunyai gandengan sama sekali.
__ADS_1
"Habis masalah ini selesai, gue harus segera cari pasangan" tekad Reno didalam hatinya.
***
Reno memasuki ruang gedung aula yang sudah penuh dengan orang dan kamera dengan wajah datarnya, sedangka Edward dan Elli masih belum memasuki ruangan itu. Melihat Reno memasuki ruangan, semua orang langsung memusatkan perhatiannya kearah orang nomor 2 di Perusahaan Serant Group. Kamera awak media langsung menyala dan menyiarkan secara langsung acara itu.
"Selamat malam semua..." sapa Reno dengan nada dinginnya.
"Malam..." jawab mereka semua serentak.
"Disini saya mewakili Perusahaan Serant Group mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua orang yang telah hadir disini. Disini saya akan langsung saja memberikan beberapa agenda acara untuk malam ini. Yang pertama, untuk pertama kalinya kami akan memperkenalkan seluruh anggota keluarga Serant yang dianggap semua orang misterius karena tak pernah menampakkan wajahnya. Yang kedua, saya akan memperkenalkan CEO sekaligus Pemilik sah Perusahaan Serant Group ke publik beserta dengan istrinya. Yang ketiga, kami akan memperkenalkan siapa sosok keluarga istri CEO kita. Dan yang terakhir, kami akan memberikan klarifikasi mengenai berita viral yang beredar hari ini" ucap Reno membacakan apa saja yang akan dibahas malam ini.
Semua orang yang mendengar hal ini tentunya senang dan kaget sekaligus penasaran. Ini adalah moment yang sangat mereka tunggu-tunggu selama Perusahaan Serant Group mencapai kejayaannya 4 tahun yang lalu. Mereka yakin berita mengenai ini akan menjadi bahan konsumsi publik selama beberapa hari kedepan di media massa maupun elektronik.
Reno menghela nafasnya sebentar kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Terlihat sekali mereka sangat antusias dengan apa yang akan diungkapkan malam ini.
"Oke, saya tak mau berlama-lama lagi. Sekarang saya persilahkan semua anggota keluarga Serant untuk memasuki ruangan aula dan naik keatas panggung" seru Reno.
__ADS_1
Pintu didekat panggung terbuka, keluarlah Papa William yang duduk di kursi roda dengan didorong oleh Mama Amber. Dibelakangnya ada Noura dan Alika yang bergandengan tangan. Kakak dari Papa William atau Ayah Reno tak hadir karena sudah tak menginginkan berada di ruang lingkup keluarga Serant lagi. Semua pun akhirnya dengan pasrah menyetujui permintaan itu. Awalnya Reno kecewa dengan keputusan ayah dan kakaknya, namun dia juga tak bisa berbuat apa-apa lagi terlebih hubungan mereka juga kurang baik.