Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - NYAMAN


__ADS_3

Pagi hari...


Tiara mengendarai sepedah motornya menuju rumah Peninggalan Adam ..


Tiara sengaja menggunakan sepedah motornyaa karen hari masih pagi...


Tiarapun masuk kedalam rumah itu... lagi lagi yang ia lihat pertama kalinya adalah foto prewedding mereka yang di pasang di dnding ruang tamu...


Tiara hanya duduk, mencoba berdamai dengan hatinya...


"bukannya kisah kita tak akan pernah hilang kak? aku saja yang salah untuk menghilangkanya sampai aku harus bertengkar dengan diriku sendiri ..


kaakk, aku selalu mendoakanmu agar kamu selalu bahagia disana, tenang disana..."


Tiara pun mulai menaiki lantai dua rumah itu... selama ini tiara memang belum pernah menaiki lantai dua rumah itu...


ia memasuki satu kamar.... Tiara begitu kaget ternyata itu adalah kamar utama.. terdapat beberapa foto foto tentang Tiara dan Adam. semua tata letak dan desain kamar itu


benar benar sesuai dengan apa yang Tiara pernah utarakan ke Adam...


"kaaakk ini kah yang kaka siapkan untuk ketidak bersamaan kita? hiks hiks hiks.... lagi lagi aku ingin sekali bertanya kepada Tuhan, kenapa harus aku kak yang menerima sakitnya kehilangan? hiks hik hiks. kakak jahat kaa kalo kaka nyiapin ini hanya untuk membuat aku sakit... kaka tega!! aku benci kakak hiks hiks hiks....." kata Tiara yang masih tersedu sedu....


Tiara pun ingat akan sosok Risa...ia mencoba menghubunginya..namun tak mendapat jawaban...


Tiara makin tak terkontrol, dirinya semakin terguncang akan pertarungan antara hati dan pikirannya... seolah pikirannya ingin menolak namun hatinya tidak ingin menolak...


Tiara merasa sangat depresi, ia hanya mampu menangis dan tak kuasa menahan bayang adam dan tragedi meninggalnya adam.....


Tiara berlari ke kamar mandi yang berada di kamar itu.. ia menyalahkan air dan duduk tepat dibawah air itu....


Tiara terus menangis tak henti henti.....


Sudah sekitar tiga jam Risa yang baru terbangun dari tidurnya melihat ponselnya terdapat 3 misscall dari Tiara...


Risa pun tak berfikir hal buruk pada Tiara, ia pun mencoba menghubungi nya kembali, namun tak ada jawaban , Risa pun mengirim pesan singkat menanyakan ada apa...


Sambil menunggu balasan, Risa oun bergegas untuk mandi membersihkan diri...


Sampai setelah Risa menyelesaikan mandinya ia masih belum mendapati balasan dari Tiara... Rasa khawatie Risa pun meningkat...


ia langsung berfikir bahwa Tiara sedang berada di Rumah Adam, mengingat ini adalah Weeknd...


Risa bergegas keluar kamarnya....


"mau kemana sayang?" tanya ibunda Risa, Erna nama nya....


"ke sebelah mah, rumah temen" kata Risa terus berlari kecil...


sejak kapan kamu punya temen tetangga disini....kata bu Erna dalam hati.


Risa langsung masuk ke dalam rumah Adam, ia memanggil manggil Tiara namun tak ada jawaban.. Risa sedikit takut saat masuk kedalam rumah itu, ia sangat merinding dan merasa ada yang mengawasinya... namunia harus menemukan Tiara, karena ada sebuah motor dan jaket perempuan di ruang tamu....


Perlahan Risa menaiki tangga... dengan perlahan dan melirik kanankiri memerhatikan sekelilingnya...


Risa mulai membuka pintu salah satu kamar, ternyata kamar itu kosong bahkan barang-barang pun tidak ada...


Risa mendengar suara gemericik air ia segera membuka kamar sebelahnya.. dan menuju kamar mandinya...


"TIARA...." Teriak Risa mendapati Tiara sangat pucat, bajunya basah dan Tiara sudah dalam keadaan pingsan


"Yaa Tuhan Tiara.. bertahanlah.."

__ADS_1


Risa langsung menghubungi mama nya meminta pak ToTo datang....


tak lama Pak Toto datang, Risa membungkus tubuh Tiara dengan selimut yang ada di kamamr itu... baru lah pak Toto menggendongnya membawanya kerumah...


"Risa siapa dia? kenapa dia risaa?"


"dia pasien risa mah" kata Risa pada mamanya


" pak bawa ke kamar tamu" kata Risa pada pak Toto


"bi ambilin baju satu stel sama underwere aku yang baru di laci lemari paling pojok" kata Risa pada Bi Nunung


"ada apa si mah, itu Risa bawa siapa lagi?"


"katanya temennya, tetangga sini" kata Bu Erna


"ayo kita liat mah"


merekapun menuju kamar tamu.


Terlihat Risa sedang membuka perlahan lilitan selimut di tubuh Tiara...


"Tiara....."


Risa dan Ibu Erna melirik sumber suara


"Kak Barry, kaka kenal dia??" kata Risa


"iya dia karyawan aku" kata Barry mendekat ke arah kasur


"mama bingung, ada apa si ini" kata Ibu Erna...


"dia temen aku mah, dia abis di tinggal sama suami ehh maksudnya di tinggal sama calon suaminya meninggal mah, dia berusaha melupakan tapi hatinya ga mampu jadi ada perang batin gitu" kata Risa yang sedikit menutupi kebenaran tentang Tiara


"kamu merhartiin dia bar? kamu naksir ya?!" kata Bu Erna


"aduh mama lagi kaya gini masih aja deh"


kata Barry kesal


"yaa dari pada kamu ama Amel, matre! males mama"


"udah udah kak Barry keluarrr deh, aku mau ganti baju Tiara, basah semua ini..." kata Risa


"mama bantu sayang" kat Bu Erna...


Barry pun keluar, ia sedikit cemas melihat Tiara yang basah kuyup gitu...


"ngapain lo diri disitu bar?"


"eehh elu, siniii.. di dalem ada Tiara" kata Barry


"Tiara??? Tiara mana nih?"


kata fardhan sedikit berfikir


"Tiara kantor lah" kata Barry emosi


"hah ngapain dia kesini? bukannya ponselnya udah lo kasihin dia?" kata Fardan..


"bukan masalah itu.. tapi........."

__ADS_1


Barry pun menjelaskan apa yang di Jelaskan pada Risa sebelumnya...


"kasian" kata Fardan


"sama" kata Barry


"gue mau nyoba nyembuhin hatinya ah" kata Fardhan yang sebenarnya tidak serius


Barry langsung menatap fardhan penuh kekesalan


"ngapa lo? salah ngomong ya gue" kata Fardhan


"jangan jangan lo naksir dia ya? ngaku lu"


kata Fardhan menghakimi Barry


"diem lu!" kata Barry singkat....


tak lama Ibu Erna keluar


"udah mah?" kata Barry


"udah mama mau buatin dia sup dulu sama teh, dia belum sadar" kata ibu Erna


Barry dan Fardhan langung masuk kedalam kamar dengan segera


"Belum sadar?" kata Barry dan Fardan berbarengan


"berisik deh!!!" kata Risa


"udah ayo keluar, dia cuma butuh istirahat" kata Risa mendorong kedua laki-laki itu..


Setengah jam berlalu... Barry berniat melihat Tiara dengan mengintip saja dari pintu...


Terlihat jelas Tiara sedang mengingau, tubuhnya seperti gemetar, wajahnya penuh keringat...


"Kak Adam... kak Adam... kak jangan pergi, jangan kak kembalilah kak, kak adam"


Dengan cepat Barry menghampiri Tiara.


"Tiara bangun.. eh Tiara bangunn"


Barry pun menyentuh tubuh Tiara


"akh gila panas banget..." kata barry yang reflek melepas sentuhan nya..


"Risaaaa.... mamma...Risss" panggil Barry


Tiara terus mengingau, tubuhnya semakin gemetarrr...


dengan reflek Barry menarik tubuh Tiara dari posiasi tidurnya hinga terduduk lemas dan memeluk Tiara dengan Erat..


"Sadar Tiara sadar.... Tiaraa sadarr. "


"kak ada apa ini kak Adam??? pelukkan ini sangat nyaman kakk, apa kaka kembali" kata Tiara masih dengan matanya yang terturup dan tubuhnya yang lemas...


Fardhan, Risa dan Bu Erna pun berlarian menjuju kamar tamu ini, betapa kaget mereka menatap pemandangan itu....


"kak, kakak ngapain temen Risa?" kata Risa memecah keheningan


"so sweeet" kata Bu Erna sambil tersenyum

__ADS_1


"sakittttt" kata Fardgan memengang dadanya melihat kejadian itu...


************


__ADS_2