Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Bingung


__ADS_3

Edward telah selesai memeriksa berkas yang ada di meja kerjanya. Suasana yang begitu hening dan sepi di ruang CEO itu membuatnya lebih fokus untuk mengerjakan semua pekerjaannya. Edward adalah tipe orang yang selalu disiplin dalam mengerjakan semuanya dengan tepat waktu. Edward selalu melakukan mode silent pada ponselnya agar fokusnya tak terpecah belah. Ketika ada informasi yang penting dan darurat, Reno yang akan segera memberitahunya karena hampir semua orang tahu kalau Edward akan susah dihubungi di saat jam bekerjanya. Kebanyakan dari mereka akan langsung menghubungi Reno.


Saat ini jam menunjukkan pukul setengah 1 siang, sudah saatnya baginya untuk istirahat. Ia segera menghentikan aktifitasnya kemudian mengambil ponsel yang sedari tadi ia simpan di dalam laci meja kerjanya. Ia membuka ponselnya dan seketika saja wajahnya tampak panik dan khawatir saat membaca satu pesan masuk.


Pesan itu adalah pesan dari Elli yang meminta ijin kepadanya untuk ke perusahaan tanpa bodyguard yang mengikuti masuk ke dalam kantor. Pesan itu dikirim 3 jam yang lalu. Edward segera membuka laptopnya untuk mengecek CCTV di perusahaannya.


Terlihatlah disana Elli sedang duduk menunggu temannya kemudian datanglah seseorang yang sangat Edward benci. Tak lama dari itu, mereka dikerumuni oleh banyak karyawan dan terlihat wanita paruh baya itu seperti tengah memancing emosi dari semua karyawan dan Elli dengan membicarakan suatu hal. Namun wajah Elli masih terlihat santai sampai semua karyawan membubarkan diri.


Edward terlihat tersenyum melihat cara Elli bersikap saat menghadapi ular berbisa seperti Bunda Nessa. Walaupun tak ada suaranya hingga ia tak tahu apa yang sedang dibicarakan, namun sudah dapat dipastikan kalau Bunda Nessa sedang mencoba mempermalukan Elli di depan karyawan perusahaan. Ia juga mengapresiasi dua orang karyawannya yang terlihat seperti membela Elli. Namun yang sangat membuatnya penasaran adalah Elli terlihat membisikkan sesuatu kepada Bunda Nessa yang membuat wajah wanita itu terlihat panik.


Edward segera meraih ponselnya kemudian menghubungi  Elli untuk mengajaknya bertemu. Tak berapa lama Elli mengangkat panggilannya kemudian menyetujui permintaan Edward. Setelah menutup panggilannya, Edward segera saja meraih jas yang tergantung di kursinya kemudian berlalu pergi dari ruangannya.


"Mau kemana, Ed?" tanya Reno yang juga baru saja keluar dari ruangannya.


"Aku mau pergi makan siang dulu sama Elli. Tolong handle dulu pekerjaanku jika ada sesuatu yang penting" jawab Edward.


Reno hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian Edward pergi melalui jalan rahasia di perusahaannya. Ia sengaja tak mengajak Reno karena khawatirnya nanti tak ada yang menghandle pekerjaan jika dirinya terlalu lama diluar. Lagipula dia akan membahas tentang ibunya Reno, jadi sebisa mungkin dia tak boleh mengetahuinya.


***

__ADS_1


Setelah tak berapa lama berkendara menggunakan mobilnya, Edward telah sampai di sebuah warung nasi padang yang menjadi tempat janjiannya dengan Elli. Baru pertama kali ini Edward akan makan di tempat seperti ini. Bahkan perhatian semua orang disana menatap intens ke arah mobil mewah yang terparkir di depan warung makan. Edward turun dari mobilnya dengan menggunakan jas mahalnya membuat semua orang disana menjatuhkan rahangnya. Bagiamana bisa ada orang mau makan di warung sekecil ini menggunakan jas mewah dan rapi seperti itu? Padahal semua orang disana rata-rata adalah tukang bangunan yang hanya memakai kaos dan celana pendek.


Elli yang sudah datang terlebih dahulu hanya bisa menepuk dahinya pelan dan meringis karena melihat respons dari orang-orang disana yang terlihat menatap Edward aneh. Elli lupa kalau suaminya itu akan berangkat dari kantor, seharusnya ia tak menyuruhnya untuk menemani dirinya makan disini. Edward segera berjalan masuk ke dalam warung makan itu saat melihat Elli sudah duduk disana.


"Harusnya tadi kamu ganti baju dulu" tegur Elli dengan mengerucutkan bibirnya.


"Memangnya ada yang salah dengan pakaianku?" tanya Edward heran.


Edward melihat pakaiannya dari atas kebawah namun ia sama sekali tak melihat ada yang aneh. Pakaiannya cukup rapi dan sopan, menurutnya.


"Kau lihatlah sekitarmu, semua orang menatap kamu aneh" ucap Elli.


Elli kesal karena Edward benar-benar tak peka dengan keadaan sekitarnya yang terlihat menatap dirinya dengan intens. Jika seperti ini dirinya sangat mirip dengan wanita yang punya sugar daddy, bahkan dia saja hanya menggunakan celana jeans dan kaos oblong.


Edward menatap tajam ke arah semua orang yang sedari tadi terus menatapnya aneh, membuat mereka segera saja mengalihkan pandangannya dan fokus ke makanannya masing-masing. Kemudian Edward duduk di kursi yang berada di depan Elli.


"Pesan" perintah Edward sembari memberikan dompetnya.


Kebiasaan Elli yang seringkali meminta uang cash padanya membuat Edward sekarang menjadi mempunyai uang cash di dompetnya. Tak mungkin juga makan di tempat seperti ini membayar dengan menggunakan kartu debit.

__ADS_1


Elli segera saja mengambilkan beberapa nasi dan lauk di piring kemudian membayarnya sekalian. Keduanya menikmati makanan itu dengan hikmat tanpa membicarakan apapun. Hanya saja, Elli sedari tadi harus menjelaskan mengenai apa nama makanan yang sedang mereka makan.


***


Setelah selesai makan, keduanya duduk sejenak disana sedangkan pengunjung lainnya sudah membubarkan diri karena memang jam makan siang sudah berakhir.


"Tadi kau membicarakan apa saat bertemu dengan wanita ular itu?" tanya Edward memulai pembicaraan.


"Kau tahu?" tanya Elli dengan heran.


"Saat aku membuka pesan darimu, aku segera mengecek CCTV perusahaan dan terlihat kamu bertemu dengan wanita itu di lobby" ucap Edward.


"Biasalah, dia sempat mengejekku karena kejadian di rumah sakit waktu itu yang kamu bilang kalau aku adalah istri kamu. Tapi aku nggak tanggapi akhirnya dia kesal sendiri" jawab Elli dengan terkikik geli.


"Lalu kenapa beberapa karyawan berkumpul mengerubungi kalian?" tanya Edward lagi.


"Dia berusaha memprovokasi dengan membuat isu kalau aku mengaku-ngaku sebagai istri kamu. Untungnya ada dua karyawanmu yang membelaku karena tahu kejadian yang waktu para petinggi perusahaan terprovokasi dengan ucapan wanita itu dan berakhir dipecat" jawab Elli.


Edward mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Namun dia masih ada satu hal yang mengganjal di kepalanya.

__ADS_1


"Apa yang kamu bisikkan pada wanita itu? Aku lihat dia seperti ketakutan saat mendengarkan bisikanmu" tanya Edward.


Elli terlihat terdiam sebentar sebelum menjawab, ia bingung harus menjawab dengan jujur atau tidak. Kalau dia jujur, sudah dipastikan nanti Edward akan marah besar pada Bunda Nessa. Sedangkan Reno, akan terlihat sedih kalau tahu mengetahui fakta yang sesungguhnya jika Edward memberitahunya. Elli benar-benar bingung menghadapi situasi ini.


__ADS_2