Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Berita


__ADS_3

Berita mengenai kejadian di Perusahaan Serant Group menjadi trending topic di media massa ataupun jagat maya. Bahkan ibu-ibu yang ada di area sekitar tempat tinggal Elli juga membicarakan berita panas itu. Banyak suara-suara sumbang yang mengomentari tentang aksi CEO Perusahaan Serant Group yang langsung mendepak dan memblacklist banyak orang-orang penting. Terlihat sekali kalau mereka sekarang menganggap bahwa Perusahaan Serant Group tak punya hati nurani. Terlebih sekarang mereka semua tahu kalau ada salah satu tetangga mereka yang termasuk dalam anggota keluarga Serant.


Di pos ronda yang berada tepat dua meter dari rumah Elli, ibu-ibu dan bapak-bapak dengan hebohnya berkumpul untuk menceritakan apa yang mereka dapat dari berita di tv. Bahkan banyak dari mereka yang menghujat Perusahaan Serant Group karena melakukan pembalasan dengan sangat kejam yaitu mempermalukan dan merusak citra baik dari orang-orang penting itu.


"Keluarga suaminya Elli kejam benar ya"


"Padahal yang salah kan hanya beberapa orang saja, tapi yang kena imbasnya sampai keluarga-keluarganya"


"Ku do'akan tuh perusahaan bangkrut, biar nggak menyengsarakan orang banyak"


"Perusahaan orang main dibuat bangkrut aja. Dia pikir bikin perusahaan kaya tinggal bikin rumah-rumahan dari tanah"


"Kasian ya keluarganya, sekarang nasibnya pasti sedang terlunta-lunta"


Begitulah ucapan ibu-ibu yang sedang bergosip membicarakan tentang kejadian hari ini. Bahkan saat Elli baru saja pulang dari supermarket dan berjalan tepat di depan mereka, ia mendapatkan tatapan sinis dari hampir semua ibu-ibu itu.


"Enak ya jadi orang kaya, bisa menindas orang miskin seenaknya. Pakai bangkrutin perusahaan orang lagi, nggak punya perasaan" seru seorang ibu-ibu menyindir saat melihat Elli tengah berjalan sendiri melewati mereka.

__ADS_1


"Eh bu ibu, besok-besok kalau punya menantu atau suami itu pilih-pilih. Jangan cuma lihat dari kaya harta aja tapi kaya hati juga" sindir ibu-ibu satunya.


Elli yang telah mengetahui mengenai berita tentang perusahaan milik suaminya tentu saja merasa kalau ucapan itu merupakan sindiran untuk dirinya. Apalagi sebelum ia melewati mereka, ibu-ibu itu hanya berbicara pelan namun saat melihat ada dirinya berada di dekat mereka seketika saja mereka berbicara dengan kerasnya.


"Duh... Neng Elli baru pulang belanja dari supermarket nih. Uangnya pasti dari suaminya yang habis ngancurin perusahaan orang ya?" seru salah satu ibu-ibu yang julid waktu Elli membeli sayur.


Elli yang namanya disebut pun akhirnya berhenti di depan mereka semua dengan senyuman palsunya. Melihat tatapan-tatapan sinis dan meremehkan dari semua orang disana membuatnya ingin menonjok wajah mereka dengan cabai 10 kg rasanya. Namun ia berusaha untuk ramah dan tetap menahan emosinya walaupun sebentar lagi ia akan dipermalukan.


"Eh... Ibu, ada apa ya bu?" tanya Elli dengan wajah yang pura-pura tak tahu apa-apa.


"Ibu ini ngomong apa sih? Sini deh tak bilangin. Biasanya orang kalau suka ngrecokin hidup orang tuh matinya cepet lho, apalagi ngrecokin sesuatu yang dia tak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ingat kan kalau fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan" ucap Elli dengan senyuman julidnya membuat ibu-ibu itu seketika terdiam.


"Perlu ibu-ibu dan bapak-bapak ketahui nih, suami saya melakukan itu semua karena ada alasannya. Dia udah dijahatin sama orang, kalau orang-orang itu dibiarkan begitu saja yang ada perusahaan suami saya yang bangkrut. Coba deh kalian pikir, kalau kalian punya usaha terus karyawannya ada yang tiap hari ambil barang-barang walaupun tak seberapa tapi suatu hari nanti kalian akan sadar kalau barangnya udah habis tanpa ada keuntungan sama sekali yang kalian dapatkan. Kalian akan marah nggak kalau kaya gitu? Kalau mau ngomong itu jangan asal bu, suami saya melakukan ini juga untuk menyelamatkan kehidupan karyawan lain. Gimana nanti suami saya membayar gaji mereka kalau semua harta perusahaan diambil sama orang-orang tak bertanggungjawab itu?" lanjutnya dengan menjeda ucapan setelah mengucapkan kalimat panjang lebar.


"Daripada ibu-ibu ini julidin suami saya, mending urus tuh suami-suami ibu yang cuma pengangguran di rumah" lanjutnya yang kemudian melenggang pergi dari depan pos ronda meninggalkan ibu-ibu yang terdiam.


Setelah Elli pergi, para warga yang berkumpul di pos ronda untuk membahas berita yang sedang viral itupun segera ikut membubarkan diri tanpa berkata apa-apa. Kalimat yang diucapkan Elli begitu menohok di hati mereka.

__ADS_1


***


Sedangkan di Perusahaan Serant Group...


Suasana di area perusahaan masih cukup kondusif walaupun terdapat banyak media yang telah menunggu hadirnya pihak Perusahaan Serant Group untuk klarifikasi berita menghebohkan hari ini. Mereka juga menunggu pihak-pihak yang namanya masuk dalam daftar blacklist Perusahaan. Selang beberapa menit, akhirnya keluarlah orang-orang yang mengikuti rapat hari ini dengan menampilkan raut muka yang tampak lesu, walaupun mereka belum melihat berita apa yang terjadi di luar sana.


"Tuan, bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan anda yang masuk dalam blacklist Perusahaan Serant Group?"


"Tuan, tolong tanggapannya mengenai pemecatan anda?"


"Tuan, apa benar anda melakukan kecurangan-kecurangan saat menjalankan proyek dengan Perusahaan Serant Group?"


Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh media membuat orang-orang penting yang akan berjalan keluar itu seketika kebingungan. Pasalnya yang tahu mengenai semua ini hanyalah seluruh peserta rapat, mereka heran kala media mengetahui semua ini. Ditengah-tengah kebingungan mereka semua, akhirnya mereka semua melihat ke arah sebuah televisi di area lobby yang sedang menayangkan tayangan eksklusif mengenai daftar nama perusahaan yang di blacklist Perusahaan Serant Group berikut dengan permasalahan apa yang terjadi.


Sontak saja semua orang-orang terkejut dan bergegas untuk meninggalkan area Perusahaan karena kepalang malu. Sungguh diluar dugaan mereka kalau Edward akan membalas semua ini dengan berkali-kali lipat bahkan keluarganya juga ikut menanggung akibatnya. Mereka hanya bisa mengumpati Edwrad dan Reno di dalam hati dan berjanji suatu saat nanti akan membalasnya dengan cara yang tak terduga.


Jika di lobby perusahaan terlihat kacau karena banyaknya media yang terus mencecar para peserta rapat untuk meminta keterangan, maka berbeda dengan keadaan Edward dan Reno. Mereka kini malah sudah berada di jalan untuk pulang ke rumah dengan suasana yang tampak santai. Tak ada gurat emosi di wajah mereka, hanya ada raut muka penuh kelegaan karena satu masalah telah mereka selesaikan. Walaupun dengan cara begini, ia yakin akan banyak orang yang ingin menjatuhkan dan membalas dendam kepada mereka, tetapi mereka berdua takkan takut. Mereka merasa kalau yang mereka lakukan sudah benar.

__ADS_1


__ADS_2