Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Terdesak


__ADS_3

Saat ia tengah memperhatikan sekitar perusahaan dari dalam mobilnya, Edward melihat sebuah mobil yang tak asing baginya. Seketika saja perasaannya mulai tak enak karena mobil itu adalah mobil milik dua wanita rubah yang tinggal di mansionnya yaitu Mama Amber dan Mama Nessa.


"Ada gerangan apa sampai mereka berani datang ke Perusahaan? Bukankah sudah perjanjian dari awal kalau keluarga inti Serant yang bisa masuk dalam Perusahaan ini hanya aku, Reno, Papa, dan si tua itu?" gumam Edward sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Sepertinya dua rubah itu akan mulai beraksi dengan berbagai rencana liciknya demi mendapatkan posisi terbaik di Perusahaan. Aku dan Reno harus lebih waspada lagi" lanjutnya.


Kalau kalian bertanya mengapa Edward dan Reno tidak segera membalas perlakuan kedua wanita itu, hal itu sudah dipastikan mereka tak ingin gegabah karena dibalik mereka berdua ada seseorang yang perlu di waspadai.


Edward segera saja menghubungi Reno yang berada di dalam perusahaan untuk mencegah adanya kekacauan yang mungkin saja terjadi akibat kedatangan kedua wanita itu.


"Hallo Ren" ucap Edward setelah Reno mengangkat panggilannya.


"Dua wanita itu sedang ada di perusahaan. Kau lebih baik segera turun sebelum mereka mengacaukan perusahaan bahkan mungkin saja mereka tengah melancarkan aksi untuk menjilat para petinggi perusahaan demin mendapatkan posisi di dalam perusahaan" lanjutnya.


"Oke Ed, kalau begitu aku akan segera turun ke lobby" jawab Reno yang kemudian menutup sambungan telefonnya.


Tutt...


"Aku takkan membiarkan kalian untuk menguasai harta milik Papa William dan Alika karena sesungguhnya hanya mereka yang berhak atas perusahaan ini" gumam Edward dengan mata yang menyorot tajam ke arah mobil hitam mewah yang terparkir tak jauh dari mobilnya.


***


Sedangkan di dalam Perusahaan...

__ADS_1


Elli menuju ruang HRD untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dan langsung disetujui karena Reno sudah mengatur semuanya agar proses berjalan dengan cepat. Setelah berpamitan dan mengajukan suarat pengunduran diri, Elli segera menuju ke ruangan tempatnya dulu bekerja untuk berpamitan kepada rekan-rekan kerjanya yang lain.


"Halo semua..." sapa Elli kepada semua teman-temannya yang sedang sibuk bekerja saat ia telah sampai di ruangan tempatnya kemarin bekerja.


"Elli..." seru semuanya yang kemudian mengerubungi Elli dengan senyum tulusnya.


"Kok kamu baru datang? Kamu nggak kerja?"


"Kamu kok telat, buruan masuk deh ntar dimarahin sama bu bos"


Mereka yang melihat Elli baru saja datang tentunya langsung menyerbu Elli dengan berbagai pertanyaan yang membuat Elli pusing ketika mendengarnya.


"Hehehe Maaf teman-teman, aku kesini cuma mau pamitan sama kalian kalau mulai hari ini aku udah nggak kerja lagi disini" ucap Elli dengan tersenyum sendu.


"Bukan... Bukan kaya gitu, aku nyaman kok kerja disini. Bahkan sangat nyaman karena disini aku dapat keluarga baru yang sangat menyenangkan. Aku resign karena ada urusan keluarga yang nggak bisa aku ceritakan disini" ucap Elli merasa tidak enak.


"Ah tidak apa-apa, Elli. Asalkan kau baik-baik saja dan bahagia dengan pilihanmu maka kami juga akan bahagia. Kami akan selalu berdo'a yang terbaik untukmu. Jangan lupakan kami ya, kapan-kapan kita bisa jalan-jalan bareng buat ajang silaturahmi" ucap sang kepala koki.


"Iya, aku nggak akan melupakan kalian semua. Nanti aku akan teror kalian setiap hari dengan menelfon atau video call kalian biar kalian nggak lupa sama wajah imut Elli" ucap Elli dengan antusiasnya membuat semua orang disana tertawa dengan tingkahnya.


"Kalau gitu Elli pamit dulu ya mau pulang, soalnya udah ditunggu adikku di rumah" ucap Elli dan diangguki oleh semuanya.


Kemudian Elli berpelukan kepada semua teman-temannya sebagai salam perpisahan karena belum tahu kapan mereka bisa bertemu kembali. Setelah selesai berpamitan dengan semuanya, Elli segera saja keluar dari ruangan itu agar Edward tak menunggu terlalu lama.

__ADS_1


Elli keluar dari ruangan tempatnya dulu bekerja, kemudian berjalan menuju lobby perusahaan. Saat ia sampai di lobby perusahaan terdengar suara keributan bahkan ia seperti mengenal salah satu dari pemilik suara disana. Dengan jiwa kekepoan yang sudah mendarah daging, Elli pun memutar badannya dan berjalan ke arah keributan itu. Saat telah menemukannya, terlihatlah banyak orang disana yang mengerumuni area tersebut bahkan petugas keamanan juga ada disana.


"Mama bakalan adakan rapat dadakan dengan semua petinggi perusahaan" kekeh seorang wanita paruh baya.


"Anda tidak berhak untuk menemui semua petinggi perusahaan dan mengadakan rapat dadakan karena nama anda tak tercantum dalam daftar pemilik saham ataupun investor di perusahaan ini" bentak seorang laki-laki yang tak lain adalah Reno.


Ya, yang sedang berdebat di lobby itu adalah Reno dengan dua wanita paruh baya yang tak lain adalah Mama Amber dan Mama Nessa. Mama Amber dan Mama Nessa sedari tadi bersikukuh untuk menemui dan mengumpulkan para petinggi perusahaan untuk membicarakan mengenai kepengurusan perusahaan yang selama ini di pimpin oleh Edward.


"Jangan keterlaluan kamu, Reno. Mama dan Tante Amber ini adalah anggota keluarga inti Serant jadi kami berhak untuk datang ataupun mengadakan rapat kepengurusan apalagi CEO yang memimpin perusahaan ini sekarang bukanlah keturunan keluarga Serant" ucap Mama Nessa dengan asal ceplos membuat semua orang yang ada disana seketika membelalak kaget.


Mereka semua terkejut dengan fakta yang terungkap dari keluarga Serant yang misterius itu terutama para petinggi Perusahaan. Seketika saja petinggi perusahaan menjadi ribut karena meributkan tentang kepemimpinan Serant Group yang bukan dari keturunan asli keluarga Serant.


"Dengan membuat gaduh di perusahaan ini, kita bisa dengan mudah melengserkan Edward dari jabatan CEO karena dia bukan keluarga inti Serant. Jadi kita bisa dengan mudah mengambil harta dari perusahaan ini" bisik Mama Nessa saat Mama Amber terlihat protes padanya ketika menyebutkan fakta yang selama ini ia simpan.


"Maaf tuan Reno, kami tak bisa menerima jika harus di pimpin oleh seseorang yang bukan keturunan asli keluarga Serant jadi harap ada klarifikasi dari tuan Reno selaku tangan kanan beliau" ucap salah satu petinggi perusahaan mencoba mendesak Reno.


Melihat Reno yang semakin terdesak membuat Mama Amber dan Mama Nessa tersenyum kemenangan karena akhirnya rencana mereka berhasil.


Di sisi lain...


Elli yang mendengar semua fakta yang baru saja ia dengar tentu saja sangat kaget. Ia berpikir keras apakah kejadian Edward menangis malam itu karena mengetahui fakta ini. Sungguh ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Edward jika mendengar hal ini tersebar di dalam perusahaan, sudah mengetahui fakta bukan keturunan asli keluarga Serant dan sekarang semua petinggi perusahaan tak menginginkan dia menjadi CEO lagi. Sungguh Elli hanya bisa tersenyum miris melihat nasib Edward yang sudah terjatuh tapi masih tertimpa tangga juga.


"Akan aku pastikan kalau kak Edward akan tetap kuat menghadapi semua ini dan kelak akan sukses walaupun dengan atau tanpa nama besar keluarga Serant. Aku akan terus mendampinginya dan tak akan pernah meninggalkannya" gumam Ell dengan keteguhan diri yang besar.

__ADS_1


Elli pun segera berjalan meninggalkan lobby perusahaan untuk menemui Edward yang masih menunggunya di parkiran mobil.


__ADS_2