Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Reno Adrian Serant


__ADS_3

Reno Adrian Serant atau biasa dipanggil Reno ini adalah asisten kepercayaan Edward di Perusahaan Serant Group sekaligus sepupu dari CEO nya itu. Reno adalah anak kedua dari pasangan Nino Adiguna Serant dan Natalie Nessa. Nino Adiguna Serant adalah kakak laki-laki dari Papa William. Ia tumbuh sejak kecil bersama dengan Edward sampailah hingga kini keduanya tak pernah terpisahkan terutama dalam hal pekerjaan. Reno lebih memilih untuk bekerja pada Edward sebagai asistennya karena tak ingin suatu saat nanti adanya perebutan kekuasaan dengan kakak pertamanya, Andika Leonard Serant. Lagipula dirinya jauh lebih dekat dan nyaman ketika berunding dengan Edward dibanding kakaknya itu.


Reno dan kakaknya tak terlalu dekat karena Andika memang berada diluar negeri sejak sekolah dasar hingga kini sudah membangun perusahaan disana. Bahkan dengan ayahnya saja dirinya tak terlalu dekat karena ayahnya juga ikut tinggal diluar negeri bersama kakaknya. Entah apa yang membuat keduanya tak pernah mau pulang ke negara kelahirannya. Setiap Reno tanya, pasti jawaban mereka adalah sudah nyaman tinggal disana dan banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan di negara itu. Hal itu membuat dirinya kekurangan kasih sayang dari ayahnya sehingga menjadi lebih dekat pada Papa William yang tak lain adalah pamannya sendiri.


Reno tak terlalu menyukai kehadiran adiknya, Noura yang selalu bersikap seenaknya dan suka menindas oranglain. Bahkan di mansion saja dia bagaikan ratu yang harus setiap hari dilayani padahal peraturan disana kalau untuk urusan pribadi tak boleh yang namanya meminta bantuan maid atau pekerja. Saat kelahirannya, entah mengapa Reno merasa tak suka padanya terlebih perhatian bundanya saat itu hanya tertuju pada Noura saja. Dirinya yang saat itu masih butuh kash sayang ibunya seperti tak diperhatikan hingga menimbulkan rasa benci.


Reno juga tak dekat dengan bundanya karena merasa ibunya itu sudah berubah sejak lama. Kadang bundanya itu bersikap sinis dan kasar terhadapnya hingga membuat mentalnya sedikit terguncang. Bahkan menurut Reno, bundanya sekarang sangat gila harta. Terlebih saat dirinya berada di bangku SMP, ia tak pernah lagi diberikan uang saku. Semua kebutuhan pribadi dan sekolahnya ditanggung oleh pamannya sendiri. Ia tak tahu apakah ayahnya membiayai kehidupan ibu dan adiknya itu karena selama ia sudah bekerja, bundanya itu selalu meminta uang bulanan padanya.


Entah apa yang terjadi dengan keluarganya, sampai saat ini dirinya tak tahu. Ia sudah berusaha mencari alasan mengapa kakak dan ayahnya tak mau kembali dan ibunya yang berubah seperti ini, namun hasilnya benar-benar nihil. Ia hanya berharap suatu saat nanti dirinya bisa tahu semua penyebab dari kekacauan keluarganya.


***


Reno kini tengah berada di teras depan rumah Elli, matanya menerawang ke atas menatap langit-langit malam yang tampak indah dengan taburan bintang dan sinar bulan. Reno ingin merasakan kebahagiaan seperti anak-anak lainnya yaitu berkumpul dengan kedua orangtua dan saudara-saudaranya, namun seakan semua itu hanya akan menjadi khayalan bagi dirinya.


"Jangan melamun malam-malam, nanti bisa kerasukan jin tomang" ucap seseorang yang baru saja datang.


Seseorang yang baru saja datang dan langsung duduk disamping Reno itu adalah Edward. Edward melihat Reno yang tengah melamun dengan mata berkaca-kaca menatap langit malam membuatnya segera mendekati sepupunya itu. Reno hanya melirik Edward yang tengah duduk disampingnya kemudian kembali menatap langit malam.


"Nggak ada jin tomang disini, Ed. Jin tomangnya pasti udah diusir sama istrimu yang bar-bar itu kalau sampai dia benar ada disini" ucap Reno dengan terkekeh geli.

__ADS_1


"Ya kau benar, bahkan bisa jadi jin tomangnya takut melihat wajah istriku" ucap Edward dengan terkekeh pelan.


Candaan receh yang mereka berdua lontarkan mengenai sikap bar-bar dari istri Edward itu benar-benar mengundang kekehan keduanya. Menggosipkan wanita yang kini tengah tertidur pulas itu sepertinya akan menjadi hiburan untuk keduanya.


"Apa kehidupanmu kini telah bahagia, Ed? Aku lihat kau telah menunjukkan banyak ekspresi bahagia akhir-akhir ini" tanya Reno.


"Ya, aku sangat bahagia. Semenjak ada Elli di kehidupanku, hidupku yang awalnya abu-abu menjadi lebih cerah. Terlebih kini perkembangan kesehatan Alika dan papa sudah jauh lebih membaik, hal itu membuat semangat hidupku bertambah" ucap Edward.


"Aku turut berbahagia dengan kebahagiaan yang kau dapat, Ed" ucap Reno dengan tersenyum tipis.


Jawaban Reno yang seperti itu terkesan kalau kini keadaan laki-laki itu sedang tidak baik-baik saja. Reno belum mendapatkan kebahagiaan seperti saudara sepupunya itu.


"Sepertinya kebahagiaan masih jauh dari kehidupanku, Ed" ucap Reno dengan tersenyum miris.


Senyuman getir tergambar dari wajah Reno, entah mengapa kebahagiaan masih sulit mendekat kearahnya padahal dia telah merasakan kepahitan sejak kecil. Ia merasa Tuhan begitu tak adil padanya.


"Kau tak boleh pesimis seperti ini, Ren. Kau adalah adikku, walaupun kita hanya berbeda berapa bulan saja namun kau tetaplah adikku. Sebagai kakak, aku akan memastikan kalau kau akan mendapatkan kebahagiaanmu. Sebentar lagi kau akan mendapatkan kebahagiaanmu, aku yakin itu" ucap Edward serius.


"Terimakasih, Ed" ucap Reno dengan tersenyum tulus.

__ADS_1


Reno mengalihkan perhatiannya kearah Edward begitupun sebaliknya sambil tersenyum tipis. Mereka berharap kedepannya akan selalu menjaga dan menghargai satu sama lain demi sebuah arti dari kebahagiaan bersama dengan orang-orang tersayang.


Kini keduanya terdiam setelah berbincang mengenai tentang kebahagiaan masing-masing. Moment ini sangat jarang mereka lakukan karena kesibukan pekerjaan dan juga sibuk mengurus Alika serta Papa William. Beruntungnya dengan adanya Elli, keduanya bisa sedikit lebih ringan untuk mengurus kedua orang tersayang mereka.


"Ren, apa yang akan kau lakukan jika ada salah satu anggota keluargamu menjadi penyebab hancurnya keluarga besarmu?" tanya Edward serius.


"Maksudmu?" tanya Reno dengan mengernyit heran.


"Aku hanya ingin tahu saja bagaimana reaksimu jika semua itu terjadi" uap Edward santai.


"Aku akan berbuat tegas, Ed. Kalau memang itu kesalahan fatal maka aku akan dengan mudah menyingkirkan perusak kebahagiaan keluarga besarku, tetapi kalau hanya kesalahan kecil maka aku akan memberikan teguran agar dia bisa berubah" ucap Reno.


Edward yang mendengar hal itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Sebenarnya kini dia sedang mulai masuk dalam topik tentang perbuatan jahat dari ibunda Reno. Edward hanya ingin memastikan tentang bagaimana nanti sikap Reno saat ia menghadapi kenyataan itu


"Coba kau lihat ini, Ren" perintah Edward.


Edward memberikan ponselnya kepada Reno yang terlihat sangat heran dengan apa yang dilakukan saudaranya itu. Namun ia mengambil ponsel itu juga dan mulai melihat apa yang tertera pada layar ponselnya.


Deg...

__ADS_1


__ADS_2