Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Tidur Bersama


__ADS_3

Sudah dua hari Reno keluar negeri meninggalkan keluarganya yang ada di Indonesia demi menyelesaikan masalah dengan ayah dan ibunya. Suasana di rumah Elli tampak berbeda karena biasanya akan ada candaan yang terlontar dari mulut Reno. Walaupun begitu masih ada Elli dan Alika yang mampu membangkitkan suasana hangat di keluarga itu. Sekarang Edward juga sering pulang malam karena harus lembur demi menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan oleh Reno. Seperti malam ini, Edward baru sampai di rumah ketika jam 12 malam.


Elli yang mengetahui kalau suaminya baru saja pulang dari kerja, segera bangun dari tempat tidur kemudian keluar kamar. Ia segera menyiapkan minuman hangat untuk suaminya itu. Kegiatan bangun ditengah malam ini sudah ia tanamkan sejak dua hari yang lalu saat suaminya menghubunginya kalau dia akan lembur. Sebisa mungkin Elli harus menyambut dan melayani suaminya yang telah lelah seharian bekerja demi keluarganya. Saat selesai membuatkan minuman, Elli pergi ke ruang tamu dan terlihatlah laki-laki itu sedang bersandar di kursi dengan memejamkan matanya. Terlihat sekali kalau Edward kelelahan dengan aktifitasnya ini. Terlebih selama ini ia tak pernah sampai lembur demi pekerjaan hingga tengah malam.


"Ini minuman untukmu. Segeralah habiskan selagi hangat untuk mengurangi rasa lelahmu" ucap Elli.


Elli membawa minuman hangat itu keatas meja kemudian duduk disamping suaminya yang kini sudah membuka matanya. Tangannya dengan refleks memijat pergelangan tangan Edward. Sentuhan lembut dari tangan istrinya membuat tubuhnya yang tengah lelah dan pegal-pegal menjadi sedikit rileks. Edward segera mengambil minuman yang dibuatkan oleh Elli dan meminumnya sedikit demi sedikit hingga habis. Seketika rasa hangat menjalar di perut dan badannya saat minuman itu masuk dalam kerongkongannya.


"Terimakasih" ucap Edward sambil tersenyum tipis.


"Sudah menjadi kewajibanku" jawab Elli dengan tersenyum manis.


Tanpa ada percakapan apapun, Elli masih terus memijat pergelangan tangan dan juga bahu dari Edward dengan lembut. Sedangkan Edward kembali memejamkan matanya sambil menikmati pijitan Elli ada kedua bahunya. Seharian harus berhadapan dengan layar laptop membuat bahunya sedikit pegal karena terlalu lama duduk tegap. Namun tak berapa lama, Elli menyudahi kegiatan itu mengingat Edward harus segera mandi.


"Aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi" ucap Elli.


Edward hanya menganggukkan kepala, menurut saja apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu. Dalam hati, Edward sangat bersyukur mempunyai istri yang selalu sigap memenuhi kebutuhan suaminya bahkan ketika tengah malam dirinya baru pulang bekerja. Jika menilik dari keluarganya yang berantakan, pastinya kehidupan rumah tangganya jauh lebih hangat walaupun hidup dalam kesederhanaan. Memang benar uang segalanya, namun hidup dengan keadaan sederhana dan saling menggenggam disaat yang lainnya terjatuh adalah kebahagiaan yang hakiki.


***


Setelah beberapa menit menyiapkan keperluan Edward, Elli kembali dengan membawakan handuk untuk suaminya itu.

__ADS_1


"Sekarang mandilah" ucap Elli.


Elli memberikan handuk itu kepada Edward lalu membereskan tas kerja suaminya yang masih berada dikursi ruang tamu. Edward pun berdiri dan mengambil handuk yang ada ditangan Elli kemudian berlalu menuju kamarnya. Elli segera mengikuti Edward untuk masuk kamar. Edward masuk kedalam kamar mandi sedangkan Elli menyiapkan baju tidur untuk suaminya itu.


Ceklek...


Setelah beberapa menit, Edward keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk untuk menutupi area pribadinya. Elli yang tengah berdiri sambil mengganti sprei tempat tidur seketika mengalihkan pandangannya kearah Edward yang membuka pintu. Sesaat Elli melihat pemandangan tubuh setengah basah Edward didepannya membuatnya seketika saja melongo dengan mulut terbuka lebar. Terlebih saat ini suaminya itu terlihat sangat seksi dengan tetesan air yang masih menetes dari rambutnya.


"Tutup mulutmu, nanti kemasukan lalat" sindir Edward.


Elli yang mendengar sindiran dari Edward pun segera menutup mulutnya lalu memalingkan wajahnya karena malu sudah ketahuan mencuri-curi pandang pada dada bidang Edward. Bahkan kini wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus. Edward yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala kemudian melangkah menuju kursi untuk mengambil baju yang telah disiapkan oleh Elli dan masuk kembali ke kamar mandi.


Elli terus bergumam sampai memukul-mukul kelopak matanya karena telah lancang melihat yang tak seharusnya dilihat. Bahkan karena terlalu sibuk dengan gumaman dan pikirannya sendiri membuatnya ia tak sadar kalau Edward telah berada dibelakangnya.


Edward langsung saja memegang tangan Elli untuk menghentikan kegiatan istrinya yang sedari tadi memukul-mukul matanya. Perbuatan Edward ini jelas membuat Elli benar-benar terkejut. Terlebih kini jarak keduanya begitu dekat, dengan hanya berjarak tipisnya baju tidur saja. Bahkan kini aroma tubuh Edward sungguh memabukkan di hidung Elli. Elli begitu gugup dengan posisi seperti ini. Kalau diihat dari jauh, posisinya seperti Edward memeluk Elli dari belakang.


"Jangan memukul-mukul matamu seperti itu, lagipula kau berhak untuk melihat semuanya yang ada pada diriku" tegur Edward.


Elli seketika menganggukkan kepalanya dan membalikkan tubuhnya yang langsung berhadapan dengan dada bidang Edward.


"Ayo tidur" ajak Edward.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku" pamit Elli.


"Tak perlu, kau tidur saja disini bersamaku" ucap Edward.


Ucapan Edward benar-benar membuatnya shock, terlebih selama ini dirinya belum pernah tidur dengan laki-laki kecuali dulu dengan papa dan kedua kakaknya. Walaupun dia sudah menjadi istri dari Edward, ini baru pertama kalinya dia akan tidur dengan suaminya itu. Tentu saja hal itu membuatnya gugup setengah mati.


"Kenapa? Kau tak mau tidur bersamaku? Apa badanku bau hingga kau tak mau tidur disampingku?" tanya Edward beruntun.


"Bukan... Bukan begitu" ucap Elli dengan menggeleng ribut.


"Kalau begitu ayo tidur. Kalau kau mengkhawatirkan Alika, kau tak perlu khawatir karena aku yakin sekarang dia tengah tertidur lelap" ucap Edward.


Tanpa menunggu jawaban dari Elli, Edward segera menarik tangan istrinya itu menuju kearah ranjang. Elli yang tangannya ditarik tiba-tiba tentunya terkejut namun setelahnya ia hanya pasrah saja. Keduanya naik keatas ranjang tempat tidur kemudian tidur saling berhadapan.


"Terimakasih sudah melayaniku dengan baik, bahkan sampai rela bangun ditengah malam seperti ini" ucap Edward.


Tanpa menjawab ucapan Edward, Elli langsung masuk kedalam pelukan Edward. Hal itu sudah menjadi jawaban dari Elli kalau itu memang tugasnya jadi Edward tak perlu berterimakasih. Ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang Edward yang sangat nyaman menurutnya. Edward pun membalas pelukan itu sambil mengelus lembut rambut Elli. Elusan Edwrad yang begitu lembut membuat Elli seketika memejamkan matanya dan menjelajahi alam mimpinya. Edward yang mendengar suara dengkuran halus itu seketika tersenyum lembut.


"Selamat malam, istriku. Selamat tidur, aku mencintaimu" bisik Edwrad tepat ditelinga istrinya.


Kini Edward menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta pada istrinya ini. Istri yang selalu ada disaat lelah, duka, dan sukanya. Edward mencintai semua perlakuan patuh dan lembut Elli kepadanya membuat setiap harinya ia selalu jatuh cinta pada istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2