Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Keputusan Reno


__ADS_3

Reno benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya dalam ponsel milik Edward. Jantungnya seakan ditusuk ribuan paku yang bisa kapan saja dapat membunuhnya. Hatinya hancur karena selama ini dia seperti orang bodoh yang tak tahu apa-apa mengenai keluarganya. Ayah dan kakaknya tak mau kembali karena ibunya masih ada di mansion keluarga Serant dan status keduanya memang sudah bercerai. Tak kalah terkejutnya bahwa perceraian keduanya karena bundanya selingkuh. Walaupun pernikahan itu diawali dari sebuah kontrak, namun ayahnya sudah terlanjur mencintai bundanya. Bahkan surat kontrak itu sudah dibakar oleh ayahnya, namun bundanya ternyata mengkhianatinya saat sang suami telah mencintainya.


Edward yang melihat Reno terpukul pun seketika menarik saudaranya itu ke dalam pelukannya. Saat itu juga tangis Reno pecah di keheningan malam itu. Edward hanya bisa menepuk-nepuk punggung Reno dengan pelan. Tak ada yang bisa ia ucapkan, yang bisa menguatkan Reno hanyalah dirinya sendiri. Dia sebagai saudara hanya bisa menemani dan mendukung Reno apapun yang akan ia putuskan nanti.


"HiksĀ Kenapa mereka menyembunyikan fakta itu dari gue? Gue juga anak mereka, apa mereka tak menganggapku anak? Sampai hal sepenting ini saja aku tak diberitahu. Apa salahku, Ed?" tanya Reno sambil menangis dipelukan saudaranya itu.


Edward memberikan bukti tentang perceraian kedua orangtuanya beserta alasan terjadi hal itu. Reno sangat sakit hati dan kecewa karena tak diberitahu oleh kedua orangtuanya seakan-akan bahwa dia tak penting untuk kehidupan mereka. Kalaupun sejak 10 tahun yang lalu dia sudah diberitahu, tentu saja dia takkan pernah mengemis kepada ayahnya untuk kembali ke negara tempat ia tinggal.


"Sejak kapan loe tahu tentang ini, Ed?" tanya Reno.


Reno menegakkan tubuhnya dan melepaskan pelukan diantara keduanya. Reno juga menghapus kasar air mata yang mengalir dipipinya kemudian menanyakan sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Hancur sudah image yang sudah ia bangun jika ada oranglain selain Edward yang tahu kalau tadi dirinya menangis.


"Gue baru tahu tadi siang. Itu pun gue dapat semua bukti dari Elli" jawab Edward dengan jujur.


"Apa? Elli?" tanya Reno.


Sekarang Reno benar-benar bingung darimana Elli mendapatkan semua bukti-bukti itu sedangkan kejadian itu sudah 10 tahun yang lalu. Ia saja yang mencari data diri tentang kedua orangtuanya tak pernah bisa menembus keamanan identitas mereka selama beberapa tahun ini. Elli yang baru masuk ke dalam kehidupan mereka tiba-tiba saja sudah mendapatkan semua yang ia inginkan. Sungguh-sungguh kejutan yang tak ia duga.


"Entah, mungkin saja dia punya koneksi orang dalam pengadilan hingga bisa menemukan bukti-bukti itu" ucap Edward berbohong.

__ADS_1


Tak mungkin juga Edward menjawab jujur tentang Elli yang seorang hacker seperti dirinya. Reno juga mempunyai kemampuan meretas seperti Edward namun kemampuannya masih dibawahnya. Reno pun hanya tahu kalau Edward adalah seorang hacker biasa bukan yang sampai kelas kakap dengan mengacak-acak sistem kemanan negara. Reno yang mendengar jawaban masuk akal dari Edward pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya percaya. Walaupun di dalam hatinya masih ada keraguan tentang kemampuan Elli yang sebenarnya.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah tahu semua ini, Ren?" tanya Edward.


"Beri aku waktu libur dari perusahaan satu minggu, Ed. Aku akan menyusul ayah dan kakakku keluar negeri untuk menyelesaikan semua ini. Setelah kembali dari sana, aku akan menyelesaikan masalah ini pada bundaku juga" ucap Reno serius.


Edward menyetujui hal itu walaupun nantinya dia harus extra dalam menyelesaikan semua pekerjaannya di kantor tanpa ada Reno yang membantu.


"Setelah kau menyelesaikan semua masalah keluargamu, aku harap kau akan kembali menjadi Reno dengan pribadi yang lebih kuat lagi. Terlebih untuk kedepannya kita tak tahu akan menghadapi masalah sesulit apa lagi" ucap Edward.


Reno menganggukkan kepalanya yakin. Ia akan kembali dengan pribadi yang lebih baik dan kuat untuk orang-orang di sekitarnya. Ia juga takkan menjadi cengeng lagi hanya karena tak mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya terutama bundanya sendiri. Edward sengaja baru memberitahukan tentang masalah dikeluarga Reno agar sepupunya itu bisa menyelesaikan satu per satu urusannya.


***


Pagi harinya, semua orang tengah duduk di ruang makan untuk sarapan bersama. Menu nasi goreng menjadi santapan sarapan pagi ini. Kalau pagi hari, Elli memang lebih suka untuk menyiapkan sarapan simple bagi semuanya terlebih dirinya yang juga sudah repot untuk bersih-bersih rumah. Namun jangan salah, ketika siang atau sore maka menu makanan akan sangat lengkap. Disaat pagi hari juga dia sering mager memasak apalagi kalau dia harus berbelanja ke pasar dulu.


Setelah sarapan usai, Edward meminta semuanya untuk ke ruang tamu karena ada yang ingin ia sampaikan. Lebih tepatnya adalah Reno yang akan menyampaikan sesuatu.


"Ada apa, Ren?" tanya Papa William.

__ADS_1


"Hmm... Jadi begini paman dan semuanya, Reno mau pamit kalau siang ini setelah dari kantor akan pergi ke luar negeri untuk bertemu dengan ayah dan juga kak Andika" ucap Reno berpamitan.


"Mau tinggal disana menetap atau hanya beberapa hari saja, Ren?" tanya Papa William.


"Hanya beberapa hari saja, paman. Mungkin sekitar satu minggu sudah kembali kesini" jawab Reno.


Papa William hanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Ia tahu kalau Reno pasti sangat rindu dengan ayahnya yang sudah tak bertemu bertahun-tahun itu.


"Paman ijinkan kamu pergi, Ren. Asalkan setelah pulang dari sana, kau akan baik-baik saja. Paman titip salam pada ayah dan kakakmu itu" ucap Paman William.


Reno paham dengan maksud dari kalimat yang diucapkan oleh pamannya itu. Kalimat yang mengandung arti mendalam. Pasti pamannya itu mengetahui sesuatu yang bisa saja membuat dirinya hancur nanti saat sudah tiba disana. Ia berjanji akan kembali dalam keadaan baik-baik saja. Setelah mengatakan hal itu, terjadi keheningan sebentar di ruang tamu namun tiba-tiba suara seruan dari Elli dan Alika membuat suasana menjadi ramai.


"Oleh-oleh" seru Elli dan Alika bersamaan.


Elli dan Alika dengan polosnya seperti tak mengetahui keadaan, keduanya malah meminta dibawakan oleh-oleh dari luar negeri oleh Reno. Edward hanya bisa menepuk dahinya pelan melihat Elli seperti itu, padahal jelas-jelas dia tahu kalau Reno ke luar negeri bukan untuk liburan.


"Baiklah... Baiklah... Untuk kedua wanita yang paling cantik di keluarga ini, akan aku pastikan untuk membawa oleh-oleh untuk kalian" ucap Reno.


"Horeeee..." seru kedua gadis itu dengan senang.

__ADS_1


Keadaan yang tadi sedikit tegang menjadi lebih santai setelah kedua perempuan itu mencairkan suasana dengan pembicaraan tentang oleh-oleh. Reno sama sekali tak keberatan membawakan oleh-oleh untuk keduanya walaupun ia tahu kalau dia kesana bukan untuk liburan.


__ADS_2