Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Masa Lalu


__ADS_3

"Papa" panggil Edward sembari menepuk bahu papanya yang terlihat melamun dengan tatapan kosongnya diatas kursi roda.


"Eh..."


Papa William yang melamun karena mengingat kejadian masa lalunya seketika saja terkejut dengan tepukan dibahunya. Ia segera melihat kearah seseorang yang menepuk bahunya.


"Kenapa melamun, pa?" tanya Edward dengan tatapan penasaran.


"Papa hanya ingat kejadian dulu, penyebab kaki papa lumpuh. Papa sampai sekarang merasa tak berguna karena tak bisa melindungi anak-anak dan istri papa" ucapnya dengan tersenyum miris.


"Gara-gara papa gagal melindungi keduanya membuat semuanya berubah. Alika yang depresi karena traumanya dan mama yang semakin menjauh dari kita. Ini semua karena papa yang gagal menjaga keluarga ini" lanjutnya dengan menundukkan kepalanya.


"Ini bukan salah papa. Yang patut disalahkan disini adalah orang-orang yang tamak harta itu" ucap Edward dengan mata menyalang tajam saat ingat kejadian itu.


"Lebih baik jangan bicarakan kejadian itu disini. Ada Alika yang kemungkinan bisa mendengarnya, itu hanya akan membuat dia mengingat semua kejadian itu dan traumanya kembali lagi" saran Reno yang mendengar percakapan antara anak dan ayah itu.


Mereka semua masih dikamar dengan Elli yang memeluk Alika di atas tempat tidur. Nafasnya sudah lebih tenang dan teratur pertanda Alika mampu melewati gejala kambuhnya dan kini tengah beristirahat.


Edward dan Papa William yang mendengar saran dari Reno pun menyetujuinya kemudian mereka berlalu untuk keluar kamar agar bisa membahas lebih jelas tentang kejadian itu. Elli yang melihat mereka pergi akhirnya memilih ikut keluar kamar setelah memastikan kalau Alika sudah tertidur nyenyak.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Alika di masa lalu? Ini semua agar aku bisa lebih tahu dan paham apa yang sebaiknya harus dihindari oleh Alika. Mengingat aku yang akan selalu berada disampingnya" ucap Elli dengan hati-hati saat ia tiba di ruang tamu.


"Elli benar, Ed. Dia harus mengetahui semua kejadian itu agar sebisa mungkin menghindarkannya dari sesuatu yang membuat trauma Alika kambuh" ucap Papa William.


"Biar Reno saja yang menceritakannya kalau kamu masih tak kuat" lanjutnya saat melihat Edward ragu-ragu.


Reno pun menyetujui ucapan Papa William kemudian menceritakan kisah kelam keluarga kecil Papa William.


"Jadi setelah Papa William kecelakaan yang menyebabkan kakinya lumpuh..."


Flashback On...


Saat Alika diculik dalam keadaan tidur dan demam, ternyata penculiknya adalah orang yang sama dengan penculik Mama Amber. Edward, Reno, dan tim bodyguard sempat terkecoh dengan alamat yang didapatkan karena mereka telah mengetahui pergerakan Edward dan lainnya. Setelah sampai ditempat pertama ternyata tempat itu adalah rumah kosong tanpa penghuni yang artinya saat ini Mama Amber dan kawanan penculik itu sudah tidak berada di tempat.


Edward segera saja melacak kembali lokasi terbaru penculikan Mama Amber dan lokasinya ternyata sebelum lokasi yang pertama. Namun sebelum ia berangkat kesana, ternyata ada salah satu bodyguard yang memberi kabar bahwa Papa William dan Alika mengalami kecelakaan. Namun saat di cek, didalam mobil hanya ada Papa William saja disana.


Pikiran Edward kacau membuat semuanya mau tak mau harus ikut berpikir keras. Disisi lain ia memikirkan keadaan papanya dan satu sisi harus segera menemukan Alika dan Mama Amber. Pada akhirnya ia memutuskan untuk menyelamatkan Alika dan Mama Amber terlebih dahulu, sedangkan untuk menyelamatkan Papa William ia menyuruh beberapa bodyguardnya.

__ADS_1


"Ayo, Ren. Aku tak ingin terjadi apa-apa dengan adik dan mamaku" ucap Edward dengan nada khawatir.


"Jangan panik, Ed, Kalau kamu panik bisa-bisa semuanya akan kacau" ucap Reno sembari menenangkan Edward.


Edward mencoba menenangkan pikiran dan perasaannya agar rencana yang sudah ia susun bersama yang lainnya berjalan dengan lancar. Mereka pun segera menuju ke titik lokasi dimana Mama Amber dan Alika diculik. Setelah 30 menit berkendara, akhirnya mereka sampai di sebuah gedung tua. Disana terlihat banyaknya orang-orang berbaju hitam sedang mengitari area gedung itu.


"Kita berpencar dari segala sisi lalu habisi mereka. Aku dan Reno akan masuk lewat depan" titah Edward pada semua bodyguardnya melalui sebuah earphone kecil yang terpasang.


Mereka semua turun dari mobil kemudian berpencar dan mencoba masuk kedalam gedung tua itu dengan mengerahkan tenaga untuk menghabisi para penjaga disana.


***


Sedangkan didalam gedung...


"Mama..." seru Alika saat dirinya dimasukkan dalam sebuah ruangan yang juga digunakan untuk menyekap Mama Amber.


Mama Amber yang tertidur dengan posisi duduk diatas kursi pun terbangun karena seruan dari seseorang yang dikenalnya. Matanya membola melihat anak bungsunya berada ditempat ini padahal tadi saat ia tinggal kondisinya sedang tidak sehat di mansion.


"Sana reunian dengan ibumu sebelum aku menghabisi kalian semua" bentak salah seorang anggota penculik itu.


"Jangan bentak-bentak anakku" seru Mama Amber sambil terus memberontak di kursinya agar tali itu terlepas.


Penculik yang merasa tersinggung akibat bentakan itu pun akhirnya mendekat ke arah Mama Amber lalu menampar pipinya berulang kali hingga sudut bibirnya berdarah.


"Berani-beraninya kau bentak aku" seru anggota penculik itu.


Plak... Plak... Plak...


Arrghhhh...


"Mama" seru Alika sambil menangis melihat mamanya yang ditampar, bahkan sampai berdarah.


"Suami dan anakku akan menghabisi kalian karena sudah berani-beraninya membentak dan menamparku juga anak perempuanku" seru Mama Amber dengan berani.


"Gimana kalau kita hancurkan saja anak perempuannya ini agar perempuan tua ini nggak berani lagi melawan kita" ucap salah satu penculik dengan memberikan ide kepada temannya.


"Ide yang sangat bagus" ucap salah satu rekannya dengan tatapan yang sulit diartikan menatap ke arah Alika.

__ADS_1


Mama Amber yang tahu arti dari tatapan itu seketika saja menggelengkan kepalanya. Kawanan penculik gila itu melihat Alika dengan tatapan lapar seperti ingin memakan Alika. Sungguh Mama Amber sampai menitikkan air matanya karena takut terjadi apa-apa dengan Alika.


"Alika, kabur nak. Lari..." seru Mama Amber sembari terus menatap waspada ke arah dua orang anggota penculik yang tengah berjalan mendekat kearah Alika.


"Kalian nggak akan bisa kabur ahahaha" ucap salah seorang penculik tertawa dengan terus menatap lapar kearah Alika.


Alika yang merasa ketakutan pun berdiri dan mencoba berlari namun naasnya ia tertangkap oleh dua orang penculik itu. Alika memberontak sampai menangis agar dilepaskan.


"Lepas... Lepas..." seru Alika sambil memberontak dari gendongan salah satu anggota penculik.


"Lepaskan anakku" seru Mama Amber sambil menangis.


"Diam kalian" bentak kedua penculik itu kemudian mulai melancarkan aksinya dengan mulai menciumi rambut Alika.


Melihat hal itu Mama Amber benar-benar ketakutan dan merasa sangat bersalah. Sedangkan Alika terus menangis karena badannya dipegang-pegang oleh kedua lelaki yang bukan keluarganya itu.


"Dasar binatang" seru Mama Amber sambil menangis.


Brakkk...


"Brengsek..." seru seseorang yang baru saja mendobrak ruangan tempat penyekapan Alika dan Mama Amber, dia adalah Edward.


Edward segera saja menyerang kedua penculik itu dengan membabi buta sedangkan Reno merebut Alika dari tangan mereka dan membuka ikatan tali Mama Amber. Edward yang melihat kalau adiknya di pegang-pegang tadi tentu saja amarahnya meledak sampai memukul brutal kedua penculik itu sampai wajahnya benar-benar tak berbentuk karena banyaknya darah dan lebam di muka kedua penculik itu.


Bugh... Bugh...


"Akan ku habisi kalian" seru Edward dengan mata memerah.


Dor... Dor... Dor...


Kedua penculik itu seketika tewas ditempat karena tembakan bertubi-tubi yang dilayangkan oleh Edward kearah jantung dan kepalanya. Walaupun sudah menembak mati mereka, namun saja amarah Edwrad tak kunjung reda. Apalagi melihat bagaimana tadi tubuh Alika dijamah oleh kedua penculik itu. Rasa bersalah benar-benar menggerogoti hati Edward begitupula Mama Amber.


Flashback Off...


***************


Terus kira-kira gimana ya nasib penculik aslinya?

__ADS_1


__ADS_2