
Pagi ini adalah hari senin yang mana Reno dan Edward akan berangkat ke kantor bersama. Sebelum berangkat, mereka dengan anggota keluarga lainnya melaksanakan sarapan bersama terlebih dahulu. Suasana hangat dan terlihat hidup menyelimuti keluarga kecil ini, terlebih Alika kini sudah sembuh sehingga dia sudah bisa membantu semua kesibukan yang terjadi pagi ini. Mengurus Papa William, membersihkan rumah, dan memasak sudah Alika lakukan dengan bantuan Elli.
Edward memutuskan untuk mendaftarkan Alika homeschooling mengingat adiknya itu masih merasa takut bertemu dengan orang asing dan saat berada di keramaian. Edward juga sudah mendiskusikan pada Elli untuk istrinya itu melanjutkan kuliahnya.
Hari ini juga ia akan menyelesaikan permasalahan mengenai kejadian masa lalu di keluarganya dengan Bunda Nessa bersama Reno. Sudah dapat dipastikan kalau Bunda Nessa sudah tak bisa lagi berkutik atau membela diri kali ini. Setelah berpamitan kepada semuanya, mereka keluar rumah dengan Reno yang mengemudikan mobil, sedangkan Edward duduk disampingnya.
Tak ada pembicaraan apapun didalam mobil antara kedua laki-laki itu selama perjalanan. Edward tengah fokus dengan beberapa pekerjaan yang ada di ponselnya, sedangkan Reno tengah memikirkan banyaknya orang yang memintanya untuk segera mencari keberadaan ibunya. Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil yang dinaiki keduanya memasuki ruang parkir khusus.
Keduanya turun dari mobil kemudian berjalan menuju lift dengan langkah berwibawanya walaupun tak ada yang melihat. Mereka segera menaiki lift yang membawanya ke lantai tempatnya bekerja. Sesampainya di lantai khusus, Edward dan Reno memasuki ruangan CEO. Mereka berdua langsung duduk di kursi sofa.
"Ren, ada yang mau aku bicarakan. Ini bukan tentang pekerjaan jadi jangan terlalu formal" ucap Edward serius.
"Memangnya tentang apa, Ed?" tanya Reno dengan mengernyit heran.
"Tentang Bibi Nessa" ucap Edward.
__ADS_1
Mendengar jawaban Edward membuat Reno terdiam sebentar dan menatap sepupunya itu dengan tatapan datarnya. Ia tengah memikirkan sesuatu tentang kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan bundanya menghilang dengan Edward yang mengetahui keberadaannya. Ada sedikit rasa khawatir yang merasuk kedalam lubuk hatinya, namun ia segera menepis semua itu.
"Memang ada apa dengan dia?" tanya Reno pura-pura tidak tahu.
"Gue yang udah buat bibi menghilang alias menculiknya" ucap Edward.
Edward lebih memilih mengakui kalau dia lah dalang dari hilangnya Bunda Nessa karena ia tahu kalau kini Mama Amber, Noura, dan para bodyguard tengah kelimpungan mencari keberadaan bibinya itu. Bahkan Reno sampai diteror oleh mereka semua agar membantunya untuk mencari Bunda Nessa. Daripada nantinya Reno stress dan salah paham dengannya, lebih baik ia mengaku saja. Sedangkan Reno yang mendengar ucapan Edward hanya menampilkan raut muka yang sulit diartikan. Bahkan laki-laki itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja. Reno tahu kalau Edward melakukan itu ada sebuah alasan dibaliknya.
"Apa yang dia lakukan hingga kau menculiknya?" tanya Reno.
Deg...
Hati Reno mencelos saat mendengar semua penjelasan Edward. Ia tak menyangka kalau dalang dari penculikan adik sepupu dan bibinya ternyata adalah ibunya sendiri. Masalah tentang perselingkuhan ibunya saja belum ia selesaikan dan sekarang ditambah lagi dengan kasus penculikan Alika dan bibinya yang melibatkan bundanya. Rasanya dunia Reno begitu kelam, keluarga kecilnya hancur dan ibunya lah yang menjadi penyebab kehancuran ini.
Reno bingung harus berbuat apa sekarang, namun dia tetap akan memberikan pelajaran agar ibunya itu bisa berubah. Kalau dia membiarkan semua ini begitu saja, pasti ibunya akan tetap sama saja tak ada perubahan. Sebisa mungkin ia memberikan sesuatu yang bisa mengubah bundanya itu.
__ADS_1
"Ed, biarkan aku yang memberikan hukuman untuk bundaku. Ku harap kau mengiinkannya walaupun yang paling banyak dirugikan disini adalah kamu dan keluargamu" ucap Reno dengan serius.
Edward menganggukkan kepalanya, ia percaya pada Reno. Reno pasti tahu pelajaran seperti apa yang terbaik untuk ibunya itu. Terlebih mereka masih ada hubungan darah yang kental membuatnya tak bisa leluasa untuk melukai bibinya itu. Namun setelah ia mengetahui keberadaan dalang utamanya, ia yang akan mengeksekusinya secara langsung.
"Ren, buat bibi mengakui dimana keberadaan selingkuhannya dulu ah atau pacarnya sekarang karena dia lah yang menjadi dalang utamanya" ucap Edward.
Reno hanya menganggukkan kepalanya. Wajah Reno kini tampak sangat mengeras dan datar, tak biasanya dia bersikap seperti itu jika ada dihadapan Edward. Pasti ibunya itu tak bergerak sendirian melainkan dibantu oleh orang-orang yang berkuasa di dunia bisnis kala itu.
"Dimana dia?" tanya Reno tiba-tiba.
Edward yang tahu maksud dari dia pun akhirnya menunjukkan keberadaan Bunda Nessa. Edward keluar dari ruangannya diikuti oleh Reno yang berjalan dibelakangnya. Mereka berjalan menuju kearah gudang yang berada di lantai kerja CEO. Walaupun sudah disekap beberapa hari, namun Edward masih berbaik hati memberikan makanan dan minuman pada bibinya itu. Namun tetap saja bibinya itu tak mau menunjukkan dimana keberadaan pacarnya, ya walaupun Elli tahu namun ia akan berusaha membuat Bunda Nessa mengucapkan dari mulutnya sendiri.
Waktu pertama kali sadar, Bunda Nessa sempat mengamuk dan memberontak namun karena pada akhirnya ia kelelahan akibat tak bisa membuka ikatan tali membuatnya pasrah juga. Ia sempat mengumpati dirinya dan Elli yang waktu itu mengantarkan makanan dengan kalimat-kalimat kotor namun keduanya tak peduli. Bahkan Elli dengan telatennya tetap menyuapi Bunda Nessa tanpa mempedulikan cacian dan makian yang dilontarkan wanita paruh baya itu. Memang yang mengurus penyekapan ini hanya Edward dan Elli, bahkan bodyguard tak ada yang dimintanya untuk mengawasi.
Ceklek...
__ADS_1
Pintu gudang dibuka oleh Edward dengan kunci yang dibawanya, terlihat Bunda Nessa menatap kearah dua orang yang memasuki ruangan itu. Setelah melihat siapa yang datang, ia segera memasang wajah memelas kearah Reno berharap anaknya itu mempunyai rasa kasihan terhadapnya. Namun Reno hanya memandang wajah ibunya dengan tatapan datar. Sedangkan Edward ia menyingkir dibelakang Reno agar sepupunya itu bisa lebih leluasa melihat dan berbicara dengan Bunda Nessa.