Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Bertemu Kakek


__ADS_3

Mama Amber, Noura, Alika, dan Elli kini tengah keluar mansion untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di mansion. Dengan Mama Amber yang mengemudikan mobil dan disampingnya ada Elli, sedangkan Alika juga Noura berada di kursi penumpang. Awalnya Edward ingin ikut namun tak diperbolehkan sama Elli karena menurutnya ini adalah girls time.


"Kalau kamu mau ikut, berarti kamu harus jadi perempuan dulu. Sana ambil daster punyaku dan pakai, lalu kamu bisa ikut" ucap Elli tadi.


Edward yang disuruh seperti itu oleh istrinya pun akhirnya memutuskan untuk tidak jadi ikut. Masa iya dirinya yang tampan dan berkharisma ini disuruh memakai daster saat berbelanja. Membayangkannya saja sudah membuatnya merinding dan bergidik ngeri.


Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil mewah yang dikendarai oleh Mama Amber memasuki sebuah area supermarket terbesar di kota itu. Keempatnya turun dari mobil setelah berhasil memarkirkan mobilnya. Awalnya Elli ingin berbelanja di pasar, namun mengingat Mama Amber dan Noura tak terbiasa disana akhirnya ia memutuskan untuk ke supermarket saja.


Mama Amber segera menggandeng tangan Elli diikuti oleh Alika dan Noura yang berjalan di belakangnya. Elli segera mengambil trolli untuk meletakkan barang belanjaan. Mereka berempat berkeliling bersama dan mengambil semua kebutuhan yang kira-kira akan dibutuhkan. Tanpa terasa sudah 2 jam mereka berkeliling dan alangkah terkejutnya Elli saat melihat trolly yang dibawa oleh Alika dan Noura penuh dengan barang belanjaan.


"Astaga... Apa ini? Kenapa bisa banyak sekali?" ucap Elli terkejut.


"Lho tadi kan kak Elli dan mama yang masuk-masukin barang kesini. Aku dan Noura mah cuma ambil cokelat sama es krim aja" ucap Alika dan diangguki oleh Noura.


"Ayo balik-balikin ke tempatnya, ini nanti bisa habis sampai puluhan juta" panik Elli.


Belum juga Elli akan mengambil barang yang ada di trolli untuk dikembalikan ke tempatnya, Mama Amber sudah mencegah menantunya itu dengan memegang tangannya.


"Udah biarin aja, nggak usah dikembalikan. Lagian apa yang kita ambil ini kan bisa untuk sampai beberapa hari kedepan. Lagi pula Edward nggak akan marah kalau kamu menghabiskan uanganya hanya untuk berbelanja kebutuhan mansion" ucap Mama Amber menenangkan.

__ADS_1


"Tapi ini boros mama, besok-besok beli di pasar aja deh ya. Kalau dipasar Elli biasanya cuma habis 100 ribu lho" ucap Elli.


Mama Amber dan Noura yang mendengar itu seketika saja terkejut karena mereka tak pernah yang namanya belanja cuma habis 100 ribu. Minimal mereka mengeluarkan uang adalah satu juta, sepertinya keduanya harus belajar cara mengalokasikan uang belanja dengan benar.


Sedangkan Alika sendiri sudah biasa melihat kakak iparnya belanja dengan jumlah segitu. Alika kagum dengan Elli, walaupun dia bersuami kaya raya namun kakaknya itu tak pernah mau hidup berfoya-foya.


"Oke sekali ini saja kita beli seperti ini ya. Besok kita nggak bakalan boros lagi daripada kita balikin akan memakan waktu yang lama keburu malam" ucap Mama Amber.


Elli pun akhirnya hanya pasrah saja dan menurut apa yang diucapkan oleh mertuanya. Saat ditempat kasir, berulang kali Elli mengelus dadanya sabar saat melihat harga barang yang selisihnya lumayan banyak dari yang ia beli di pasar. Dan benar saja ketika selesai dihitung, total harga yang harus dibayar mencapai puluhan juta.


Elli menyerahkan kartu yang diberikan oleh Edward dengan tidak rela, pasalnya ini adalah pengeluaran belanja terbanyak selama hidupnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tak lagi berbelanja ditempat seperti ini. Setelah selesai membayar belanjaan, semua barang yang mereka beli akan diantarkan oleh pihak supermarket langsung ke mansion sesuai perjanjian.


"Wowww... Sungguh keberuntungan bagi saya karena bertemu dengan cucu perempuanku yang sudah lama tak bertemu" ucap seseorang yang berada disamping Elli.


Elli dan Mama Amber yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya pun akhirnya mengalihkan perhatiannya kearah suara itu. Apalagi suara itu berada didekat keduanya sehingga kemungkinan besar ucapannya ditujukan kepada salah satu dari mereka.


"Lho... Tuan Ronald Niclow?" ucap Mama Amber kaget.


Sebenarnya Mama Amber agak ragu dengan panggilannya, ia takut salah orang pasalnya orang yang dia maksud itu sudah lama menghilang dari kehidupan keluarganya setelah masalah yang terjadi. Sedangkan Elli yang tahu kalau orang yang datang itu adalah kakeknya pun hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya, itu saya Nyonya Amber Serant" ucap Kakek Ronal dengan penuh penekanan.


Mama Amber hanya menjawab dengan kekehan canggung, pasalnya hubungan keluarga Serant dengan Kakek Ronald ini memang kurang baik selama beberapa tahun terakhir. Hal ini akibat dari Perusahaan Niclow yang setiap kali mengajukan kerja sama selalu berusaha untuk menjatuhkan Perusahaan Serant Group.


"Oh... Cucuku, kau tak ingin menyambut kedatangan kakekmu ini?" tanya Kakek Ronald dengan membuka kedua tangannya.


Kakek Ronald memberi kode kepada Elli untuk masuk dalam pelukannya, namun wanita itu hanya terdiam saja dengan menatap kakeknya sinis. Sedangkan Mama Amber terlihat terkejut mengenai fakta yang baru saja ia dengar bahwa Elli adalah cucu dari Keluarga Niclow.


"Oh Kakek, buat apa aku menyambutmu? Bukankah selama ini kau tak pernah menganggapku sebagai cucumu? Oh malang nian nasibku ini, berasal dari keluarga kaya namun dibuang" ucap Elli dengan wajah yang disedih-sedihkan.


Kakek Ronald yang mendengar respons dari Elli seketika saja menurunkan kedua tangannya kemudian mengepalkannya. Ia tengah menahan emosi yang bergejolak didalam dadanya mengingat cucunya yang dulu selalu penurut kini menjadi pemberani bahkan terlihat cuek dan pintar membalikkan keadaan.


"Mama, perkenalkan ini adalah Kakek Ronald. Dia adalah kakekku yang membuangku demi sebuah kekuasaan. Dan perkenalkan kakek, dia adalah Mama Amber. Dia adalah mama mertuaku" ucap Elli dengan wajah yang terlihat sinis.


Kakek Ronald terkejut saat Elli memperkenalkan Mama Amber sebagai mertuanya, pasalnya selama ini anak buahnya tak pernah memberitahukan tentang adanya pernikahan cucunya dengan salah satu keluarga Serant.


"Bagaimana kakek? Kakek terkejut karena aku bisa masuk dalam anggota Keluarga Serant dengan mudah, sedangkan anda sendiri ingin menjalin kerja sama saja harus menggunakan cara licik. Hati-hati kakekku sayang, karena aku yang akan melawanmu sendiri jika kau dengan beraninya mengganggu Perusahaan milik suamiku" ancam Elli dengan senyum smirknya.


Setelah berkata seperti itu, Elli segera menarik tangan Mama Amber yang masih terkejut dengan semua fakta yang didengarnya. Mereka berlalu meninggalkan Kakek Ronald yang tengah menahan emosinya.

__ADS_1


__ADS_2