
Setelah mengungkapkan rahasia tentang dirinya, keduanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Mereka berdua menatap lurus ke depan dengan pikirannya masing-masing. Terlebih Edward yang masih memikirkan banyak hal mengenai Elli. Banyak sekali teka-teki dalam hidupnya yang membuat Edward harus benar-benar menjaga lebih extra istrinya itu. Bahkan setelah mengetahui tentang Elli, dirinya masih berpikir kalau istrinya itu masih menyimpan banyak rahasia yang belum ia ketahui.
Sedangkan Elli dengan pikiran anehnya adalah memikirkan akan berbelanja apa esok pagi ke pasar. Ia ingin membuat beberapa resep kue terbaru yang tadi dilihatnya pada salah satu media sosial. Ia juga membayangkan bagaimana lezatnya kue yang nanti akan ia buat.
"Aku sudah menemukan siapa dalang sebenarnya dari penculikan Mama Amber dan Alika" ucap Elli tiba-tiba.
Edward yang mendengar itu seketika saja mengalihkan perhatiannya ke arah Elli dengan tatapan penasaran. Padahal kemampuan mereka di dunia hacker hampir sama namun entah kenapa kali ini Edward mengaku kalah dengan ketangkasan istrinya itu. Ada beberapa hal yang membuat Edward dan Reno susah mencari tahu mengenai kasus penculikan itu.
"Bunda Nessa dan selingkuhannya" ucap Elli.
Edward benar-benar terkejut kali ini, selama ini ibu dari Reno itu tak pernah menunjukkan gelagat yang aneh walaupun terlihat sangat tak menyukai Alika setelah kejadian penculikan itu. Ia tak menyangka kalau bibinya akan melakukan hal sejahat itu.
"Apa motif dari penculikan itu?" tanya Edward.
"Harta dan kekuasaan. Selama ini Paman Nino hanya memberikan nafkah untuk Noura dan Reno saja semenjak perceraian itu terjadi. Selama itu pula bibi tak pernah memberikan jatah nafkahnya ke Reno karena dia juga harus membiayai selingkuhannya yang usahanya bangkrut sejak 3 tahun yang lalu. Sejak kejadian penculikan itu, perusahaan yang dikelolanya bangkrut akibat uang modalnya dipakai untuk membiayai hidupnya yang sering berganti-ganti tempat sembunyi. Sebelum kejadian penculikan itu, dia melihat Papa sukses tentu membuat iri hingga merencanakan penculikan itu, apalagi perusahaanya yang waktu itu memang hanya berjalan di tempat" ucap Elli.
Edward paham dengan penjelasan Elli. Harta dan kekuasaan memang membuat semua orang buta harta dan hati. Hampir semua orang yang ingin sukses instant pasti akan melakukan cara licik untuk mendapatkan kekuasaan. Hal itu memang sudah biasa di dunia bisnis.
"Lalu dimana orang itu berada?" tanya Edward.
Edward menatap ke depan dengan wajah yang terlihat mengeras. Ia tengah menyembunyikan emosinya yang kini hendak meledak. Elli yang melihat itu mengelus pipi Edward dengan lembut hingga dia mengalihkan pandangannya kearah istrinya itu.
"Dia ada di kota ini, bahkan bibimu tahu dimana keberadaan orang itu. Kita akan membalas mereka berdua dengan dengan cara kita sendiri. Selingkuhannya itu seperti belut, kalau kita tangkap tanpa persiapan pasti dia akan lepas karena dia sangat licin" saran Elli.
__ADS_1
"Akan lebih baik Reno ku beritahu karena ini menyangkut ibunya. Aku tak ingin dia salah paham ketika nanti aku menghabisi ibunya itu" ucap Edward.
Elli setuju dengan ide yang diucapkan Edward, bagaimanapun Reno adalah seorang anak yang tetap harus melindungi ibu kandungnya. Walaupun terkesan tak peduli, namun Edward tahu kalau dia sangat menyayangi ibunya itu. Keduanya akan menyusun rencana yang tak akan pernah mereka duga sebelumnya, kalau dia pintar mengacak-acak lokasi maka dia akan menggunakan strategi khusus memporakporandakan keamanannya.
***
"Aku menyayangimu, jangan sampai kau terluka saat mengahadapi manusia rakus itu" ucap Elli tiba-tiba.
Entah mengapa Elli mengungkapkan perasaan sayangnya terlebih dahulu. Atau ini hanya sekedar kekhawatirannya saja hingga dia mengucapkan seperti itu. Perasaannya tidak enak, ia takut terjadi sesuatu pada Edward suatu saat nanti. Masih banyak orang yang bergantung pada suaminya itu, terutama Alika, Papa William, dan dirinya.
Edward yang mendengar ungkapan dari Elli itu seketika tersenyum tipis, ternyata perasaan yang selama ini tumbuh terbalas juga. Namun Edward tak mau terlalu percaya diri dulu, bisa saja Elli menyayanginya hanya sebagai kakak atau saudara.
"Aku akan selalu baik-baik saja. Aku juga menyanyangimu" jawab Edward kemudian menarik Elli ke dalam pelukannya.
Tadi Reno sudah dihubungi Edward untuk segera pulang agar bisa menjaga Alika dan Papa William di rumah. Edward masih belum mempercayai siapapun selain Reno dan Elli untuk menjaga keduanya. Terlebih, dahulu sering ada bodyguard yang menjadi mata-mata di mansionnya saat Victor ditugaskannya untuk mengurus perusahaan di luar negeri.
***
Edward mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil tangan sebelah kirinya memegang sebelah tangan Elli. Ini bukan atas keinginan Edward, namun karena Elli yang meminta sendiri. Elli melakukan itu agar terlihat romantis seperti pasangan suami istri lainnya. Alasan yang aneh menurut Edward dan ya sudahlah dia pasrah dan menurut saja.
Setelah beberapa menit, akhirnya mobil Edward sampai di rumah. Elli segera saja melepas pegangan tangannya pada Edward kemudian membuka pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah sedangkan Edward yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
"Yuhuuu... Alika, main yok" seru Elli saat memasuki rumah.
__ADS_1
Alika yang sedang fokus melihat acara kartun di TV pun segera berdiri kemudian berlari kecil dan menggandeng tangan Elli. Tanpa menggubris kedua orang laki-laki yang menatap mereka cengo, keduanya segera saja berlari keluar menuju halaman rumah. Hari memang mash menunjukkan pukul 4 sore sehingga masih ada waktu untuk kedua perempaun itu bersantai.
Saat sampai di halaman rumah, kedua gadis itu dihadang oleh Edward yang baru saja keluar dari mobilnya. Dengan tatapan polos keduanya, mereka menatap Edward seakan bertanya alasan menghadang mereka.
"Masuk, mandi" titah Edward pada keduanya.
Dengan kompak keduanya menggelengkan kepala, membuat Edward menahan kegemasannya. Keduanya benar-benar sangat lucu.
"Ini sudah sore, mandi " ucap Edward lagi.
Namun tetap saja keduanya menggelengkan kepala ribut tanda tak setuju dengan perintah Edward. Tanpa aba-aba kedua gadis itu berlari kemudian mengambil selang air. Edward yang melihat itu segera melepaskan jas kantornya kemudian menggulung lengan kemejanya dan menyusul keduanya dengan berlari.
Kedua gadis itu seketika saja kabur agar tak ditangkap oleh Edward, sedangkan Reno dan Papa William yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka berdua yakin kalau Edward akan berubah menjadi lebih hangat lagi seperti dahulu sebelum kejadian yang menimpa keluarganya.
Aaaaa... Sini kejar
Kejar...
Teriakan keseruan di halaman rumah itu membuat suasana disana terlihat sangat kekeluargaan dan terasa hangat.
"Happpp... Ketangkap" seru Edward.
Edward berhasil menangkap Elli membuat wajah Alika seketika cemberut. Seperti mendapatkan ide, Alika mengambil selang air kemudian menyemprotkannya kearah Edward membuat badannya basah. Edward mencoba menghindar dengan menjadikan tubuh Elli sebagai tameng namun karena tubuh istrinya itu pendek membuat Edward basah kuyup apalagi wajahnya.
__ADS_1
Setelah adegan itu, akhirnya ketiganya masuk rumah untuk mandi terlebih hari sudah mulai gelap.