
Elli datang ke kediaman Kakek Ronald bersama dengan Edward. Tak ada senyuman yang terpatri di bibir keduanya, hanya ada tatapan datar dan dingin membuat semua orang yang berpapasan dengan mereka merasa bergidik ngeri. Semua bodyguard disana seketika memasang sikap waspada terlebih cucu dari tuannya itu membawa Edward yang notabene adalah saingan bisnisnya.
"Nona Elli, sebaiknya anda masuk sendiri jika tujuannya untuk menemui kakek anda. Jangan bawa laki-laki ini karena kami tak ingin ada keributan" cegah salah satu bodyguard saat tahu bahwa cucu neneknya keluar dari mobil bersamaan dengan Edward.
"Kedatangan saya kesini memang untuk menemui Kakek Ronald sekaligus memperkenalkan laki-laki disamping saya ini sebagai suamiku" ucap Elli dengan tatapan dinginnya.
Elli mengalihkan pandangannya kearah Edward yang membuatnya merubah raut wajahnya menjadi lebih lembut saat menatap suaminya. Edward pun membalas senyuman lembut istrinya dengan usapan lembut dipipi Elli. Para bodyguard yang melihat itu langsung saja mengalihkan perhatiannya kearah lain karena melihat keromantisan kedua sejoli itu. Semua bodyguard tak terkejut saat mendengar bahwa Edward adalah suami dari Elli, pasalnya waktu itu Kakek Ronald marah-marah pada semua anak buahnya karena melewatkan informasi ini.
Elli segera saja menggandeng tangan suaminya saat para bodyguard itu tengah memalingkan wajahnya. Keduanya melenggang tanpa menghiraukan seruan para bodyguard. Pintu ruumah milik Kakek Ronald dibuka oleh maid yang sudah tahu akan kedatangannya.
"Selamat datang, Nona Elli" sapa beberapa maid dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Kok aku jadi kaya ratu-ratu bangsawan gitu ya pakai disambut segala" ceplos Elli.
Sedangkan para maid disana hanya bisa menahan tawanya saat mendengar ucapan Elli yang terkesan baru pertama kali diperlakukan seperti itu. Pasalnya jika datang ke rumah pengusaha terkenal dan punya banyak maid, setiap tamu akan diperlakukan seperti itu. Apalagi ini yang datang adalah cucu perempuan dari majikannya maka mereka akan melakukan penyambutan khusus.
"Kamu bukan ratu bangsawan, sayang. Tapi kamu ratu di papan catur" goda Edward dengan wajah datarnya.
Hahahaha...
Para maid yang mendengarnya tentu saja sudah tak bisa menahan tawanya. Akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak tanpa memepedulikan Elli yang tengah memberengut kesal. Elli pun berjalan memasuki rumah kakeknya dengan menghentak-hentakkan kakinya karena kesal ditertawakan oleh semua orang.
Ehemmm...
__ADS_1
Edward berdehem membuat para maid seketika menghentikan tawanya, kemudian ia segera menyusul istrinya yang sudah berjalan terlebih dahulu. Setelah Elli dan Edward pergi, para maid seketika bergosip ria.
"Coba aja ya dirumah ini ada Nona Elli pasti suasananya akan lebih hidup" ucap salah satu maid.
"Iya, pasti suasananya nggak akan sesuram ini" timpal maid lainnya.
Semua maid pun akhirnya membubarkan diri sebelum ucapan mereka diketahui oleh majikannya. Bisa gawat jika sampai majikannya tahu apalagi yang digosipkan adalah majikan sendiri, sudah pasti akan dipecat.
***
"Selamat pagi kakekku sayang" sapa Elli dengan nada cerianya.
Elli segera memasuki ruang makan sesuai dengan arahan salah satu maid yang menunjukkan keberadaan sang kakek. Elli mencoba bersikap biasa saja bertemu dengan kakeknya itu walaupun ia yakin kalau Kakek Ronald akan terkejut dengan kedatangannya.
"Ngapain kamu ke rumah saya bersama laki-laki itu?" ucap Kakek Ronald dengan sinis.
"Oh... Jadi begini sambutan anda atas kehadiran cucu perempuan yang paling kakek sayangi ini? Aku terkejut" ucap Elli mendramatisir.
Tanpa mempedulikan kekesalan Kakek Ronald, Elli segera berjalan mendekat kearah meja makan kemudian duduk disana bersama dengan Edward disampingnya. Tanpa malu, Elli segera mengisi piring yang ada dihadapannya dengan berbagai macam makanan.
"Lumayan nih sayang, bisa irit beras di rumah. Gimana kalau kita setiap hari numpang sarapan disini?" tanya Elli sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Edward.
"Apa suamimu itu sudah bangkrut sampai kau mau menumpang sarapan setiap hari ke rumahku? Cihhh..." ucap Kakek Ronald dengan menatap sinis cucunya.
__ADS_1
"Lah... Kata siapa suamiku ini bangkrut? Aku kan bilang biar bisa irit beras makanya numpang makan disini. Kalau suamiku mah jangan tanya kekayaannya, yang jelas lebih kaya dari kakek" ledek Elli.
Kakek Ronald benar-benar dibuat bungkam oleh ucapan Elli yang meledek dirinya. Kekuasaan Kakek Ronald memang hampir setara dengan Keluarga Serant, namun untuk kekayaan sudah pasti dia masih sangat dibawahnya. Elli memakan sarapannya dengan santai, bahkan ia juga menyuapi suaminya dengan sendok yang sama dengannya. Melihat Elli tidak peduli akan kehadirannya, Kakek Ronald segera saja melanjutkan sarapannya walaupun dalam keadaan mendumal.
"Jangan suka mendumal saat sedang makan, nanti tersedak lalu is dead" ucap Elli setelah menelan makanannya.
"Jadi kau mendo'akan kakekmu mati begitu? Dasar cucu durhaka" kesal Kakek Ronald.
"Iya, biar populasi manusia serakah seperti kakek musnah dari dunia ini. Setelahnya aku akan mengambil semua kekayaan milik kakek yang tak seberapa itu kemudian membuat pesta mewah untuk merayakan kematian kakek" ucap Elli dengan pedas.
Kakek Ronald kali ini kemarahannya akan meledak saat mendengar ucapan dari cucunya. Ia merasa tertohok dengan ucapan Elli yang begitu pedas, pasalnya selama ini anak dan cucunya yang lain tak ada yang berani membantah ataupun mengucapkan kalimat pedas kepadanya. Sedangkan Edward sudah mulai berjaga-jaga untuk menjaga istrinya saat melihat Kakek Ronald mulai menunjukkan kemarahannya.
Kakek Ronald seketika berdiri sedangkan Elli masih santai dengan makanannya. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu sehingga bisa sesantai ini menghadapi Kakek Ronald yang terkenal tak pandang bulu jika menghadapi lawannya.
"Jangan marah-marah, kek. Nanti bisa kena serangan jantung lho" peringat Elli yang terkesan lebih meledek.
"Kau benar-benar menguras kesabaranku. Akan aku pastikan kau dan suamimu takkan bisa keluar dengan mudah dari rumah ini" ucap Kakek Ronald dengan nada tingginya.
Suara Kakek Ronald yang begitu tinggi itu mengundang beberapa maid dan bodyguard yang segera berlari menuju kearah suara. Mereka begitu penasaran dengan apa yang terjadi di ruang makan walaupun sebenarnya juga ketakutan.
"Kesabaran kok dikuras sih, kek? Sumur atau bak mandi kali ah yang dikuras itu" balas Elli.
Kemudian Elli berdiri setelah menyelesaikan sarapannya. Bahkan kini Elli tengah menatap kakeknya dengan santai dengan masih mengucapkan kalimat-kalimat yang mengundang kemarahan Kakek Ronald. Para maid dan bodyguard sudah ketar-ketir melihat perlawanan Elli terhadap Kakek Ronald. Mereka tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya.
__ADS_1