
Reno terlihat berjalan mendekat kearah Bunda Nessa yang kini menatapnya dengan mata berbinar-binar. Bunda Nessa berpikir bahwa Reno akan melepaskannya dari jeratan Edward. Kemudian Reno berdiri dibelakang tubuh bundanya dan melepaskan tali yang ada ditangan dan kakinya. Bunda Nessa merasa lega karena kini tangannya terbebas dari tali yang melukai pergelangan tangannya selama hampir satu minggu ini. Baginya dengan adanya Reno hadir disini, maka dia bisa bebas begitu saja. Sedangkan Edward hanya memandang sepasang anak dan ibu itu dengan tatapan datarnya.
Namun ternyata pikirannya salah karena setelah melepaskan ikatan tali pada kaki dan tangannya, tiba-tiba saja Reno mengacungkan pistol yang dibawanya ke pelipis Bunda Nessa. Bunda Nessa yang sudah terlanjur bahagia karena bisa terbebas pun seketika menegang dan tak bergerak sama sekali bahkan wajahnya terlihat pucat pasi. Dia terlihat takut kalau dirinya bergerak sedikit saja maka akan langsung ditembak oleh Reno. Ia tak menyangka bahwa angan-angannya untuk bebas dihancurkan seketika oleh realita.
Bunda Nessa bingung dengan apa yang terjadi pada anaknya hingga dengan teganya melakukan hal ini. Dia masih berpikir kalau Reno hanya menakut-nakuti atau bercanda saja dengannya, namun saat ia melirik kearah anaknya yang hanya menampilkan wajah datar membuatnya berpikir lain.
"Ren, itu pistol bahaya lho kalau sampai kena kepala bunda" ucap Bunda Nessa dengan takut-takut.
"Lebih bahaya mana antara ditembak langsung mati atau hidup dengan keadaan depresi karena trauma penculikan" tanya Reno.
"Maksud kamu apa, Ren? Bunda nggak ngerti" tanya Bunda Nessa.
"Hahaha Anda takkan pernah mengerti bahkan sadar dengan apa yang sudah anda perbuat. Bahkan anda takkan pernah mengerti bagaimana perasaan seorang anak yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya sejak kecil" ucap Reno dengan tertawa miris.
"Bahkan setelah dirinya dewasa, dia hanya dijadikan mesin pencetak uang. Kalau tak ada Edward dan Paman William, sudah bisa dipastikan kini kau melihat gundukan tanah atas nama anak laki-lakimu" lanjutnya.
Reno tertawa miris bahkan wajahnya kini kian datar dan dingin saat mengungkapkan semua perasaan unek-uneknya. Tak ada raut sedih atau air mata yang keluar dari matanya. Dia benar-benar menertawakan jalan hidupnya yang seakan selalu mempermainkannya. Bunda Nessa yang melihat itu seketika menundukkan kepalanya, entah ia merasa bersalah atau hanya pura-pura saja.
__ADS_1
Bunda Nessa sekarang paham kalau yang dimaksud ucapan Reno tentang kasus penculikan itu adalah Alika yang hidup dalam lingkup rasa trauma.
"Maaf... Maafin Bunda, Ren" ucap Bunda Nessa lirih.
"Jangan sok merasa bersalah, TERLAMBAT" sentak Reno.
Edward dan Bunda Nessa kaget dengan sentakan menggelegar dari Reno. Tak pernah mereka melihat Reno seperti itu. Semarah-marahnya Reno, dia hanya akan diam saja.
"Saya akan mengirim anda ke sebuah kota terpencil di negara C" putus Reno.
Negara C adalah negara dengan penduduk dan warga sipil yang mempunyai sikap disiplin tinggi terhadao aturan yang dibuat. Sekalinya sudah masuk negara itu, dia takkan pernah bisa keluar dengan mudah. Jika mau kabur maka dia harus melewati laut sebagai jalan satu-satunya.
"Jangan, nak. Bunda mohon jangan lakukan itu. Bunda akan berubah dan lebih menyayangi Reno. Maaf... Maafkan bunda" mohon Bunda Nessa.
Bunda Nessa panik karena Reno hanya menatapnya datar walaupun ia sudah memasang wajah bersedih dan memohon-mohon pada anaknya itu. Dia sudah mendengar tentang negara yang terkenal dengan pemimpinnya yang sangat disiplin dan kejam itu. Bahkan disana untuk mendapatkan uang harus bisa berpikir cerdas dan bekerja keras, kalau tidak bisa melakukan dua hal itu sudah dipastikan dia akan berakhir dijalanan.
"Terlambat, semuanya sudah terlambat. Bahkan diumurku yang sudah menginjak angka 23 tahun ini, aku tak pernah merasakan belaian atau pelukan dari seorang ibu maupun ayah. Tenang saja aku akan membawa Noura untuk menemanimu" ucap Reno.
__ADS_1
Bunda Nessa akhirnya pasrah walaupun didalam hatinya ia kesal bukan main karena aktingnya tak bisa meluluhkan hati Reno. Namun apa boleh buat, dia harus bertahan seperti ini karena sudah tak mempunyai tameng siapapun disini. Hanya Reno yang bisa ia harapkan untuk menopang kehidupannya.
"Aku bisa membantu anda untuk meringankan hukuman dari Reno. Asalkan anda mengatakan dimana keberadaan cecunguk itu" sela Edward.
Bunda Nessa yang mendengar ucapan Edward membuat ia memiliki secerca harapan. Namun dia masih bimbang apakah akan mengatakannya atau tidak pasalnya kalau sampai kekasihnya itu tertangkap sudah pasti hubungannya terancam. Namun disisi lain ia tak mungkin membiarkan Noura ikut terlibat dalam masalah ini karena ini bukan salahnya. Bunda Nessa terdiam cukup lama sedangkan Reno dan Edward hanya memandang datar wanita paruh baya itu.
"Baiklah, aku akan mengatakannya" putus Bunda Nessa.
"Pilihan yang bagus" ucap Edward.
"Dia sekarang tinggal di gudang mansion keluarga dekat pavilliun untuk maid dan bodyguard" jawab Bunda Nessa.
Reno dan Edward terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Bunda Nessa. Bisa-bisanya musuh ada di mansion keluarganya sendiri dan dengan bodohnya mereka tak mengetahuinya. Edward yakin ada bodyguard yang membantu untuk menutupinya, pasalnya selama ini walaupun ia tak ke mansion namun ada beberapa bodyguard yang selalu ia mintai informasi mengenai keadaan disana.
"Sekarang ini jadi urusanmu, Ren. Aku akan mengurus cecunguk itu" ucap Edward.
Reno menganggukkan kepalanya paham sambil melihat kearah Edward yang berlalu keluar dari gudang tersebut. Sedangkan Reno masih mengacungkan pistol ke pelipis bundanya kemudian menghela nafasnya kasar. Ia menurunkan pistolnya kemudian memasukkannya kedalam saku jasnya.
__ADS_1
"Aku memang tak bisa melukaimu karena didalam tubuhku masih mengalir darahmu. Tetapi maaf keputusanku sudah bulat, aku akan memindahkan bunda ke desa tempat tinggal nenek dan kakek. Hiduplah bahagia disana dengan kesederhanaan bersama dengan anak perempuan dan kedua orangtuamu karena sesungguhnya uang bukanlah faktor utama menciptakan kebahagiaan. Aku hanya akan mengirimkan uang bulanan untuk biaya makan kalian, berusahalah hemat dan bekerja tanpa bergantung pada oranglain jika bunda ingin berfoya-foya. Jika bunda tak bisa menjadi orangtua yang baik untukku, maka jadilah baik untuk anak perempuanmu dan kedua orangtuamu. Dan akan aku pastikan kalian takkan bisa kembali kesini. Aku harap ketika menjenguk kesana, kalian sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik" putus Reno.
Bunda Nessa hanya bisa terdiam kaku dengan apa yang didengarnya, walaupun desa tempat tinggal orangtuanya kini lebih baik daripada kota di negara C namun tetap saja dirinya masih terlalu berat. Apalagi dia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, terutama kehidupan sosialitanya yang harus ia tinggalkan. Bunda Nessa juga tak mungkin melawan Reno karena kini ia sudah tak ada backingan lagi untukberlindung. Terlebih kekasihnya pasti juga akan menjadi bulan-bulanan Edward setelah ditemukan.