Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Kesal


__ADS_3

Reno pulang ke rumah dengan wajah menekuk kesal. Edward dan Papa William yang melihat itupun seketika saja heran karena tak biasanya Reno memperlihatkan wajah kusut seperti ini, sedangkan Elli terlihat biasa saja karena dia sudah tahu apa yang terjadi. Edward dan Reno memutuskan untuk ikut tinggal di rumah Elli karena terlihat lebih nyaman disana, walaupun ke depannya mungkin saja mereka semua akan pindah tempat jika situasi sudah memungkinkan.


"Ada apa dengan wajahmu, nak?" tanya Papa William dengan penuh perhatian saat melihat wajah Reno yang tak seperti biasanya.


"Habis debat sama dua nenek lampir tadi, pa" Bukan Reno yang menjawab melainkan Elli yang menjawab pertanyaan Papa William.


Mendengar hal itu tentunya membuat Reno mengerutkan alisnya heran dan berpikir sejenak apakah tadi Elli melihatnya berdebat di Perusahaan. Seketika saja ia ingat kalau hari ini Elli datang ke Perusahaan untuk mengantarkan surat pengajuan resign.


"Kau ada disana tadi?" tanya Reno sedikit hati-hati dan dijawab anggukan kepala oleh Elli tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Reno karena ia sedang sibuk mengepang rambut panjang Alika.


"Kau juga mendengar semuanya?" tanya Reno lagi dan dijawab anggukan juga oleh Elli.


Reno hanya menepukkan dahinya pelan ketika melihat hal itu, sedangkan Edward dan Papa William hanya diam memperhatikan Reno dan Elli dengan tatapan penasaran.


"Ada apa, Ren?" tanya Edward dengan tatapan datarnya.


"Nanti aku jelaskan, Ed" ucap Reno dengan sedikit melirik ke arah Papa William.

__ADS_1


"Jika kamu ingin membicarakan tentang dua wanita itu, kau tenang saja. Papa sudah tahu mengenai tentang kejadian kemarin, Ren. Jadi kau tak perlu khawatir apabila ingin bercerita mengenai ulah mereka di hadapan papa" ucap Edward yang mengerti kode dari Reno yang sedari tadi mencuri-curi pandang ke arah Papa William.


Papa William yang mendengar hal itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai respons. Sedangkan Elli hanya diam saja tak mau menimbrung karena ia masih fokus dengan rambut Alika.


"Lebih baik Bapak Reno mandi dan makan dulu sebelum bercerita. Kasihan baru pulang dari kantor langsung ditodong pertanyaan-pertanyaan yang nantinya pasti memusingkan" saran Elli yang diangguki setuju oleh Papa William.


Reno pun segera saja menuruti saran dari Elli kemudian berlalu untuk mandi dan makam malam terlebih dahulu. Setelah selesai dengan kegiatannya, ia bergabung dengan yang lainnya di ruang tamu.


"Jadi gimana Ren?" tanya Edward santai sambil makan cemilan kue yang tadi dibuat oleh Elli.


"Itu dua wanita tua berhasil mempengaruhi petinggi perusahaan akibat ocehannya yang bilang kalau Edward bukan keturunan asli keluarga Serant. Bukan hanya berhasil meracuni petinggi perusahaan, bahkan para pemegang saham juga ikut terpengaruh. Kini para petinggi perusahaan mendesakku untuk melengserkan Edward dari jabatan CEO" ucap Reno dengan sedikit melirik ke arah Edward untuk melihat ekspresinya.


"Jabatan CEO di Perusahaan Serant Group tidak akan bisa digantikan oleh siapapun sekalipun dia adalah keturunan asli keluarga Serant. Sejak perusahaan keluarga itu bangkrut dan dikelola oleh Edward sendiri untuk membangkitkannya berarti itu perusahaan sudah menjadi hak milik dari Edward walaupun masih menggunakan nama keluarga Serant sebagai pemiliknya. Semua anggota keluarga asli Serant tidak ada yang bisa ikut campur atau mengotak-atik masuk ke dalam perusahaan, sekalipun itu papa sendiri yang dulu mendirikannya" ucap Papa William dengan ekspresi seriusnya menyela ucapan Reno.


"Edward yang membangkitkan dan memajukan perusahaan itu dengan modal dan usahanya sendiri dibantu Reno. Kalian berdualah yang berhak atas perusahaan itu. Jadi biarkan saja petinggi-petinggi perusahaan yang tidak penting itu merongrong kepemimpinan Edward. Kalau memang mereka tak setuju dengan kepemimpinan Edward, lebih baik kalian tendang saja mereka keluar dari Perusahaan lalu kalian cari orang-orang yang lebih berkompeten dan teguh pada pendirian. Dengan adanya seperti ini bukankah sudah bisa memperlihatkan siapa orang-orang yang benar-benar berada pada pihak kita dan mana orang-orang yang hanya sebagai penjilat saja?" lanjutnya dengan tersenyum sinis.


Edward dan Reno yang mendengar apa yang diucapkan oleh Papa Edward seketika saja terpana dengan aura kepemimpinan sang papa yang masih begitu menonjol walaupun sudah beberapa tahun tak pernah menyentuh kepemimpinan dunia bisnis. Bahkan walaupun beberapa syarafnya ada yang rusak, namun pola pikir papanya masih berjalan dengan baik. Sungguh hal ini membuat Edward dan Reno semakin optimis dengan kesembuhan Papa William.

__ADS_1


"Besok adakan rapat dengan semua petinggi perusahaan, para pemegang saham, dan investor kita. Aku sendiri yang akan memimpin rapat kali ini" ucap Edward dengan aura wibawanya.


"Kamu yakin, Ed? Mau muncul di depan mereka" tanya Reno sedikit ragu-ragu.


Pasalnya jika nanti mereka melihat bagaimana rupa Edward, sudah dipastikan akan banyak penjilat yang akan datang tak diundang di waktu-waktu yang tidak tepat. Entah itu ketika bertemu di mall atau dimanapun dan itu akan sangat menjengkelkan nanti. Bahkan bisa saja mereka akan menggunakan anak-anaknya untuk merayu Edward demi mendapatkan sebuah kekuasaan, hal inilah yang sangat dihindari oleh seluruh pimpinan perusahaan Keluarga Serant.


"Tenang saja. Ada istriku yang akan akan mengusir lalat-lalat busuk itu dari hadapanku. Benar kan tikus kecilku?" ucap Edward dengan nada datarnya namun masih tersirat kelembutan dari dalam matanya sambil bertanya ke arah Elli.


"Oh jelas dong... Tikus kecil ini akan memakan lalat-lalat busuk itu sampai habis tak tersisa" ucap Elli dengan tersenyum smirk membuat Edward, Reno, dan Papa William menganga tak percaya.


Pasalnya baru kali ini ketiganya melihat senyuman smirk dari bibir Elli, hal ini sangat terlihat kalau Elli adalah seorang wanita yang tidak mudah ditindas dan punya banyak ide-ide untuk menghancurkan seseorang dengan caranya sendiri.


Elli pun tak keberatan dengan panggilan Edward pada dirinya yang menyebutnya dengan tikus kecil karena baginya itu adalah panggilan kesayangan yang diberikan suaminya.


"Kalian bertiga terpesona dengan senyumanku, ya?" goda Elli dengan mengerlingkan matanya sebelah, pasalnya ketiganya masih saja bengong sambil melihat ke arah Elli.


"Dih... Mata loe cacingan apa kaya gitu" ucap Reno sedikit jijik dengan tingkah Elli yang tiba-tiba berubah genit seperti ini setelah tersadar dari keterkejutannya.

__ADS_1


Edward dan Papa William hanya terkekeh geli melihat tingkah Elli yang bisa cepat berubah menyesuaikan keadaan sehingga bisa membuat suasana keluarga ini lebih hidup. Setelah pembicaraan itu, mereka segera saja masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk istirahat karena hari memang sudah malam.


__ADS_2