
Elli mendengarkan dengan seksama cerita yang disampaikan oleh Reno. Ekspresi wajahnya berubah-ubah dari merasa terharu, sedih, kecewa, kesal, geregetan, dan marah membuatnya terlihat sangat menggemaskan didepan ketiga laki-laki didepannya. Namun mereka tetap menampilkan ekspresi yang datar karena cerita yang diceritakan oleh Reno adalah kisah kelam keluarga kecilnya.
Edward yang mendengar cerita kejadian kelam keluarganya itu pun sebenarnya merasa emosi. Bahkan sedari tadi emosinya siap meledak kapan saja namun ia mencoba menekannya dengan memperhatikan mimik wajah Elli yang sedikit menenangkannya.
"Dasar binatang memang itu para penculiknya" seru Elli dengan kemarahan yang luar biasa bahkan sampai menggebrak meja yang ada didepannya.
Brakkk...
Ketiga laki-laki yang ada disitu tentu saja kaget dengan respons yang diberikan Elli setelah mendengar cerita kelam kelaurga Edward itu. Elli bahkan berdiri dengan nafas tersengal-sengal setelah menggebrak meja didepannya. Kedua tangannya mengepal menandakan bahwa kini ia tengah dilanda emosi yang luar biasa. Sungguh ia tak menyangka kalau anak seusia Alika mengalami peristiwa sangat menjijikkan seperti itu disaat otaknya masih polos. Mungkin jika ia menjadi Alika pastinya ia juga akan berada diposisinya seperti saat ini yaitu depresi. Kalau saja dua anggota penculik itu masih ada, akan dia pastikan kalau ia akan menghabisinya dengan tangannya sendiri karena berani-beraninya melakukan hal seperti itu kepada seorang perempuan.
"Bagaimana dengan dalang dari penculikan ini? Yang kalian habisi kan hanya anak buahnya saja" tanya Elli dengan mata menyorot tajam ke arah ketiga laki-laki didepannya.
Ketiga laki-laki yang ada disana seketika tertegun dengan tatapan tajam Elli. Dimatanya terlihat sekali ada kilatan amarah yang membara, bahkan kini Elli seperti serigala yang siap menerkam mangsanya.
"Ada 5 orang yang menjadi dalang dari penculikan ini, namun kami baru menemukan 4 orang dan sudah menghabisinya. Masih ada 1 yang berkeliaran diluaran sana karena kami sangat susah melacak keberadaannya. Dia terlalu pintar untuk berpindah-pindah tempat dan mengganti identitas sampai kami kerepotan untuk mencarinya" keluh Edward dengan nada datarnya.
"Biarkan aku yang akan membalas segala rasa sakit yang dialami oleh Alika selama ini" ucap Elli dengan tatapan datarnya.
Ketiga laki-laki yang ada dihadapannya seketika saja terkejut, mereka tak menyangka kalau Elli akan menawarkan diri untuk membalas perbuatan dari dalang penculikan itu.
"Kamu yakin?" tanya Edward dengan ragu-ragu.
"Aku yakin. Berikan aku laptop" titah Elli sambil mengulurkan kedua tangannya pertanda ia meminta laptop.
__ADS_1
Reno yang membawa laptop miliknya pun segera memberikan laptop itu walaupun didalam hatinya ia ragu dengan apa yang akan dilakukan oleh Elli. Elli segera saja mengambil laptop yang diberikan oleh Reno kemudian duduk dikursinya sambil memangku laptop itu.
Elli begitu fokus menatap laptp didepannya dengan jari jemarinya begitu lincah menari di atas keyboard membuat ketiga laki-laki yang melihatnya merasa takjub dengan kecepatan jari Elli. Bahkan mereka sampai tak bisa melihat apa saja yang dipencet oleh perempuan dihadapannya itu.
"Kalau dia pintar dalam menyembunyikan diri, aku akan gunakan cara licik demi bisa menemukan keberadaanmu" gumam Elli dengan tersenyum smirk.
Mereka yang melihat senyum Elli pun merasa bergidik ngeri karena sepertinya mereka akan mendapatkan sebuah pertunjukan yang membuat mereka memelototkan matanya berulang kali.
"Let's play the game" lanjutnya sambil tersenyum licik.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Edward dengan tatapan penasaran.
"Rahasia" ucap Elli dengan penuh teka-teki.
"Oh ya... Ku rasa tante lampir itu tahu keberadaan dalang penculikan Alika dan istri papa. Jadi bersiap-siaplah untuk menghadapi kenyataan yang membuat jantung kalian akan berhenti berdetak" seru Elli dari balik pintu ruang tamu.
"Apa maksudnya itu?" tanya Reno kepada Papa William dan Edward yang hanya mengedikkan bahunya acuh.
Padahal didalam hati anak dan ayah itu banyak sekali menyimpan banyak pertanyaan tentang ucapan Elli. Mereka berdua yakin kalau Elli baru saja mendapatkan fakta mengejutkan mengenai kejadian penculikan waktu itu melalui kegiatannya di depan laptop tadi.
"Sepertinya kita akan melihat sisi lain dari Elli. Dia punya kemampuan luar biasa yang kita belum ketahui" ucap Reno dengan menatap jejak Elli yang telah menghilang dari balik pintu.
"Kau benar. Banyak sekali kelebihan istriku yang belum aku ketahui. Aku percaya istriku mampu membantuku untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada di dalam keluargaku" ucap Edward dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
Reno dan Papa William menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Edward. Bagi Papa William, Elli adalah cahaya yang dikirimkan Tuhan untuk menyinari kehidupan keluarganya yang suram.
"Kalau kelebihan di atas ranjang sudah pernah kau buktikan belum, Ed?" goda Papa William menyeletuk tanpa filter.
Hahahaha
Reno yang mendengar hal itu tentu saja tertawa terbahak-bahak mengingat selama ini Edward tidur bersamanya. Sedangkan Edward hanya tersenyum jengkel mendengar ucapan papanya.
"Bagaimana bisa membuktikan kelebihan Elli di atas ranjang sih paman? Elli kan tidurnya sama Alika dan Edward sama Reno" ucap Reno menimpali ucapan Papa William selepas dari tawanya.
"Berarti kemungkinan besar malah kalian berdua yang sudah membuktikan kelebihan naga kalian diatas ranjang secara bersama?" ucap Papa William dengan tertawa.
Edward dan Reno yang mendengar hal itu sontak saja memelototkan matanya tak terima dengan ucapan asal dari papa atau pamannya itu. Tanpa membalas ucapan Papa William, mereka berdua bergegas pergi dari ruang tamu meninggalkan Papa William yang masih tertawa terbahak-bahak melihat wajah masam keduanya.
Hahaha
***
Elli masuk ke dalam kamarnya dengan membawa laptop Reno kemudian duduk disamping Alika yang tertidur. Ia segera menaruh laptop itu diatas nakas dekat tempat tidur kemudian berbaring menyamping menghadap Alika yang tertidur nyenyak.
"Aku akan selalu melindungi kamu dan berusaha untuk selalu berada disampingmu, adik kecilku. Kita berjuang bersama-sama untuk kesembuhan kamu dan kebahagiaan kita semua. Kamu adalah perempuan hebat dan kuat, adik manis" ucap Alika dengan membisikkan ucapan itu tepat di telinga Alika.
Entah perasaannya saja atau bagaimana, setelah mendengar bisikan Elli beberapa menit kemudian Alika berbalik posisi tidur menjadi menghadap ke arah Elli. Alika memeluk erat Elli sambil menyembunyikan wajahnya di dada Elli untuk mencari kenyamanan. Elli yang dipeluk seperti itu merasa kalau Alika mendengar ucapannya dan percaya dengan apa yang diucapkannya. Akhirnya Elli memeluk balik Alika dengan erat kemudian tertidur dengan lelapnya menyusul adik iparnya yang sudah menjelajahi mimpi terlebih dahulu.
__ADS_1