Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Keanehan Mansion


__ADS_3

Edward berjalan cepat keluar dari lantai tempatnya ia bekerja di Perusahaan Serant Group dengan menggunakan lift yang akan mengantarnya ke parkiran khusus mobilnya. Setelah sampai di tempat parkir, ia segera masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas kemudinya menuju ke mansion keluarganya. Edward mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata karena emosinya yang sudah memuncak dalam dadanya. Ia juga sudah menghubungi Victor untuk membantunya melakukan sesuatu di mansion keluarganya tanpa memberitahu anak buahnya yang lain.


Sepertinya Victor juga sudah mulai meragukan kesetiaan dari beberapa anak buahnya. Pasalnya sudah beberapa kali, ia menemukan anak buahnya yang hanya bekerja malas-malasan ketika diminta untuk mencarikan informasi. Sepertinya dia akan merombak dan mengadakan tes ulang untuk mencari anak buah yang benar-benar kompeten dan bisa menjaga loyalitasnya.


Setelah beberapa menit berkendara, Edward telah sampai di depan gerbang mansion miliknya. Dia membunyikan beberapa kali klaksonnya agar segera dibukakan pintu gerbang. Namun sialnya, sampai dia kesal sendiri pun tak ada yang membukakan pintu gerbang mansion. Entah berada dimana penjaga yang baisanya berjaga di gerbang mansion.


"****... Dimana orang-orang itu" kesal Edward sambil terus membunyikan klakson.


Karena sudah sangat kesal menunggu lama, akhirnya Edward memutuskan untuk turun dan membuka gerbang sendiri. Namun saat dia akan membuka pintu mobil untuk turun dan membuka sendiri gerbang itu, terlihat sosok Victor turun dari mobil hitam dibelakangnya. Victor dengan sigap membuka pintu gerbang mansion diikuti seorang gadis yang juga turun dari mobil. Melihat gadis yang turun dari mobil Victor membuat Edward membelalakkan matanya kaget. Gadis yang turun dari mobil itu adalah Elli, istrinya sendiri. Kini Edward heran mengapa istrinya itu bisa ikut dan berada di mobil milik Victor.


Saat gerbang telah dibuka oleh Victor, mobil milik Edward mendekat kearah Elli yang tengah berdiri kemudian ia menurunkan jendela mobilnya sedikit. Edward memberikan kode pada Elli dengan melambaikan tangannya agar istrinya itu masuk kedalam mobilnya. Elli yang tahu maksud dari Edward pun segera masuk ke dalam mobil suaminya itu.


Ceklek...


Elli duduk disamping Edward yang mengemudikan mobilnya kemudian suaminya itu segera melajukan mobilnya masuk ke halaman mansion keluarga Serant diikuti oleh Victor. Kedua mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi di halaman mansion, namun yang membuat mereka mengernyit heran adalah suasana sekitar yang sangat sepi. Bahkan tak ada maid atau bodyguard yang berada disana.


"Dimana orang-orang ini sebenarnya? Kenapa sepi sekali?" heran Edward.


"Mungkin sedang tiduran didalam" jawab Elli asal.

__ADS_1


Edward yang mendengar jawaban asal Elli hanya menggelengkan kepalanya sambil terus fokus dengan kemudinya.


"Kenapa kau bisa ikut dengan Victor?" tanya Edward.


"Aku hanya penasaran saja. Tadi saat aku mendengar bahwa kau menghubungi Victor dan menyuruhnya untuk menyusulmu agar bisa membantu melakukan sesuatu di mansion keluargamu akhirnya aku memilih untuk ikut saja. Aku hanya ingin bermain dengan orang-orang disini" ucap Elli.


"Bermain?" tanya Edward bingung.


Elli hanya menjawab dengan kedikan bahunya seakan tak berniat untuk memberikan jawaban pasti ke Edward. Sedangkan yang Edward pikirkan adalah Elli ingin bermain dan melihat mansion milik keluarganya saja padahal maksudnya berbeda.


Sesaat mobil yang mereka kendarai telah sampai di depan pintu utama mansion, ketiganya turun dari mobil dengan wajah datarnya. Mereka bertiga berjalan memasuki mansion dan terlihatlah semua maid dan bodyguard tengah duduk di ruang tamu sambil menonton acara TV dengan santainya.


"Bagus sekali kerja kalian disini" ucap Edward dengan nada dinginnya.


Semua pekerja yang ada disana seketika mengalihkan perhatiannya kearah suara seseorang yang berada dibelakang tubuh mereka. Semuanya membelalak kaget saat melihat Edward dan Victor berada disana. Semua maid dan bodyguard bergegas berdiri seraya ingin pergi dari sana untuk mulai kembali bekerja.


"STOP" sentak Edward saat melihat beberapa pekerja akan pergi dari ruang tamu.


"Berdiri di hadapan Tuan Edward, sekarang" perintah Victor dengan tegasnya.

__ADS_1


Semua orang seketika mematuhi perintah Victor dan berdiri dihadapan Edward. Terlihat sekali dari wajah-wajah mereka kalau semuanya sangat paniik dan takut. Bahkan kini semua pekerja menundukkan kepalanya karena mendapat tatapan tajam dari Edward dan Victor.


"Apa kalian di gaji untuk duduk dan menonton TV layaknya seorang majikan? Saya masih ingat, kalau dulu pada jam-jam segini kalian masih ada tugas membersihkan rumah dan halaman. Lalu dimana bodyguard yang biasa berjaga di gerbang depan? Saya tak melarang kalian istirahat, tapi selesaikan dulu pekerjaan kalian dan sesuaikan juga tempat dimana beristirahat" ucap Edward dengan sindiran tajam.


Tempat mereka istirahat seharusnya adalah di ruang belakang yang memang sudah dikhususkan bagi para maid yang telah selesai bekerja. Kini semuanya menundukkan kepala karena dengan kurang ajarnya bersikap tidak sopan dengan menggunakan ruangan dan fasilitas yang tak diperuntukkan bagi mereka. Semua terdiam tak ada yang berani menjawab sama sekali.


"Dimana Bibi Hen?" tanya Edward.


Bibi Hen adalah kepala maid yang sangat dihormati oleh Edward. Beliau adalah orang yang paling lama bekerja di mansion itu. Bahkan Bibi Hen juga yang merawat Edward sejak kecil dengan penuh kasih sayang. Usianya kini sudah menginjak umur 60 tahun namun masih bekerja disana karena permintaan Edward. Lagi pula Bibi Hen sudah tak mempunyai keluarga lainnya jadi Edwrad meminta untuk berada di mansionnya saja sebagai kepala maid.


Semua orang yang ditanya tentang keberadaan Bibi Hen terdiam tak ada yang menjawab, bahkan bisa dilihat dari raut wajah mereka yang kaget dan panik. Elli yang sedari tadi terdiam hanya menampilkan senyum sinisnya menatap semua orang yang ada disana.


"Bibi Hen ada dikamarnya, sayang. Beliau sedang terikat dan terkunci di dalam kamar" ucap Elli tiba-tiba.


Edward dan Victor terkejut dengan ucapan Elli dan menatap tak percaya kearah semua pekerja. Edward sudah tahu darimana Elli mengetahui semua ini, namun Victor terlihat sedikit terkejut dan tak percaya. Sedangkan maid dan bodyguard disana terkejut karena ada seseorang yang mengetahui keberadaan dan keadaan Bibi Hen. Orang yang sangat asing dari pandangan para pekerja, bahkan mereka terkejut dengan panggilan wanita itu kepada Edward. Mereka mulai bertanya-tanya siapa wanita yang berada di sisi Edward itu.


"Aku akan disini, kalian berdua bebaskan saja Bibi Hen" ucap Elli.


Edward dan Victor menganggukkan kepalanya kemudian berlalu pergi ruang tamu menuju ke kamar Bibi Hen. Sedangkan Elli kini menampilkan wajah seramnya memandang kearah para pekerja yang tengah menegakkan kepalanya saat tuan mereka telah pergi. Mereka berpikir kalau tuannya sudah pergi maka bahaya takkan mengancam namun ternyata salah karena kini yang akan dihadapi semuanya adala Elli, eksekutor sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2