Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Rapat 2


__ADS_3

"Jadi apa yang sekarang kalian permasalahkan? Tuan Edward ini walaupun bukan keturunan keluarga Serant, namun dia yang membangun dan memajukan perusahaan ini. Kalian tidak berhak untuk ikut campur dalam kepemimpinannya karena ini adalah perusahaannya sendiri. Kalau kalian memang ingin mengganti posisi Tuan Edward sebagai CEO, siapa yang pantas menggantikannya? Tidak ada. Yang pantas dan berhak atas Perusahaan ini hanya Tuan Edward dan anak-anaknya kelak" ucap Reno dengan nada tegasnya.


Semua peserta rapat hanya bisa diam tak terkecuali kedua wanita paruh baya yang tak lain adalah Mama Amber dan Mama Nessa. Mereka semua yang bertentangan dengan hal itu tentu saja sedang memutar otak untuk membantah pernyataan Reno tersebut agar bisa melengserkan Edward dari kursi kepemimpinan.


"Kalau begitu kami butuh pernyataan dari Tuan William mengenai kepemilikan Perusahaan ini sebagai pemilik Perusahaan sebelumnya" ucap Mama Amber dengan menyeringai.


Pasalnya Mama Amber yakin kalau efek obat yang diberikan kepada suaminya itu pasti akan berpengaruh pada otaknya hingga membuat otak dari suaminya tak akan bisa berpikir mengenai hal-hal berat seperti urusan perusahaan.


"Nyonya Amber... Nyonya Amber... Papa William takkan pernah saya hadirkan disini karena saya tak ingin anda memprovokasi dirinya. Sampai sebegitunya anda ingin menguasai harta milik keluarga Serant sampai dengan beraninya membuat kegaduhan yang sebenarnya anda tidak tahu akar permasalahannya. Bahkan selama ini anda hanya tahu menghabiskan uang keluarga Serant saja. Jadi jangan berlagak anda tahu tentang bisnis jadi anda bisa memasuki jajaran orang penting di perusahaan ini" ucap Edward dengan sinis sambil geleng-geleng kepala.


Ucapan Edward memang begitu santai nada suaranya namun begitu tajam kalimat-kaimatnya hingga membuat Mama Amber tersindir.


"Reno, blokir semua kartu yang aku berikan kepada dua orang wanita yang ada disini. Ambil semua fasilitasnya juga" titah Edward kepada Reno dengan tatapan sinis yang mengarah ke Mama Amber dan Mama Nessa.


Mama Amber dan Mama Nessa tentu saja membelalakkan matanya kaget, pasalnya selama ini mereka mendapatkan lebih banyak fasilitas bahkan kartu kredit dari Edward. Sedangkan untuk suami Mama Nessa sendiri hanya memberikan 20% dari yang diberikan oleh Edward. Sungguh pemasukan yang ia dapatkan dari Edward takkan bisa dibandingkan dengan apa yang didapatkan dari saudara yang lainnya.


"Ed, apa-apaan kau ini. Aku adalah mama kandungmu yang berhak juga atas semua pencapaian dan hartamu" ucap Mama Amber tak terima.

__ADS_1


"Anda saja tak mengurusi saya sejak kecil bahkan hanya Papa William yang mengurus dan memberikan kasih sayang kepada saya di sela-sela waktu kesibukan bekerjanya. Semua yang saya dapat ini berkat papa, bukan anda. Jadi anda tak berhak menikmati apa pencapaian saya saat ini. Bahkan saat saya memulai untuk membangkitkan perusahaan yang telah bangkrut ini, anda menghina saya habis-habisan. Apa anda tidak malu meminta harta dari orang yang waktu itu anda hina-hina? Menjijikkan" ucap Edward dengan nada angkuhnya.


Ruang rapat perusahaan yang seharusnya menjadi tempat penyelesaian atas masalah perusahaan kini berubah menjadi ajang membahas permasalahan keluarga.


"Mohon maaf jika rapat ini telah melenceng dari pembahasan awal. Kita lupakan saja drama dari dua wanita tidak penting ini, kita sekarang bisa alihkan dengan membahas langsung inti pokok permasalahan perusahaan ini" ucap Reno mengakhiri drama anatara ibu dan anak yang takkan pernah selesai itu.


Para peserta yang mendengarkan perdebatan antara ibu dan anak itu sebenarnya terkejut dengan beberapa fakta yang terungkap apalagi melihat bagaimana Edward berani melawan ibunya. Edward bahkan tak segan-segan mengambil semua fasilitas yang disediakannya selama ini. Kalau dengan keluarganya saja Edward berani memberikan pelajaran segitunya, lalu bagaimana dengan orang-orang yang berkhianat padanya? Tentunya pembalasan yang setimpal akan segera mereka terima.


"Sekarang kita fokus pada layar" titah Reno sambil berdiri di dekat layar LCD.


"Ini adalah daftar nama-nama petinggi perusahaan, pemegang saham dari yang tertinggi sampai terendah, dan beberapa investor perusahaan kita selama ini" lanjutnya sambil menjelaskan.


Masalahnya hampir 70% dari peserta rapat ini masuk dalam daftar hitam Perusahaan Serant Group. Jelas saja hal ini merupakan langkah berani yang diambil oleh seorang pemimpin Perusahaan.


"Apa-apaan ini, Tuan Edward? Saya tak terima masuk dalam daftar itu. Selama ini Perusahaan saya selalu menjalin hubungan kerjasama dengan baik sejak kepemimpinan Tuan William. Anda itu masih anak bau kencur dalam dunia bisnis namun dengan sombongnya berani memblacklist perusahaan saya" ucap salah satu investor yang namanya berada dalam daftar blacklist.


"Namun sayangnya orang yang anda bilang anak bau kencur ini adalah raja bisnis saat ini" ucap Edward dengan angkuhnya.

__ADS_1


"Anda pikir saya tidak tahu bahwa setiap proyek kerjasama yang kita lakukan, anda melakukan banyak kecurangan demi keuntungan pribadi yang lebih besar. Makanya perusahaan papa saya bisa bangkrut karena investornya saja sudah seperti rayap yang memakan suatu hal yang bukan miliknya sampai habis. Dan saya tak mau di perusahaan saya ada rayap yang tiap hari menggerogoti kekayaan perusahaan hingga tak tersisa lagi" lanjutnya dengan menatap tajam ke arah investor itu.


Investor itu seketika diam seribu bahasa karena semua kelakuannya kini telah dibongkar oleh Edward. Selama ini ia terlalu meremehkan kemampuan Edward karena pengalamannya lebih sedikit dibandingkan dirinya. Sedangkan semua peserta rapat ikut terdiam dan terlihat pasrah jika memang harus di blacklist dari Perusahaan Serant Group. Mereka diam karena tak ingin kesalahannya diumbar oleh Edward dihadapan semua peserta rapat yang notabene adalah orang-orang penting. Maka akan semakin sulit nantinya mereka mendapatkan proyek kerjasama jika citra mereka saja sudah jelek.


Namun tanpa mereka sadari, di dunia maya kini tengah ramai tersebar mengenai daftar perusahaan yang suka bermain kotor dalam berbisnis. Dalam daftar itu juga disebutkan siapa nama-nama orang yang patut mereka waspadai ketika mengajak kerjasama dalam bentuk apapun. Semua ini jelas adalah ulah Edward Lion Serant yang sedari tadi hanya fokus dengan laptop yang ada di depannya.


"Setelah mereka keluar dari sini, aku yakin mereka semua akan terkena serangan jantung. Bukan hanya nama baiknya dan keluarganya saja yang jelek, namun perusahaan yang mereka bangun seketika hancur" batin Edward dengan tersenyum sinis tanpa ada orang yang menyadarinya.


"Bagi kalian yang namanya tak terdaftar dalam layar, saya berikan kalian dua pilihan. Setia dengan perusahaan termasuk menghormati siapapun pemimpinnya atau mengundurkan diri dari perusahaan ini" ucap Reno dengan tegas.


"Tak perlu berbaik hati, Ren. Saya sudah tidak membutuhkan orang-orang ini lagi karena saya akan mencari orang-orang yang berkompeten di luar sana. Tak lupa, masih banyak perusahaan besar yang mau membeli saham atau menanamkan investasi di perusahaan ini. Tanpa kalian, perusahaan ini takkan rugi" ucap Edward dengan kalimat menusuknya.


"Walaupun itu orang yang telah lama bekerja di Perusahaan ini" lanjutnya setelah melihat ada beberapa orang yang terlihat ingin protes.


Seketika saja orang-orang yang ingin protes itu hanya terdiam pasrah. Ini semua gara-gara mereka terpengaruh dengan berita-berita yang tersebar kemarin membuat karir yang mereka bangun selama ini hancur dalam hitungan menit. Semua peserta rapat juga langsung menatap tajam kearah dua wanita paruh baya yang menjadi penyebab dari kekacauan ini. Andai saja dua wanita ini tak memprovokasi semuanya pastinya Edward dan Reno takkan memblacklist mereka. Sedangkan dua wanita yang ditatap tajam itu hanya diam sambil memainkan kuku-kuku cantik mereka tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Dengan ini dapat disimpulkan bahwa rapat telah selesai dan tak ada permasalahan lagi mengenai kepemimpinan di Perusahaan ini. Kalian semua yang ada disini telah kami blacklist dari Perusahaan Serant Group dan jika ada yang terjadi ke depannya kepada kalian, perusahaan sudah tak bisa ikut campur lagi. Kalian juga sudah tak bisa ikut campur lagi mengenai semua yang terjadi di dalam perusahaan ini" tutup Reno dengan tegasnya membuat hampir semua orang menghela nafas kasar.

__ADS_1


Mereka menyesal telah berani menyinggung Edward dan Reno hingga membuat semuanya menjadi hancur berantakan seperti ini. Semoga saja ketika keluar dari ruang rapat nanti mereka takkan mati berdiri melihat apa yang terjadi.


__ADS_2