
Mama Amber dan Mama Nessa bergidik ngeri melihat Edward yang sudah seperti monster ketika menghajar dokter yang memberikan obat untuk Papa William dan Alika. Mereka saat ini tengah was-was karena Edward telah mengetahui dalang dari pemberian obat itu adalah mereka. Mereka yakin bahwa Edward takkan pernah melepaskan dengan mudah orang yang telah membuat dua orang yang sangat ia sayangi menderita. Mereka berdua hanya berharap diberikan keringanan hukuman mengingat mereka adalah keluarga. Namun sayang, sepertinya Edward takkan sebaik itu walaupun yang sedang ia hadapi adalah keluarganya sendiri.
"Untuk anda Nyonya Amber" ucap Edward dengan nada datarnya kemudian berjalan pelan memutari tubuh Mama Amber yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
"Anda itu cantik, tapi sayang tak punya hati. Kalau saja papa saya dulu tak membantu anda dan keluarga anda, mungkin anda sudah gila. Anda itu buta, tak bisa melihat mana yang baik dan buruk. Papa dan Alika seperti ini juga karena akibat dari menyelamatkan anda tetapi dengan teganya anda menelantarkan, menjauhi, dan menyakiti mereka. Dasar istri dan ibu iblis" bentaknya dengan menonjokkan tangannya ke arah udara membuat Mama Amber memejamkan matanya.
Mendengar bentakan Edward membuat Mama Amber menjadi ciut nyali menghadapi anak sulungnya itu padahal biasanya ia selalu punya alasan dan pintar berkilah jika melakukan kesalahan.
"Reno, urus surat perceraian papa dan perempuan ini. Buat perempuan ini setuju untuk bercerai dan tak bisa menuntut harta gono gini dari keluarga ini" titah Edward pada Reno membuat Mama Amber membelalakkan matanya kaget.
"Ed, kau tak bisa memutuskan seperti ini. Ini pernikahan mama dan papa, yang bisa memutuskan kami akan bercerai atau tidak itu hanya mama dan papa saja" seru Mama Amber tak terima bahkan ia melupakan ketakutannya pada Edward.
"Saya bisa melakukan semua hal yang saya mau. Bahkan asal anda tahu, kalau papa sudah menyetujui untuk bercerai dengan anda. Namun papa ternyata masih baik dengan anda. Ia masih mau memikirkan bagaimana anda nanti hidup diluar sana tanpa kekuasaan dari keluarga Serant, sehingga walaupun bercerai beliau masih mau memberikan sedikit hartanya untuk anda. Namun karena yang mengurus semuanya adalah saya, saya takkan membiarkan anda menikmati sepeserpun harta dari keluarga Serant" ucap Edward dengan sadisnya.
"Bohong, kamu pasti bohong Ed. Papa kamu sangat mencintai mama tak mungkin dia menyetujui perceraian ini" seru Mama Amber dengan mata memerah yang menyiratkan ketakutan besar.
"Memang benar yang anda katakan kalau Papa saya sangat mencintai anda, tapi dia terlalu bodoh karena mencintai orang yang salah" ucap Edward dengan nada sinisnya.
"Dasar iblis kau, Ed. Kau sudah seperti monster tak punya hati. Bahkan kau tega dengan ibu kandungmu sendiri, yang mengandung dan melahirkanmu" bentak Mama Amber yang benar-benar tak terima dengan apa yang diucapkan oleh Edward.
__ADS_1
"Hahaha Saya iblis? Saya monster tak punya hati? Bukankah sifat ini berasal dari anda, Nyonya Amber" ucap Edward dengan tertawa hambar.
"Harusnya kau beruntung bisa masuk keluarga ini karena aku, Ed. Kalau saja aku tak mengaku kalau aku sedang mengandung anak dari William itu, sudah ku pastikan kau akan hidup melarat karena punya ayah yang miskin" seru Mama Amber yang dengan mudahnya mengucapkan sebuah rahasia yang selama ini disimpannya karena amarah yang menguasai tubuhnya.
Deg...
Jantung Edward seperti ditikam sebuah pedang, pasokan udara yang masuk di paru-parunya seakan menipis karena mendengar ucapan dari mamanya. Apalagi rahasia di keluarga ini yang tak pernah ia ketahui padahal ia selalu berusaha mencari semua tentang fakta-fakta tersembunyi dari keluarganya itu. Pikiran Edward kini kacau dan tak fokus untuk membalas semua perlakukan mama dan tantenya. Tak kalah shocknya dari Edward, Reno pun juga terkejut mengenai semua ini.
"Mbak..." seru Mama Nessa memperingati.
"Apa?" tanya Mama Amber dengan linglungnya.
Setelah mengingat-ingat akhirnya Mama Amber baru sadar kalau ia telah mengucapkan sebuah fakta yang selama ini menjadi rahasia masa lalunya. Bahkan Papa William sendiri tak mengetahui tentang hal ini.
"Ya, kau adalah anak dari seorang pria miskin yang mungkin saja sekarang sudah mati karena kelaparan" ucap Mama Amber dengan tajamnya.
"Harusnya kau beruntung punya mama yang cerdas sepertiku hingga bisa membodohi William dan kita bisa hidup dengan segala kemewahan ini. Harusnya kau ada dipihak mama untuk menguasai semua harta milik William bukan malah berada di pihaknya dia. Dasar anak tak berguna" lanjutnya dengan menyalahkan Edward.
Karena sudah terlanjur kepalang basah akhirnya Mama Amber mengungkapkan semua fakta yang selama ini ia sembunyikan. Untungnya disana hanya ada Edward, Reno, Mama Nessa, Noura, dan dirinya saja.
__ADS_1
"Sialan... Dasar wanita gila harta" bentak Edward yang kemudian pergi dari ruang tamu dan segera keluar dari mansion mewah itu dengan pikiran kacaunya.
Reno yang melihat Edward pergi segera saja mengikutinya, namun sebelum itu ia mengucapkan kalimat yang membuat Mama Amber, Mama Nessa, dan Noura menegang di tempat.
"Walaupun Edward bukan anak kandung Papa William dan bukan keturunan keluarga Serant, dia tetap akan menjadi pewaris utama dari Serant Group karena yang membuat perusahaan itu bangkit dari kebangkrutan adalah kerja keras dari Edward sendiri. Bahkan akan aku pastikan jika kalian bertiga takkan pernah bisa menikmati harta milik keluarga Serant mulai hari ini" ucap Reno kemudian pergi berlalu dari hadapan ketiga perempuan itu.
"Reno, kau tak bisa melakukan hal ini kepada mama kandungmu sendiri. Reno jangan jadi anak durhaka kamu" seru Mama Nessa tak terima dengan ucapan Reno namun tak digubris sama sekali oleh Reno.
"Ini semua gara-gara kamu, mbak. Kalau saja kamu nggak keceplosan mengenai semua rahasia itu, kita nggak akan kaya gini" lanjutnya kemudian menyalahkan Mama Amber.
"Jangan nyalahin aku juga dong, habisnya aku emosi. Diperlakukan semena-mena sama anakku sendiri, gimana nggak bikin aku naik darah coba. Kamu juga nggak cegah aku sebelum aku berbicara seperti itu" ucap Mama Amber tak mau disalahkan.
"Sudahlah ma, tante... Jangan saling menyalahkan. Lebih baik kita cari solusi dari semua permasalahan ini. Akan dipastikan kalau kak Edward dan kak Reno takkan membiarkan kita lepas begitu saja dari apa yang kalian lakukan pada Paman dan Alika" ucap Noura menengahi pertengkaran itu.
Mereeka bertiga pun terduduk termenung di ruang tamu dengan memikirkan berbagai rencana untuk menyelesaikan segala permasalahan ini sebelum keluarga inti Serant yang lain mengetahui semuanya.
************
Akhir-akhir ini alurnya menegangkan ya hehehe
__ADS_1
Part habis ini kita santuy... santuy dulu okay...