
Kedua orangtua Elli segera saja bersiap untuk menghadiri acara pernikahan mendadak anak kandungnya, Elli. Bahkan Regan dan Erga juga langsung dihubungi oleh kedua orangtuanya untuk segera pulang. Sama halnya dengan kedua orangtuanya yang shock, kedua kakak kandung Elli pun juga tak kalah shocknya. Semuanya benar-benar mendadak, bahkan mereka masih bertanya-tanya dengan alasan Elli bisa menikah di umurnya yang masih muda ini tanpa meminta restu dari orangtuanya dulu.
Tadi Reno sama sekali tak memberitahukan Elli menikah karena apa, dia hanya meminta untuk segera bersiap karena waktunya sudah mepet dan hari sudah terlalu malam. Setelah selesai bersiap, keempatnya segera memasuki mobil dan mengikuti mobil Reno yang sudah melaju terlebih dahulu. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai di lokasi tempat acara berlangsung yaitu di sebuah masjid sederhana yang ada di perkampungan itu. Mereka semua akhirnya turun dari mobil, terlihatlah bahwa di masjid itu sudah terdapat banyak orang dimulai dari ustadz, Pak Ahmad, sepasang pengantin, dan beberapa warga yang ikut menyaksikan.
Kedua orangtua dan kakak Eli mengikuti Reno yang mulai berjalan masuk ke area masjid. Elli yang melihat kalau kedua orangtuanya datang seketika saja memelototkan matanya tak percaya. Pasalnya Reno atau Edward tak memberitahu dirinya kalau akan mengundang kedua orangtuanya. Bahkan saat sang papa sudah memposisikan dirinya di depan Edward sekalipun Elli masih terlihat sangat shock dengan tatapan tak percayanya.
"Karena wali dan saksi sudah siap dan saya sudah mencocokkan identitasnya. Mari kita mulai acaranya" ucap sang ustadz memecahkan ketegangan di antara mereka.
"Silahkan untuk mempelai pria menjabat tangan wali dari Elliana Febria yaitu ayah kandungnya sendiri, Bapak Reza Gurnawa Yusa" perintahnya.
"Bismillahirahmananirrahim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Erdward Lion Serant bin William Adiguna Serant dengan anak saya yang bernama Elliana Febria dengan maskawinnya berupa uang 1 juta rupiah, tunai.” ucap Papa Reza.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Elliana Febria binti Reza Gurnawa Yusa dengan maskawinnya yang tersebut, tunai" ucap Edward dengan tegas dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi?" tanya sang ustadz dengan menatap para saksi yang diantaranya adalah Reno dan Pak Ahmad.
"SAH" ucap Reno dan Pak Ahmad bersamaan.
__ADS_1
Mendengar nama pengantin prianya adalah dari keluarga Serant membuat semua orang yang mendengar terkejut, bahkan Papa Reza juga tak kalah terkejutnya saat ia tersadar. Bahkan para warga sekitar langsung saja mengambil moment dengan kamera hp nya untuk mengambil gambar. Sungguh mereka sangat beruntung, bertemu dengan salah satu anggota keluarga Serant yang teramat misterius itu. Namun kebahagiaan mereka seketika saja luntur saat semua hp dari warga diambil paksa oleh para bodyguard Edward.
Para bodyguard Edward dengan sigap menghapus semua gambar dan video dari hp mereka. Bahkan para warga juga diancam untuk tidak membocorkan hal apapun tentang kejadian malam ini, kalau sampai bocor maka seluruh keluarganya akan dimusnahkan oleh Edward sendiri.
Selanjutnya mereka membaca beberapa rangkaian do'a dan membicarakan mengenai beberapa syarat yang harus diurus oleh pasangan pengantin itu untuk pendaftaran pernikahan secara negara besok senin.
***
Setelah acara pernikahan di masjid itu telah selesai, semua orang yang ada disana segera mengundurkan diri untuk pergi atau lebih tepatnya diusir oleh beberapa anak buah Edward karena ada beberapa hal privacy yang harus mereka bahas.
"Anda CEO dari Perusahaan Serant Group? Atau anda hanya bagia dari keluarga Serant yang misterius itu?" tanya Papa Reza dengan tatapan penasaran ke arah Edward yang sedari tadi hanya menatap datar dirinya.
Elli sedari tadi hanya diam saja sembari memegang tangan Edward dengan eratnya. Bertemu kembali dengan kedua orangtuanya di momen seperti ini membuat perasaannya bergejolak. Ada rasa sedih, kecewa, dan marah menyatu secara bersamaan apalagi kedua orangtuanya tak pernah mencarinya sejak diusir dari rumah waktu itu. Ingin rasanya ia menangis saat ini juga, namun ia harus berusaha kuat agar tak di cap lemah.
"Elli..." panggil sang mama dengan lembut namun Elli hanya menatap datar mamanya.
Hati mama dan papa Elli seketika tercabik-cabik melihat tatapan datar dan sikap cuek anaknya itu terhadap mereka. Biasanya Elli selalu antusias jika bertemu dengan mereka, namun sekarang sifatnya menjadi acuh tak acuh.
__ADS_1
"Terimakasih sudah datang" ucap Elli dengan nada datarnya saat sang mama menatap sendu ke arahnya.
"Tuan Edward, saya sebagai ayah Elli hanya meminta kepada anda untuk menjaga anak saya. Lindungi dia dari orang-orang yang ingin menyakitinya, apalagi jika suatu hari nanti pernikahan kalian tersebar keluar pastinya musuh Tuan Edward bisa juga menargetkan Elli untuk menghancurkan anda. Sayangi dan kasihi dia karena selama ini saya sebagai orangtua belum bisa memberikan itu semua kepadanya. Saya percaya pada anda" ucap Papa Reza memecah kesenduan diantara mereka sembari menepuk pelan bahu Edward.
"Pasti, apapun akan saya lakukan untuk menjaga istri saya. Sekalipun nyawa saya sendiri sebagai taruhannya" ucap Edward dengan tegas.
Elli yang mendengar hal itu tentu saja merasa terharu dengan jawaban yang diberikan oleh Edward, entah ucapan itu sebuah kebohongan atau bukan yang pasti Elli tak peduli. Yang penting Elli bahagia hanya dengan mendengar kalimat yang diucapkan oleh Edward.
"Kalau begitu kami pamit pulang dulu karena ini juga sudah malam. Elli jaga dirimu baik-baik ya, Tuan Edward pasti akan menjagamu dengan sangat baik. Maafkan mama, papa, dan kedua kakakmu yang belum bisa memberikanmu kasih sayang yang cukup. Suatu saat nanti kamu pasti akan mengerti kalau apa yang kami lakukan saat ini adalah demi kebaikanmu" ucap Papa Reza dengan mata berkaca-kaca sambil menatap dalam ke arah mata Elli.
Elli hanya menatap datar papa nya yang mengungkapkan semuanya, ia berpikir kalau memang ini semua untuk kebaikannya kenapa orangtua dan kedua saudaranya tak ada yang mau memberitahu alasan sebenarnya dari mereka melakukan hal ini.
Kedua orangtua Elli dan kedua kakaknya pergi setelah berpamitan dengan tatapan sendunya menatap Elli. Namun Elli tetap tak bergeming dan tetap pada pendiriannya dengan apa yang diucapkannya dari awal kalau mereka bertemu akan menjadi seperti orang tak kenal atau saling asing.
*********
Udah tahun baru nih...
__ADS_1
Hayooo,,, Semalam pada kemana nih? Hehehe
Happy New Year 2023