
Edward dan Victor berlalu pergi menuju kamar milik Bibi Hen untuk membuktikan ucapan Elli tentang beliau yang terkunci dan terikat didalam kamarnya. Saat sampai di depan kamar milik Bibi Hen yang masih tertutup rapat, Edward maju dan mencoba membuka pintu itu namun tak bisa terbuka. Benar apa yang dikatakan oleh Elli bahwa pintu kamar Bibi Hen terkunci.
"Kita dobrak" putus Edward.
Victor menganggukkan kepalanya kemudian mereka bersiap-siap untuk mendobrak pintu kamar Bibi Hen. Mereka tak membukanya dengan kunci cadangan karena kunci kamar itu memang hanya ada satu. Dan yang memegang kunci itu adalah Bibi Hen sendiri. Sekarang pun mereka berdua tak tahu dimana keberadaan kunci itu, daripada mencari sesuatu yang tidak tahu dimana letaknya lebih baik segera melakukan hal untuk membuka pintu itu. Kamar milik Bibi Hen ini berbeda dengan kamar maid lainnya dan tempatnya pun masih berada di dalam mansion utama. Edward mendesign khusus kamar itu agar nyaman untuk ditempati Bibi Hen.
Keduanya segera mundur beberapa langkah dari pintu kamar kemudian menghitung sampai tiga untuk mendobraknya.
1... 2... 3...
Brukkk.... Brukkk... Brukkk...
Setelah dobrakan ketiga, akhirnya pintu kamar Bibi Hen terbuka lebar juga. Mata keduanya terbelalak kaget saat melihat Bibi Hen yang terikat tali pada tangan dan kakinya diatas tempat tidur. Bahkan pipinya terdapat beberapa lebam dan darah mengering. Seketika saja Edward mendekat kearah Bibi Hen yang memejamkan matanya kemudian mencoba membangunkan beliau dan melepaskan tali pada tangannya. Sedangkan Victor melepaskan ikatan tali yang ada di kaki Bibi Hen.
"Bibi... Bangunlah, bi" ucap Edward dengan mengelus pipi Bibi Hen yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri.
"Sepertinya Bibi hen pingsan, Vic" lanjutnya.
"Pakai ini, tuan" ucap Victor sambil menyerahkan minyak angin ke hadapan Edward.
Edward mengambilnya lalu sedikit mendekatkan kearah hidung Bibi Hen dan mengolesnya sedikit di pelipis wanita tua itu seraya memijatnya. Edward masih terus berusaha untuk menyadarkan Bibi Hen dibantu oleh Victor yang membuka jendela kamar itu. Ruangan yang benar-benar tertutup tanpa ada sirkulasi udara yang bagus membuat kamar itu benar-benar pengap.
Eunghhhh...
Setelah beberapa menit berusaha, akhirnya Bibi Hen terbangun seraya memegang kepalanya yang terasa pusing. Edward memberikan segelas air minum yang berada diatas nakas kepada Bibi Hen dan membantunya untuk diminumkan.
__ADS_1
Setelah sudah tak terlalu pusing, Bibi Hen menceritakan tentang kejadian selama Edward dan Reno sudah tak tinggal di mansion. Edward dan Victor yang mendengarnya benar-benar terkejut ternyata selama ini mereka memelihara ular didalam mansion. Victor pun dengan segera memeriksa CCTV selama satu bulan ini dan memperlihatkannya kepada Edward. Edward berjanji akan menghancurkan orang-orang yang berbuat seperti ini kepada Bibi Hen.
***
Sedangkan di ruang tamu...
Terjadi perdebatan antara Elli dengan para pekerja disana. Bahkan banyak tatapan sinis yang mengarah kepadanya dari beberapa maid perempuan. Namun Elli hanya bersikap cuek-cuek saja karena dia tak merasa ada salah dengan mereka. Disini dia hanya akan memberikan pelajaran bagi mereka yang menyakiti keluarga Edward dan takkan pernah membiarkannya kabur.
"Apa lihat-lihat saya? Terpesona dengan kecantikan saya, hmm?" tanya Elli dengan gaya sombongnya sambil mengibaskan rambut panjangnya.
"Jangan sombong, nona. Nanti dijatuhkan oleh ekspektasi sendiri, kita yang akan tertawa paling pertama" ucap salah satu maid dengan berani.
"Lah... Kan emang saya cantik, mulus, bahkan body nya bohay. Mana sekarang sudah menjadi istrinya Edward lagi" ucap Elli dengan bangga.
"Nggak mungkin" seru mereka semua.
"Kalau nggak percaya ya udah, bukan urusan saya" ucap Elli dengan mengedikkan bahunya acuh.
Setelahnya Elli menegakkan kepalanya kemudian menatap tajam kearah semua maid dan bodyguard disana. Tatapan santai yang terlihat tadi, berubah menjadi tajam. Seketika saja hal itu membuat semua orang yang ada disana tertegun.
"Jangan harap kalian akan lepas dari saya setelah apa yang kalian lakukan pada Bibi Hen dan kelurga Edward" ucap Elli dengan nada datarnya.
Elli berjalan mendekat kearah beberapa bodyguard yang terlihat panik dan takut sedari tadi saat melihat perubahan raut wajahnya. Ia menyunggingkan senyum sinisnya dan tanpa aba-aba menendang perut bodyguard itu.
Bugh...
__ADS_1
Bodyguard itu terpental ke belakang hingga harus ditangkap oleh beberapa rekannya agar tak terjatuh. Mereka semua kaget dengan apa yang dilakukan oleh Elli apalagi melihat kekuatan gadis kecil itu.
"Apa yang kau lakukan pada rekan kami?" seru teman sesama bodyguardnya.
"Hanya menendangnya saja lho itu. Masa badan sebesar itu ditendang sama yang lebih kecil udah kepental ke belakang. Itu badan apa mendoan, letoy amat" ejek Elli.
Semua bodyguard disana emosi karena mendengar salah satu bodyguard mereka dihina oleh seorang gadis. Sedangkan para maid menatap ngeri kearah Elli dan sedikit iba pada gadis itu karena pasti setelah ini para bodyguard akan membalas penghinaan itu.
"Beri pelajaran pada gadis itu" seru salah satu bodyguard.
Beberapa orang bodyguard maju dan siap menyerang Elli. Elli dengan santainya malah berdiri sambil memainkan kuku-kuku cantiknya, sedangkan para maid sudah mulai menyingkir karena takut terkena amukan dari para bodyguard.
Lima bodyguard mengelilingi Elli yang berada di tengah-tengah. Tak ada rasa takut yang terlihat dari wajah Elli padahal disana ia harus melawan 5 orang bodyguard dengan badan yang besar. Bahkan bodyguard disana ada puluhan yang tengah berkumpul, bisa saja jika dia lengah pasti akan terluka dengan dikeroyok oleh semua orang itu.
Tiba-tiba saja kelima bodyguard itu menyerang Elli dan dengan sigap gadis itu menangkis semua serangan yang dilancarkan mereka. Para bodyguard sampai kelelahan karena tak ada satu serangan pun yang mampu menembus pertahanan Elli, padahal gadis itu belum melakukan penyerangan sama sekali. Saat semua terlihat kelelahan, Elli segera saja menendang area pribadi mereka berulang kali.
Arrrrghhhhh....
Aaaaaaaa....
Suara teriakan kesakitan dari para bodyguard membuat rekannya yang lain terasa ngilu dan dengan refleks menutupi area pribadinya. Sedangkan para maid berteriak histeris melihat itu, mereka merasa ketakutan dengan perkelahian itu.
Tiba-tiba saja suara langkah kaki yang berlarian membuat semua orang mengalihkan pandangannya. Terlihat Edward yang tengah menggendong Bibi Hen dan Victor yang mengikuti dari belakang. Sejenak saja Elli melirik kearah para maid dan bodyguard yang tampak menegang.
Edward dan Victor berhenti tepat di area kerumunan yang tercipta kemudian melihat kearah Elli yang tampak berkeringat wajahnya dan beberapa bodyguard yang masih mengerang kesakitan.
__ADS_1