Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Menghabisi


__ADS_3

Edward menyerahkan Bibi Hen ke gendongan Victor kemudian mendekat kearah istrinya yang masih dikerubungi lima orang bodyguard yang tengah terduduk di lantai karena kesakitan. Edward menarik Elli masuk ke dalam pelukannya kemudian menatap tajam semua bodyguard dan maid yang ada disana. Semua maid dan bodyguard seketika menundukkan kepalanya karena melihat tatapan tajam yang dilayangkan oleh Edward. Terlihat sekali kalau Edwrad tengah khawatir dengan keadaan istrinya.


"Victor, bawa Bibi Hen ke rumah sakit" titah Edward tanpa mengalihkan pandangannya.


Sebenarnya Victor sangat berat hati meninggalkan kedua majikannya berada di mansion yang penuh dengan para pekerja yang mempunyai sikap tak bermoral. Ternyata selama ini anak buahnya yang ia percaya tak berada di pihaknya dan keluarga Edward, semuanya berpihak kepada Bunda Nessa dan kekasihnya. Hal itu baru saja diketahui oleh Victor saat membuka CCTV yang ada di mansion ini. Victor pasrah apabila nanti dia akan diberi hukuman oleh Edward karena kecerobohannya memilih anak buah. Untuk saat ini, keselamatan Bibi Hen sangatlah penting dan ia yakin kalau Edward dan Elli bisa menghabisi semua orang yang telah berkhianat padanya.


Victor segera berlalu meninggalkan mansion itu dengan membawa Bibi Hen dalam gendongannya. Ia harus segera melaksanakan perintah Edward untuk membawa Bibi Hen ke rumah sakit. Melihat Victor sudah berlalu pergi, Elli segera mengubah wajahnya menjadi datar begitupun dengan Edward. Rahang keduanya mengeras bahkan terlihat sekali kalau mereka tengah menahan emosinya dengan mengepalkan telapak tangannya dengan erat.


"Kalian benar-benar tak punya hati, membuat orang yang saya sayangi seperti ini" sentak Edward.


Dalam CCTV yang dilihat oleh Edward dan Victor tadi, terlihat kalau beberapa maid perempuan tengah merundung Bibi Hen. Dimulai dari menyuruhnya membersihkan mansion ini sendirian dan memasak untuk semua pekerja, padahal itu bukanlah menjadi pekerjaannya. Tugas Bibi Hen sebenarnya adalah mengawasi para pekerja bukan yang bekerja. Melihat hal itu, Edward begitu emosi orang yang begitu disayanginya diperlakukan bak pembantu oleh para maid baru. Sedangkan para maid yang lain terlihat duduk manis di ruang tamu seperti seorang majikan.


Para bodyguard juga berperilaku seenaknya berada di mansionnya dengan mabuk-mabukan dan membawa perempuan masuk. Namun kini Edward masih bingung dengan keberadaan Noura dan Mama Amber yang bahkan tak terlihat sekalipun batang hidungnya.


"Apa yang harus kita lakukan pada mereka ini, istriku?" tanya Edward.


Mereka kini terkejut dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Edward. Ternyata Elli tak mengaku-ngaku sebagai istri dari tuannya karena memang itu adalah fakta sebenarnya. Bisa tamat riwayat mereka kali ini kalau sampai Elli mengadu tentang kejadian tadi pada Edward.

__ADS_1


"Tiada ampun bagi para pengkhianat dan penjilat seperti mereka, selain MATI" ucap Elli sambil tersenyum smirk.


Mereka yang mendengar hal itu meneguk salivanya kasar, apalagi kini aura di sekitar ruang tamu tiba-tiba saja menjadi dingin membuat bulu kuduk semuanya berdiri. Namun tiba-tiba semua bodyguard dan maid mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Mereka semua menatap Edward dan Elli remeh terlebih kubu mereka jauh lebih banyak dan dapat dipastikan akan menang lebih mudah.


"Sebelum kalian menghabisi kami, maka kami duluan yang akan menghabisi kalian. Kalian berdua lihatlah, disini kami ada lebih dari 30 orang sedangkan kalian hanya berdua" ucap salah ssatu bodyguard dengan nada sombongnya.


Semua bodyguard dan maid tertawa meremehkan Edward dan Elli. Edward sudah terpancing emosinya namun Elli masih terlihat santai menanggapi hal itu.


"Dasar tak tahu diuntung, masih mending kalian dipungut oleh kak Victor lalu dijadikan anak buahnya dan dapat uang banyak. Kalau enggak sih, udah dipastikan kalau kalian akan berakhir di jalanan. Saya jamin pasti keluarga kalian malu mengakui kalian sebagai keluarganya" ucap Elli dengan pedas.


"Kayanya bermain dengan ini sangat menyenangkan" ucap Elli sambil mengeluarkan sebuah pistol dari dalam jaket yang dikenakannya.


Edward dan semuanya terkejut melihat apa yang dikeluarkan oleh Elli, pasalnya pistol itu merupakan edisi khusus yang hanya ada dua di dunia dan itu semua yang memiliki adalah Edward. Lalu darimana Elli mendapatkannya? Elli melirik kearah Edward yang menatapnya dengan tatapan tak percaya. Elli hanya mengerlingkan sebelah matanya untuk memberi kode pada Edwrad untuk fokus.


"Tenang, ini pistol mainan kok. Bukan berisi peluru untuk membuat kalian masuk rumah sakit, namun... Peluru untuk membuat kalian masuk neraka" ucap Elli dengan sedikit menjeda kalimatnya.


Glekkkk...

__ADS_1


Kalimat yang diucapkan oleh Elli membuat mereka ketakutan pasalnya kini raut wajah Elli seperti malaikat pencabut nyawa. Bahkan raut wajah semuanya begitu pucat pasi karena mereka tahu kalau itu pistol nyata. Edward pun sedikit takut dengan perubahan yang ada di diri istrinya itu.


"Seperti ini contohnya" lanjutnya tiba-tiba.


Dorrrr....


Elli menembakkan pistolnya tepat pada jantung salah seorang bodyguard yang berdiri paling ujung. Bodyguard itu pun tumbang dan terjatuh di lantai sambil memegang dadanya. Bahkan benda yang dipegang pun terjatuh dan semua mata membelalak kaget saat melihat benda yang terjatuh itu. Sebuah pisau kecil yang siap dilemparkan kearah Elli dan Edward, namun dengan sigapnya gadis itu melihatnya dan langsung menumbangkan pelaku. Para maid disana ketakutan melihat kejadian ini.


Klunting...


Elli memberi kode kepada Edward untuk segera menyelesaikan semua ini, pasalnya tujuan mereka kesini bukan untuk mengurusi masalah maid dan bodyguard saja. Ada masalah yang lebih penting daripada ini. Edward menganggukkan kepalanya kemudian mengambil pistol yang sama dengan Elli dari saku jasnya. Sebenarnya ia masih penasaran dengan asal pistol yang dibawa Elli, mungkin nanti jika sudah berada di rumah dirinya akan menanyakannya.


Dor... Bugh... Dor... Bugh... Bugh... Dor... Bugh...


Bunyi tembakan pistol dan pukulan menggema di mansion itu. Semua bodyguard yang belum tersadar dari rasa terkejutnya karena rekannya yang tumbang pun kembali dikejutkan dengan suara tembakan dan serangan dadakan dari Edward dan Elli. Mereka berdua berjalan santai mendekat kearah para bodyguard lalu memukul sekali dan langsung menembak dada orang-orang disana hingga semua jatuh bertumbangan dan tewas ditempat tanpa adanya perlawanan.


Sedangkan para maid hanya bisa menjerit histeris melihat kejadian pembantaian yang dilakukan oleh Edward dan Elli tepat dihadapan mata mereka. Bahkan ada yang sampai pingsan karena melihat banyak rekan kerja mereka yang sudah tak bernyawa dengan darah yang keluar dari dada.

__ADS_1


__ADS_2