Istri Sempurna Untuk CEO Kejam

Istri Sempurna Untuk CEO Kejam
Elli vs Bunda Nessa


__ADS_3

Saat ini Elli tengah berjalan di lobby perusahaan demi menemui Sinta teman kerjanya di Perusahaan Serant Group. Bodyguard yang disuruh Edward untuk menjaganya kini sedang berada di halaman parkiran perusahaan. Hal ini adalah permintaan dari Elli sendiri. Bodyguard itu mengijinkan karena berpikir bahwa Elli akan baik-baik saja selama di kawasan perusahaan suaminya sendiri. Namun dia dan Elli tak pernah berpikir bahwa di perusahaan Edward terdapat banyak siluman ular berbentuk manusia.


Saat ini jam tengah menunjukkan waktu istirahat bagi semua karyawan Perusahaan Serant Group. Banyak orang berlalu lalang untuk keluar istirahat, sedangkan Elli akan menunggu Sinta di dekat meja resepsionis. Tadi ia sudah menghubungi Edward agar mengijinkannya untuk pergi sebentar dan meminta bodyguardnya berada di parkiran saja karena ia juga tak akan lama. Namun sampai saat ini Edward belum membalas pesannya.


Elli duduk di sebuah kursi sambil memperhatikan beberapa karyawan yang berlalu lalang. Berulang kali juga ia menjawab sapaan karyawan yang mengenal dirinya. Saat tengah menunggu Sinta, ada seseorang yang tak diundang menghampiri dirinya.


"Oh... Jadi ini yang kemarin ngaku-ngaku jadi istrinya Edward" ucap seseorang yang baru saja datang.


Seseorang itu adalah Bunda Nessa atau ibu dari Reno. Bunda Nessa yang melihat kalau ada Elli di kantor milik keponakannya itu seketika saja mendekati sang gadis. Ia menatap sinis Elli yang duduk menunggu di sebuah kursi tunggu di dekat meja respsionis. Elli yang mendengar ucapan dari seseorang yang sangat malas untuk ditemuinya itu hanya melirik sekilas kemudian mengalihkan pandangannya.


"Kalau kau memang istri Edward, tak mungkin kau akan duduk di tempat rendahan sekitar sini" ucap Bunda Nessa sinis.


Bunda Nessa terus saja mencoba memancing emosi dari Elli yang sedari tadi tak terpancing sama sekali. Hal itu membuat Bunda Nessa kesal bukan main, bahkan sama sekali ucapannya tak ditanggapi oleh Elli. Bunda Nessa berpikir keras demi tujuannya tercapai untuk mempermalukan Elli.


"Sini semuanya kumpul..." seru Bunda Nessa mengubah strategi.

__ADS_1


Bunda Nessa berteriak agar semua karyawan yang masih berada di tempat bekerja mendengar suaranya. Tak berapa lama beberapa orang karyawan berkerumun ke arah Bunda Nessa dan Elli dengan tatapan penasaran. Elli yang melihat itu terlihat santai saja sambil memikirkan cara agar bisa membalikkan keadaan.


"Hei kalian dengerin saya... Perempuan disamping saya ini adalah perempuan tak punya harga diri. Dengan percaya dirinya, dia memperkenalkan diri kalau dia adalah istri dari CEO Perusahaan Serant Group" seru Bunda Nessa.


Seketika saja semua karyawan yang mendengarkan informasi itu tercengang kaget terlebih Elli dikenal dengan sosok yang pernah bekerja di perusahaan ini. Banyak bisikan-bisikan yang menggunjing Elli membuat Bunda Nessa menampilkan senyum kemenangan.


"Jangan percaya sama ibu-ibu ini. Kalian masih ingatkan, dulu dia menyebarkan informasi tentang perusahaan kita dan ingin melengserkan CEO tetapi buat yang percaya dengan informasi itu akhirnya dipermalukan dan di blacklist dari Perusahaan Serant group" seru salah seorng karyawan lama yang waktu itu berada di tempat kejadian.


"Benar, jangan terprovokasi dengan wanita ini. Kalian tak ingin kan nasibnya sama kaya petinggi-petinggi perusahaan kalau kalian percaya dengan isu itu" seru karyawan lainnya.


Karyawan baru yang pernah mendengar cerita tentang perombakan petinggi perusahaan dan karyawan bermasalah karena terprovokasi dengan seseorang yang mengaku keluarga atasan mereka pun akhirnya lebih memilih membubarkan diri daripada karir mereka ke depannya akan hancur. Bunda Nessa yang melihat itu seketika saja kesal bukan main, sedangkan Elli tampak menahan tawanya.


Setelah semua karyawan membubarkan diri, tinggallah dua orang wanita beda usia itu disana. Elli hanya terkekeh geli melihat raut wajah kesal yang diperlihatkan Bunda Nessa karena rencananya mempermalukan dirinya gagal total.


"Nyonya Nessa... Seseorang yang dipungut oleh Paman Nino Adiguna Serant untuk dijadikan istri kontrak namun semua anggota keluarga Serant tak ada yang mengetahuinya kecuali suami anda sendiri. Ups... Mantan suami lebih tepatnya" ucap Elli tepat ditelinga Bunda Nessa.

__ADS_1


Bunda Nessa benar-benar kaget ketika Elli mengetahui salah satu rahasianya. Kini dia harus semakin waspada dengan perempuan disampingnya ini.


"Bagaimana kalau informasi ini saya kasih tahu ke kak Reno? Pastinya dia akan memilih tinggal bersama Paman Nino dan kakaknya di luar negeri. Tanpa Kak Reno anda itu bukan siapa-siapa di keluarga Serant, terlebih Noura. Anak hasil hubungan gelap anda dengan kekasih anda namun Paman Nino tidak tahu dan tetap menganggapnya anak. Bagaimana ya kalau Paman Nino tahu akan hal ini?" lanjutnya.


Suara Elli benar-benar seperti sebuah ancaman bagi hidup Bunda Nessa. Kini raut wajahnya terlihat sangat panik kalau semua rahasianya akan dibongkar Elli terlebih kepada Reno dan mantan suaminya. Bisa-bisa dia menjadi gelandangan dalam sekejap mata terlebih kekasihnya saat ini bukanlah orang berpengaruh.


"Oh... Satu lagi nyonya, saya tahu siapa dalang penculikan Alika dan Mama Amber di masa lalu. Tolong sampaikan ke Mama Amber untuk berhati-hati karena pelakunya ada di sekitar dia" ucap Elli sambil tersenyum menyeringai.


Bunda Nessa seketika gelagapan namun ia berusaha untuk tenang agar beberapa rahasia yang tersimpan selama ini tak bocor begitu saja.


"Oh iya nanti saya sampaikan ke mbak Amber" ucap Bunda Nessa dengan nada sombongnya.


Mendengar nada sombong yang terlontar dari mulut Bunda Nessa, membuat Elli hanya geleng-geleng kepala. Elli pikir Bunda Nessa itu sangat pintar bersandiwara dan menyembunyikan topeng aslinya. Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, Elli kemudian berlalu pergi dari hadapan Bunda Nessa sambil tersenyum sinis. Ia segera menyusul ke ruangan Sinta berada karena sudah terlalu lama menunggu namun sang empu sama sekali belum menampakkan batang hidungnya.


Bunda Nessa yang melihat kepergian Elli yang mulai menjauh, mengepalkan kedua tangannya. Dia benar-benar merasa terpojok kali ini akibat ucapan Elli yang mengetahui beberapa rahasianya. Yang menjadi pertanyaan adalah darimana dia mendapatkan informasi itu. Tak mungkin Edward yang memberi tahu.

__ADS_1


Bunda Nessa yang awalnya ingin bertemu Reno untuk meminta uang, akhirnya mengurungkan niatnya. Ia segera saja pergi meninggalkan perusahaan Serant Group dengan kedua tangan yang mengepal. Di dalam otaknya sudah terpikirkan berbagai rencana buruk demi mencapai tujuannya.


"Akan aku pastikan kalau kamu akan ku habisi agar rencanaku ke depannya tak gagal lagi" batin Bunda Nessa dengan tersenyum menyeringai.


__ADS_2