
"Istri saya memang begini adanya. Dia sangat sederhana dalam berpenampilan, namun dia mempunyai hati yang kaya" ucap Edward sambil tersenyum lembut memandang istrinya.
Ucapan romantis berupa pujian untuk istrinya itu membuat siapapun yang mendengarnya meleleh hatinya. Bahkan semua wanita yang ada di gedung aula itu menatap Elli dengan tatapan iri. Hampir semua wanita ingin diperlakukan seperti itu didepan banyak mata yang kini tertuju kepada keduanya. Elli pun membalas senyuman Edward dengan senyum manisnya.
Para laki-laki hanya bisa memekik tertahan saat melihat Elli yang sangat cantik dengan senyuman manisnya itu. Dibalik wajah datar nan menyeramkan itu, ternyata ada senyuman manis yang disembunyikan hanya untuk orang-orang terdekatnya. Keduanya segera mengalihkan pandangannya kearah depan dengan mengubah raut wajahnya menjadi datar.
"Hmm..." dehem Edward saat melihat tatapan lapar para pria yang ditujukan kepada istrinya itu.
Seketika semuanya gelagapan dan langsung fokus dengan apa yang ada didepannya. Kini adalah giliran para awak media yang mengajukan pertanyaan secara eksklusif.
"Mohon maaf tuan, saya ingin bertanya mengenai kabar tentang Tuan Edward yang bukan anggota inti keluarga Serant. Mohon konfirmasi dan klarifikasinya" tanya salah satu media.
Papa Edward segera mengambil microfon yang ada di pangkuannya. Dirinya akan memberikan klarifikasi mengenai kabar itu agar semua keluarganya bisa hidup dengan tenang tanpa ada masalah apapun lagi.
"Saya yang akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para awak media. Memang benar Edward bukan anak kandung saya, dia adalah anak bawaan dari istri saya. Atau kata lain bisa disebut anak tiri saya. Namun terlepas dari status Edward, itu takkan pernah bisa menggantikan siapapun yang ingin menjadi pemilik Perusahaan Serant Group. Pemilik Serant Group adalah Edward Lion Serant, bahkan saya pun tak berhak atas perusahaan itu karena hanya dia lah pendiri yang sesungguhnya walaupun memakai nama marga keluarga saya" jelas Papa William.
Semua begitu tercengang dengan klarifikasi dari Papa William, ternyata selama ini yang memimpin perusahaan bukanlah salah satu keturunan Serant Group. Bukan hanya awak media dan karyawan, namun Keluarga Niclow pun sama terkejutnya. Bahkan mereka baru mengetahui tentang berita yang begitu mengejutkan ini.
Papa William lebih memilih untuk mengakui Edward sebagai anak tirinya daripada harus jujur kalau laki-laki itu adalah anak di luar nikah istrinya dengan kekasihnya dulu. Ia sudah berdamai dengan masa lalunya dan menerima dengan ikhlas tingkah istrinya di masa lalu. Mama Amber langsung saja menatap suaminya yang berada disampingnya itu dengan mata yang berkaca-kaca. Ia sangat terharu dengan sikap legowo suaminya yang menerima anak dari hubungan masa lalunya.
__ADS_1
"Lalu siapa ayah kandung dari Tuan Edward?" tanya salah satu awak media penasaran.
"Ayah saya hanya orang biasa. Saya tidak akan membuka identitas beliau disini karena dia tak ingin di ekspose" jawab Edward dengan tenang.
Edward berbohong untuk menjawab pertanyaan itu, pasalnya sampai saat ini dirinya belum menemui ayah kandungnya itu. Setelah konferensi pers ini selesai, dirinya akan menemui sang ayah bersama dengan istrinya.
"Saya rasa cukup untuk pertanyaan tentang asal usul dari Tuan Edward. Apakah ada pertanyaan lain?" tanya Reno mengalihkan pembicaraan yang begitu sensitif ini.
Semua awak media menganggukkan kepalanya mengerti karena bagaimanapun itu adalah privacy dari keluarga mereka. Walaupun sebenarnya mereka masih sangat penasaran.
"Kenapa keluarga kalian selama ini begitu misterius? Jarang muncul didepan publik, bahkan ada kabar bahwa Tuan Edward bersifat kejam tanpa kenal ampun kepada karyawannya" tanya salah satu awak media.
"Mengenai saya kejam? Benar, saya akan memperlakukan dengan kejam siapapun yang berurusan dengan saya. Terlebih itu karyawan yang berbuat kesalahan seperti korupsi dan bekerja tidak profesional" lanjutnya.
Semua menganggukkan kepalanya setuju. Setiap orang mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda di setiap perusahaannya. Namun hal itu akan berbeda jika ada karyawan yang melakukan korupsi, pasti pemimpin juga bisa marah bahkan melakukan hal kejam demi membuat jera pelakunya.
Setelah melihat semua awak media dan karyawan terdiam, akhirnya Reno mengakhiri sesi konferensi pers pada malam itu. Konferensi pers itu diakhiri dengan foto bersama seluruh anggota keluarga Serant dan Niclow. Setelah sesi foto, Kakek Ronald mengumumkan sesuatu yang membuat mereka tercengang kecuali Edward.
"Mulai malam ini, Perusahaan Niclow dan Serant Group akan bergabung menjadi Perusahan NS Group" seru Kakek Ronald yang kemudian maju ke depan dan menjabat tangan Edward.
__ADS_1
Semua orang mengabadikan moment bersatunya dua perusahaan besar itu. Entah siapa yang nanti akan memimpinnya, namun yang jelas bersatunya dua penguasa bisnis itu tentunya akan menjadi trending topik esok hari. Bahkan kini media sosial sudah bertebaran dengan foto-foto dari dua keluarga besar yang go public itu.
Edward dan lainnya segera keluar dari panggung aula itu membuat semua orang yang ada di ruangan itu riuh seketika. Mereka kini dengan bebas bergosip mengenai keluarga Serant terutama wajah rupawan Edward setelah semua anggota keluarga itu pergi. Tak terkecuali dengan Sinta dan teman-temannya yang membicarakan mengenai Elli yang menjadi istri dari CEO mereka.
"Elli pintar juga ya cari suami. Keluar dari sini dapatnya pemiliknya" pekik Sinta.
"Iya benar, tapi status mereka disini sepadan sih. Elli kan keturunan keluarga Niclow yang kekuasaannya hampir sama dengan Serant" timpal rekan lainnya.
"Benar, walaupun dulunya dia hanya pegawai biasa namun dia kan aslinya orang kaya" timpal rekan lainnya.
Akhirnya setelah semua orang puas membicarakan tentang kejadian malam ini. mereka membubarkan diri sehingga ruang aula yang semula ramai menjadi sepi.
***
Semua anggota keluarga Niclow dan Serant telah kembali ke rumahnya masing-masing kecuali Edward dan Elli yang tengah berkendara di tengah malam yang gelap gulita ini. Perjalanan yang diperkirakan akan berlangsung sangat lama ini membuat Edward dan Elli bergantian untuk mengemudikan mobil.
Awalnya Edward tak mengijinkan istrinya memegang kemudi, namun Elli mengancam akan marah padanya jika tak diijinkan. Elli tak ingin Edward kelelahan mengemudi di malam hari apalagi mereka akan berada di perjalanan selama hampir 12 jam.
Sesuai rencana Edward, kalau malam ini keduanya akan pergi ke rumah ayah kandungnya. Belum ada bandara di daerah itu membuat keduanya harus menempuh perjalan jauh berjam-jam dengan mengendarai mobil. Namun itu tak menyurutkan semangat keduanya untuk menemui ayah kandung Edward. Tempat tinggal ayah kandung Edward berada di desa terpencil membuat perjalanan itu terasa mencekam pasalnya harus melewati hutan.
__ADS_1