
Setelah berkendara selama 1 jam, akhirnya mobil milik Edward memasuki area mansion milik keluarga Serant. Halaman yang sangat luas seketika tersuguh dihadapan semua orang yang berada di mobil saat pintu gerbang dibuka oleh Victor. Belum ada rekruitment untuk anak buah Victor, membuat laki-laki itu yang akan mengawasi 24 jam majikannya. Walaupun cukup merepotkan, namun Victor tahu kalau Edward dan Reno akan membantunya untuk menjaga keluarga Serant.
Victor segera mengendarai sepeda motornya setelah menutup pintu gerbang mengikuti mobil milik Edward yang sudah melaju terlebih dahulu. Setelah sampai didepan pintu utama mansion, Edward bersama Elli segera turun kemudian membantu Papa William duduk dikursi rodanya. Victor segera memapah Bibi Hen masuk kedalam mansion, sedangkan kini Elli masih menunggu Alika yang terlihat ragu untuk turun dari mobil.
"Jangan takut, ada kak Elli yang siap sedia menjaga adik kakak yang cantik ini. Bahkan aku siap menghajar siapapun yang dengan berani-beraninya melukai Alika" ucap Elli dengan antusias.
Bahkan Elli dengan sigap mempraktekkan bagaimana gerakan menonjok dan menendang ketika dia menghajar lawannya. Melihat hal itu membuat Alika tertawa renyah kemudian dengan antusiasnya turun dari mobil dan menggandeng tangan Elli lalu menariknya masuk mansion. Keduanya berjalan dengan melompat-lompat seperti anak kecil meninggalkan Edward dan Papa William yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.
"Sepertinya istrimu itu lebih cocok jadi adikmu, Ed" ucap Papa William dengan terkekeh pelan.
"Benar, pa. Tingkahnya itu sangat ajaib, disaat santai seperti ini dirinya seperti anak kecil. Lain hal kalau dia sudah marah, dia sangat mengerikan" ucap Edward.
Edward mendorong kursi roda papanya memasuki mansion sambil bercerita tentang kejadian Elli yang menembak semua bodyguard dan Seno dengan membabi buta. Awalnya Papa William tak percaya, namun Edward juga menunjukkan video tentang istrinya yang menembak puluhan bodyguard. Melihat hal itu jelas membuat Papa William sangat takjub.
"Dia wanita yang kuat dan sempurna untuk menjadi istrimu, Ed. Kau beruntung mendapatkannya, jangan sampai kau lepaskan" pesan Papa William.
"Iya, pa. Aku takkan pernah melepaskannya" ucap Edward dengan sungguh-sungguh.
Keduanya terus bercerita sampai mereka sampai didekat ruang tamu. Di ruang tamu, terlihatlah puluhan maid yang meminta maaf kepada Bibi Hen karena telah melukai wanita tua itu. Sedangkan Bibi Hen yang masih lemah pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Kak Victor, bawalah Bibi Hen ke kamarnya" perintah Elli.
"Baik nona" jawab Victor.
Dengan memapah Bibi Hen, Victor segera membawa wanita tua itu masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Elli menatap semua maid yang masih berdiri disana dengan intens.
__ADS_1
"Mulai hari ini, kalian saya berhentikan untuk bekerja disini. Silahkan bereskan barang-barang kalian dan saya akan mentransfer gaji dan pesangon untuk semuanya" ucap Elli dengan tegasnya.
"Tapi nona..."
"Jangan membantah atau kalian akan bernasib sama dengan para bodyguard yang lain" sela Elli.
Mendengar hal itu, semua maid segera saja membubarkan diri untuk membereskan barang-barang mereka dan pergi dari mansion itu. Mereka tidak bisa membela diri karena melihat wajah Elli yang sangat menakutkan bagi semuanya. Daripada mereka bernasib buruk, lebih baik menurut saja.
"Kalau tak ada maid, rumah ini akan diurus siapa?" tanya Edward tiba-tiba yang datang dari belakang tubuh Elli.
"Sudah aku bilang, kalau aku akan melakukan perombakan di mansion ini. Untuk maid, aku akan menyeleksinya sendiri dengan aturanku. Boleh kan, sayang?" tanya Elli dengan nada manjanya.
"Lakukan apapun yang menurutmu terbaik untuk kita. Asalkan kau tak kecapekan dan kerepotan mengurus hal ini" ucap Edward.
"Tidak akan" jawab Elli dengan yakin.
***
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya yang ditunggu sedari tadi datang juga. Victor berdiri disamping Edward dan menunggu majikannya itu memberinya perintah.
"Kak, duduklah disini. Berdiri terus, bisa-bisa kaki kak Victor kena varises lho" ucap Elli.
Elli menunjuk sambil menepuk-nepukkan sebuah kursi sofa yang tak jauh darinya, memberi kode kepada Victor untuk duduk disana.
"Saya disini saja, nona" tolak Victor tak enak hati.
__ADS_1
Selama ini dia selalu bersikap formal karena didikan dari sebuah organisasi bodyguard yang menaunginya. Jadi tak mungkin jika dirinya bisa duduk dengan seenaknya bersamaan dengan majikannya itu.
"Duduklah Victor. Kau ini sudah ku anggap sebagai anakku sendiri tetapi selalu saja bersikap kaku seperti itu" ucap Papa William kesal.
"Biarin aja tuh, pa. Biar kaya patung selamat datang" kesal Elli.
Victor hanya menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal saat mendengar apa yang diucapkan oleh Elli dan Papa William. Dia sebenarnya sedikit terharu dengan kedua majikannya itu yang selalu menganggap dirinya sebagai keluarga.
"Duduk Victor" ucap Edward dengan nada datarnya.
Victor segera duduk di sofa itu setelah mendengar perintah dari Edward, sedangkan Elli yang melihat itu hanya mencibir kelakuan laki-laki itu yang selalu menurut apabila suaminya yang berbicara. Kemudian mereka membicarakan tentang perekrutan bodyguard baru yang akan dipimpin oleh Victor.
"Bagaimana kalau kita merekrut orang-orang dipinggir jalan seperti preman dan anak putus sekolah begitu? Kita latih dan beri fasilitas yang memadai, itu akan lebih baik untuk mengurangi pengangguran di sekitar kita. Kita juga bisa menyeleksinya terlebih dahulu, apabila selama pelatihan mereka bersikap seenaknya maka langsung kita depak" saran Elli.
"Bukannya aku nggak percaya dengan bodyguard yang ada di organisasi bodyguard seperti itu, hanya saja kalau kita merekrutnya dari awal pasti kita akan lebih tahu karakter dan sifat mereka" lanjutnya.
"Saya setuju dengan Nona Elli" ucap Victor.
Edward menoleh sebentar kearah Papa William karena bagaimanapun juga selama ini papanya itu selalu mengambil anak buah dari organisasi bodyguard tersebut.
"Baiklah, aku setuju dengan saran dari Elli. Kau yang jadi ketuanya, Victor" putus Papa William.
"Aku ikut melatih dan menyeleksinya" seru Elli.
"Baiklah, sayang. Terserah kamu saja, tetapi ingat untuk jangan sampai kelelahan" peringat Edward.
__ADS_1
Elli menganggukkan kepalanya antusias. Didalam otak cantiknya, dia sudah memikirkan banyak rencana dan ide untuk melatih dan menyeleksi para bodyguard yang akan bekerja disini. Sedangkan Edward hanya bisa tersenyum tipis saat melihat ekspresi Elli seperti itu karena istrinya itu pasti takkan membiarkan orang-orang masuk dengan mudah ke mansion ini.
Setelah membicarakan tentang perombakan maid dan bodyguard, kelimanya segera masuk ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat. Papa William akan tidur sendiri di kamar tamu begitupun dengan Alika karena mereka belum siap untuk beristirahat di kamar yang dulu. Sedangkan Elli akan tidur sekamar dengan Edward. suaminya.