
Setelah beberapa menit berkendara. Edward dan Reno sampai di sebuah mansion mewah yang tak lain adalah mansion keluarganya. Mereka berdua keluar dari mobil dengan aura dingin yang menguar dari tubuh mereka, tak ada lagi senyum yang menghiasi bibir keduanya. Mereka berdua mengernyit heran karena di halaman mansion terdapat banyak mobil asing yang terparkir. Tanpa mempedulikan hal itu, mereka berdua berjalan masuk menuju pintu utama mansion dan berjalan menuju suara-suara gaduh yang berasal dari ruang tamu.
"Wow... Ternyata disini sedang ada pesta" ucap Edward dengan sedikit menyindir.
"Benar, Ed. Kita yang tuan rumah saja tak diundang lho" ucap Reno sambil geleng-geleng kepala mengikuti sindiran dari Edward.
Semua orang yang ada disana terdiam kaku melihat kedatangan dua orang yang paling berkuasa di mansion mewah ini. Namun mereka yang pada dasarnya tak tahu malu dan tak punya hati membuat mereka tetap saja memberanikan diri untuk bersikap semena-mena seakan yang berkuasa di mansion. Mansion ini memang di design oleh Papa William, namun semua biaya pembangunan dan pembelian interior mansion semua ditanggung oleh Edward dan Reno. Sedangkan seluruh orang yang berada di mansion yang bisa disebut keluarga itu, mereka hanya berpangku tangan menunggu semuanya beres. Setelah beres, mereka semua dengan tak tahu malunya paling bersemangat untuk pindahan kesana dan memilih sendiri untuk ruangan kamar yang akan mereka tempati.
"Mengadakan pesta di mansion tanpa meminta ijin pemiliknya. Tak tahu malu" ucap Edward dengan tajamnya.
Terlihat di ruang tamu penuh dengan minum-minuman keras dan makanan-makanan mahal, bahkan hampir 100% tamu dari mereka semua sudah hilang kewarasannya sampai berjoget-joget bahkan dengan dialuni musik yang memekakkan telinga. Sungguh hal itu memuakkan bagi Edward dan Reno, melihat mereka berpesta setelah menyiksa adik dan papanya. Benar-benar tak punya hati.
"Victor" seru Edward memanggil ketua bodyguard dengan tangan mengepal pertanda bahwa kini ia sedang menahan emosi.
Dengan berlari tergopoh-gopoh mendengar panggilan dari Edwrad, segera saja Victor menghadap ke Edward dengan sikap hormatnya.
"Ada yang harus saya lakukan tuan?" tanya Victor to the point tanpa mencoba menetralkan nafas dulu karena telah berlari dari halaman rumah ke dalam ruang tamu.
"Usir semua tamu dari orang-orang tak berperikemanusiaan ini" titahnya dengan tatapan tajamnya.
"Baik tuan" patuh Victor yang kemudian memerintahkan pada beberapa anak buahnya untuk membantunya melaksanakan perintah dari Edwrad terlebih tamu yang ada disana jumlahnya lumayan banyak dan semuanya adalah ibu-ibu.
__ADS_1
"Edward, kau tak bisa mengusir teman-teman mama" seru Ibu Edward, Mama Amber tak terima.
"Apa ada alasan untuk saya tak bisa mengusir mereka? Tak hanya mereka yang bisa saya usir dari mansion saya, bahkan anda sekalipun bisa saya tendang dari sini" ucap Edward membalas ucapan Mama Amber dengan tatapan tajamnya.
Mama Amber seketika terdiam mendengar ucapan dari Edward, anak yang dilahirkannya kini begitu ketus padanya semenjak kejadian waktu itu. Padahal ia berubah seperti ini juga karena dipengaruhi oleh oranglain yang sebenarnya adalah serigala berbulu domba, Mama Amber sampai saat ini tak juga kunjung sadar atas perbuatannya.
Semua bodyguard Edward seketika memasuki ruang tamu dan menggeret paksa tamu-tamu Mama Amber dan saudaranya, bahkan mereka semua memberontak tak ingin diusir begitu saja.
"Hey... Kalian tak sopan dengan orang penting sepertiku"
"Aku akan bilang pada suamiku kalau kalian telah memperlakukanku tidak sopan"
"Akan aku balas semua perlakuan tak manusiawi kalian ini"
Begitulah seruan-seruan dari ibu-ibu yang bahkan kewarasannya saja sudah hilang namun tetap memberontak dari seretan para bodyguard.
"Berhenti" seru Edward memerintah kepada bodyguard-bodyguardnya.
"Nah kan, takutkan dia kalau dilaporkan sama suami saya hahahaha. Sudah lepaskan saya, saya bisa keluar sendiri" ketus salah satu ibu-ibu dengan tertawa tak jelas sambil mencoba melepaskan pegangan tangan bodyguard pada pergelangan tangannya.
"Reno, Victor... Sebar semua video-video tentang ulah istri-istri dari pengusaha itu dimulai dari menghina masyarakat kecil dan mengambil uang donasi untuk pantiasuhan, tampilkan juga di billboard pinggir jalan. Buka semua topeng mereka selama ini agar citra baik dia di publik tercoreng. Oh jangan lupakan, cantumkan nama suami dari ibu-ibu ini agar saham perusahaan suami mereka jatuh" titah Edward dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
Sontak saja ucapan dari Edward itu membuat ibu-ibu yang tadi memberontak seketika saja diam tak berkutik, mereka lupa kalau kekuasaan Edward berada jauh di atas suami mereka. Tamatlah riwayat mereka hari ini, pastinya setelah pulang ke rumah nanti bisa dipastikan mendapatkan amukan dari suami mereka.
"Tuan Ed, jangan seperti ini. Kami minta maaf karena telah lancang tadi. Kami mohon maaf, ampuni kami. Tolong jangan sebar semua aib kami, kasihan keluarga kami kalau sampai ikut dilibatkan dalam kesalahan kami" ucap salah satu ibu-ibu yang mengiba permohonan maaf dari Edward.
"Bawa mereka keluar" titah Edward yang sudah tak mau mendengar drama-drama memuakkan berada didepannya.
Semua bodyguard langsung saja melaksanakan perintah Edward dengan menyeret mereka semua yang kini hanya lemas tak berdaya karena merasa salah berurusan dengan seseorang. Mereka kini hanya bisa menyesali semua perbuatan mereka dan menikmati kehancuran yang sudah ada di depan mata.
"Kak Ed, nggak boleh kaya gitu sama teman-teman mama. Kan mereka tamu jadi kita harus menjamunya dengan baik. Kakak juga harusnya tak boleh memperlakukan mereka dengan seperti itu, itu sangat kejam dan tak berperasaan" ucap seorang gadis mencoba merayu Edwrad dengan kalimat-kalimat menjijikannya sambil mendekat ke arah Edward, yang tak lain adalah anak angkat dari orangtua Reno. Noura Yuniar Serant setelah para bodyguard dan tamu-tamu itu hilang dari pandangan Edwrad.
Saat telapak tangan Noura hendak memegang dada bidangnya, Edward segera menghempas tangan itu dan mengambil handsanitizer dari saku celananya kemudian menyemprotkan pada tangannya seakan tangan yang tadi ia gunakan untuk menghempas Noura sudah terinfeksi kuman.
"Jangan pernah mengaturku atau menasehatiku, nasehatilah dirimu sendiri itu dulu sebelum kamu menasehati oranglain. Anda juga bukan siapa-siapa disini" ucap Edward dengan tatapan dinginnya membuat Noura seketika berjalan mundur menjauh dari Edward.
"Edward, kau tak boleh seperti itu dengan adik sepupumu. Walaupun dia hanya anak angkat kami tapi tetap saja kau harus menyayanginya sebagai saudara" tegur Mama Reno, Natalie Nessa.
Mendengar hal itu, Edward segera saja mendekat ke arah Mama Nessa kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Mama Nessa diam membeku ditempat. Rahasia yang ia simpan rapat-rapat ternyata ada juga yang mengetahuinya, bahkan suami dan anak-anaknya terutama Reno tak mengetahui hal ini.
"Anak angkat atau anak kandung anda dengan selingkuhan anda?" bisik Edward tepat ditelinga Mama Nessa.
Jdarrrrrrrrr....
__ADS_1