Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Perombakan


__ADS_3

Edward dan Elli duduk di ruang tamu diikuti oleh Reno, Mama Amber, dan Noura. Edward memeluk istrinya dengan erat seakan-akan disana hanya ada mereka berdua saja.


Aaaaaaaa...


Elli yang mendengar teriakan dari para maid yang berada di gudang belakang hanya terkekeh pelan. Dirinya sungguh bahagia karena bisa menjahili para maid yang tadi bersikap seenaknya terhadapnya tadi. Edward hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Elli yang super ajaib itu terlebih sifat jahilnya.


Sedangkan kini Mama Amber dan Noura tengah menundukkan kepalanya karena merasa tidak nyaman dengan suasana ini, apalagi Edward dan Elli terlihat tak menganggap ada kehadiran mereka. Sedangkan Reno tengah menyandarkan kepalanya di sofa sambil memejamkan matanya. Hari ini begitu menguras tenaganya membuatnya begitu lelah pikiran dan fisik.


"Hmm... Ed, mama ikut tinggal sama kamu ya" ucap Mama Amber memecah keheningan.


Edward yang mendengar mamanya berbicara pun hanya terdiam bahkan gerakan usapan lembut di kepala istrinya seketika berhenti. Edward menatap tajam kearah mamanya itu membuat Mama Amber kembali menundukkan kepalanya.


Elli yang melihat Edward tengah menatap tajam Mama Amber pun dengan sigap mengelus rahang tegas suaminya membuat laki-laki itu mengarahkan pandangannya kearah sang istri yang tengah menatapnya lembut.


"Bolehkah aku yang memutuskan?" tanya Elli dengan hati-hati.


Edward hanya menganggukkan kepalanya, ia akan mengikuti ucapan istrinya selagi itu baik untuk semuanya. Elli juga tak mungkin ceroboh dalam memutuskan sesuatu. Terlebih ini untuk keselamatan semua keluarganya.


"Aku ingin kita semua tinggal disini kecuali Bibi Nessa yang akan tinggal sesuai dengan hukuman yang telah diberikan oleh kak Reno. Kecuali jika kak Reno yang menginginkan bibi tinggal bersama kita" putus Elli.


Semua orang menatap Elli dengan pandangan tak percaya terutama Edward. Ketika Edward ingin protes, Elli segera menutup mulut suaminya itu dengan telapak tangannya. Reno pun yang mendengar ucapan itu langsung saja membuka matanya dan menegakkan badannya.


"Disini yang bersalah adalah Bibi Nessa. Noura dan Tante Amber hanya terpengaruh dengan apa yang diucapkan Bibi Nessa, kalau mereka tinggal bersama dengan bibi sudah dapat dipastikan mereka akan terpengaruh hal lainnya. Luaskan hatimu dan berikan kesempatan mereka berdua untuk berubah lebih baik" ucap Elli dengan


mengelus dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Dengan kembalinya kita ke mansion ini, kita juga bisa membantu Alika untuk terbiasa dengan ingatan-ingatan masa lalunya. Aku yakin Alika akan cepat sembuh" lanjutnya.


Edward dan Reno terdiam dengan alasan yang diungkapkan Elli. Namun jujur saja, mereka masih berat untuk menerima Mama Amber dan Noura walaupun mereka bukan dalangnya.


"Semuanya akan baik-baik saja, selama kita menghadapi semua ini bersama" bisik Elli tepat di telinga suaminya.


Setelah mengatakan hal itu, Elli mengecup singkat rahang tegas suaminya membuat Edward menatap istrinya dengan tatapan terkejut.


"Jangan memancingku, nanti aku bisa kebablasan dan menerkammu disini" bisik Edward.


"Terkam aja kalau mau, udah halal juga kak" bisik Elli dengan mengerlingkan sebelah matanya.


Reno yang melihat adegan itu hanya mendengus malas, namun tidak bagi Mama Amber yang sangat terhibur dengan kegiatan romantis pasangan itu. Noura pun juga senang, tak ada lagi perasaan benci atau tidak suka yang tersimpan didalam hatinya kini setelah mengetahui semua hal yang dilakukannya selama ini ternyata salah.


"Hmm... Hmm... Kalau mau mesra-mesraan jangan disini, dikamar sana" kesal Reno.


Reno tak membalas ejekan Elli karena hanya akan berakibat dirinya yang kalah debat dengan gadis itu. Akhirnya Edward dan Reno menyetujui untuk Mama Amber dan Noura tinggal bersama dengan syarat tak boleh membuat ulah lagi. Jika membuat ulah, maka Edward takkan tanggung-tanggung untuk mengirimkan mereka ke negara lain.


***


Reno pergi ke tempat Bunda Nessa berada, sedangkan Mama Amber dan Noura tengah diobati lukanya oleh dokter yang dibawa oleh Edward. Sedangkan Edward dan Elli akan pulang dulu ke rumah Elli untuk membawa barang-barangnya serta memberitahu Papa William tentang kejadian hari ini.


Sesampainya didepan rumah Elli, keduanya segera masuk kedalam dan terlihatlah Papa William sedang memperhatikan Alika yang tengah menyuapi Bibi Hen makanan.


"Assalamu'alaikum..." salam Elli.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam..." jawab ketiganya.


Alika segera berdiri dan berlari memeluk Elli dengan eratnya. Mendengar Elli akan ke mansion keluarganya membuatnya takut terjadi apa-apa dengan kakak iparnya itu. Terlebih saat melihat Victor membawa Bibi Hen dalam keadaan terluka. Papa William juga begitu terharu saat melihat anak dan menantunya kembali pulang dengan selamat.


"Semuanya baik-baik saja, Ed?" tanya Papa William.


"Iya, pa. Semuanya sudah selesai, keluarga kita akan kembali utuh" ucap Edward yang kemudian memeluk papanya itu.


Walaupun tak paham dengan apa yang diucapkan oleh Edward, namun Papa William membalas pelukan anaknya itu dengan erat.


"Oh ya... Papa dan Alika, hari ini kita pindah ke mansion keluarga lagi ya. Kita nggak mungkin disini terus karena anggota keluarga kita banyak dan kamarnya pun nggak cukup. Apalagi sebentar lagi kemungkinan akan launching anggota baru" ucap Edward dengan mengerlingkan sebelah matanya kearah Elli.


Elli yang melihat itu hanya bergidik ngeri, baru begini saja dia sudah merinding apalagi kalau proses buat adonan. Pasti dia akan dibuat kelenjotan berjam-jam.


Berbeda dengan Elli, Papa William dan Alika seketika terdiam saat mendengar ucapan Edward. Terlebih mereka akan kembali ke mansion yang dulunya adalah neraka bagi keduanya.


"Papa dan Alika tenang saja, ada Elli yang akan menjaga kalian agar tidak ada yang berbuat jahat lagi. Lagi pula Elli akan melakukan perombakan besar-besaran di mansion itu mulai dari peraturan hingga pekerja" ucap Elli meyakinkan.


"Dan kita akan tinggal bersama Mama Amber dan Noura lagi, jadi kalau mereka jahat sama papa atau Alika langsung kita usir aja" lanjutnya.


Papa William kini paham dengan apa yang diucapkan oleh Edward tentang keluarga yang utuh yaitu tinggal bersama lagi dengan istrinya. Memang benar Papa William dan Mama Amber belum bercerai, waktu itu Elli yang mencegahnya karena gadis itu sudah mengetahui semua kebenarannya.


Sedangkan Alika masih terdiam bahkan tangannya terlihat gemetaran, namun dengan sigap Elli memeluk lebih erat adik iparnya itu. Sambil terus mengucapkan kalimat penenang, akhirnya Alika mau untuk tinggal di mansion keluarga.


Elli dan Alika membereskan beberapa barang yang akan mereka bawa untuk tinggal di mansion, sedangkan Edward dan Papa William sedang berbincang-bincang dengan Bibi Hen.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan barang-barang yang akan dibawa, mereka berlima naik ke mobil untuk menuju ke mansion keluarga Serant.


__ADS_2