
Tanpa menjawab pertanyaan dari Edward, Elli menarik tangan suaminya untuk keluar dari warung makan itu. Elli berjalan menuju sebuah kawasan kebun yang berada tak jauh dari warung makan itu. Edward hanya diam tanpa banyak bertanya namun dia heran kenapa dia diajak di tempat sepi dan rimbun seperti ini. Kawasan kebun yang berisi banyaknya tanaman pepaya dan pisang itu membuat suasana disana sedikit aneh. Edward merasa kalau tempat ini lebih cocok untuk orang-orang yang akan melakukan aksi kriminal. Terlebih jalan yang begitu terjal dan banyak lumpur disana.
Edward merasa kalau pakaiannya saat ini sangat aneh dan tak wajar. Memakai sepatu pantofel ke kawasan tanah berlumpur dan jas yang masih melekat ditubuhnya, ini sungguh benar-benar aneh.
"Kenapa kita malah ke tempat ginian? Ini sangat sepi, nanti kita disangka malah mau berbuat mesum disini" ucap Edward.
"Kalaupun mau berbuat mesum juga nggak papa, kan kita udah sah" jawab Elli asal.
"Yok lah gasss..." ucap Edward dengan semangat.
Plakkk...
"Pikirannya tolong ya bapak suami... Ogah lah kalau mau gituan yang pertama kalinya di tempat kaya gini. Nggak romantis, apa gunanya punya suami kaya kalau kaya gituan nggak bisa sewa hotel. Kalau disini entar ada yang ngintip" ucap Elli.
Elli menabok pergelangan tangan Edward yang digenggamnya saat suaminya itu malah memikirkan sesuatu yang tidak-tidak. Entah kerasukan jin apa Edward sampai berucap seperti itu, bahkan saat ini ekspresinya lebih banyak terlihat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Biasanya ia hanya akan menanggapi suatu hal yang penting saja, namun sekarang sesuatu yang tidak penting malah dibahas olehnya.
Akhirnya Edward hanya diam saja tak menanggapi ucapan Elli lagi daripada nanti tak aman untuk otaknya. Setelah beberapa saat berjalan, terlihatlah sebuah sungai yang sangat bening airnya dan di seberangnya ada sebuah rumah pohon yang menghadap kearah sungai itu. Benar-benar pemandangan yang indah menurut Edward. Dibalik kebun yang hanya terlihat seperti kebun biasa terdapat keindahan yang banyak orang tak tahu.
Elli mengajak Edward untuk menyeberangi sungai itu melewati sebuah jembatan bambu yang ada disana. Setelah menyeberangi sungai itu, sampailah mereka di sebuah rumah pohon yang terlihat masih terawat. Keduanya menaiki rumah pohon itu dengan tangga kayu.
"Kamu tahu darimana ada rumah pohon disini?" tanya Edward dengan penasaran.
"Aku tahu dari anak-anak kecil disekitar desa yang membicarakan rumah pohon yang angker. Karena aku penasaran, aku nyoba buat kesini tetapi yang ku lihat rumah pohon ini biasa saja. Hanya saja tempatnya yang sangat sepi membuatnya terlihat angker" jawab Elli.
__ADS_1
Edward yang mendengar jawaban Elli hanya geleng-geleng kepala. Mendengar tempat angker bukannya takut tetapi ini malah penasaran dan mendatanginya. Sungguh ajaib sikap istrinya ini.
"Ah sudahlah... Kenapa kamu mengajakku ke tempat seperti ini?" tanya Edward.
"Aku akan memberitahumu tentang suatu rahasia besar yang tersimpan di dalam keluargamu. Aku tak mungkin membicarakan hal ini di tempat terbuka seperti warung makan itu" ucap Elli.
Edward yang paham maksud dari Elli pun memuji dalam hati istrinya yang sangat cerdas itu. Bahkan Edward tak berpikiran sampai disitu kalau nantinya ada yang mendengar percakapan mereka.
"Jadi apa rahasia besar yang kau maksud itu?" tanya Edward.
"Hmm... Noura bukanlah anak kandung Paman Nino dan bukan adik kandung dari Reno" ucap Elli.
"Aku sudah tahu, dia anak selingkuhannya ibu Reno" ucap Edward.
"Jangan memotong ucapanku, aku belum selesai" kesal Elli.
Edward yang mendengar hal itu hanya menganggukkan kepalanya pasrah daripada nanti diomeli oleh istrinya itu.
"Paman Nino dengan ibu Reno sudah bercerai" ucap Elli.
"Apa? Jangan bercanda kamu" tegas Edward.
"Aku tidak bercanda. Coba kau lihat ini" ucap Elli sambil menyodorkan ponselnya.
__ADS_1
Terlihat di dalam ponsel Elli ada bukti-bukti jadwal persidangan sampai hasil putusan dari sebuah lembaga pengadilan agama. Bahkan nama penggugat dan tergugat pun jelas nama ayah dan ibu dari Reno, saudaranya. Edward yang melihat bukti-bukti itu tentu saja kaget dan tak menyangka. Bahkan kejadian itu sudah terjadi 10 tahun yang lalu. Sungguh sangat rapi paman dan bibinya itu menyimpan rahasia sebesar ini. Bahkan Reno yang anak kandungnya saja tak mengetahui semua ini.
"Ini adalah alasan kenapa paman tak pernah mau kembali ke negara ini, bahkan kakak tertua juga sudah tahu. Namun mereka tak tahu tentang Noura yang bukan keluarga kandung mereka" ucap Elli.
Edward memijit pelipisnya pelan, ia sungguh pusing dengan keluarga pamannya itu ah lebih tepatnya adalah kasihan terhadap Reno. Keluarganya hancur dan dia tak ada yang memihaknya sama sekali. Bahkan untuk menopang hidupnya sejak kecil pun dia hanya dibantu Papa William.
"Kamu kok bisa tahu informasi ini? Kamu dapat darimana? Pasalnya aku sudah mencoba meretas data-data itu namun tak mendapatkan apa-apa" tanya Edward.
"Hahaha Vincent... Vincent... Seorang Vincent kenapa jadi sebodoh ini hanya untuk mendapatkan data seperti ini" jawab Elli dengan tertawa.
Edward seketika saja terkejut dengan nama seseorang yang diucapkan oleh istrinya itu. Pasalnya tak ada yang mengetahui tentang jati diri seorang Vincent sebenarnya.
"Kamu tahu darimana tentang nama Vincent?" tanya Edward gelagapan.
"Sangat mudah bagi Selena untuk mengetahuinya, apalagi mengenai tentang data nama Vincent yang ternyata adalah suamiku sendiri" ucap Elli.
Edward dibuat tercengang dengan fakta kedua yang terungkap hari ini. Pantas saja Elli tak ingin berbicara di warung itu karena nyawa mereka berdua bisa terancam kalau ada yang mengetahuinya. Namun ia bersyukur karena Elli mau mengatakan rahasia yang tersimpan dalam hidupnya kepadanya. Ini berarti Elli sudah mulai percaya dengannya.
Vincent dan Selena adalah sebuah nama yang tidak asing bagi orang yang masuk dalam dunia perhackeran. Nama keduanya melejit saat berhasil mengacak-acak keamanan dari situs dewasa terbesar di dunia. Keduanya adalah pasangan serasi dalam dunia hacker dan sangat diwaspadai oleh hacker lain. Bahkan mereka berdua berhasil menghancurkan keamanan dari sistem pemerintahan negara X yang merajai dunia bisnis illegal perdagangan organ manusia.
Keduanya tak pernah bertemu secara langsung atau bertatap muka. Ketika ada kerjasama yang melibatkan keduanya, mereka akan melakukan komunikasi melalui sebuah fitur web komunikasi ciptaan sendiri. Saat ini dua hacker ternama itu sedang dicari oleh pemerintah negara A untuk membantu memperketat keamanan negaranya, namun sayangnya mereka takkan pernah bisa menemui kedua orang itu. Sistem kerjasama yang akan diambil keduanya adalah suka-suka mereka, mereka hanya akan mengambil suatu proyek yang memang bersangkutan dengan hati nurani saja.
Dan keddua hacker ternama itu adalah Selena alias Elli dan Vincent alias Edward.
__ADS_1