Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Bagian dari Cinta


__ADS_3

Fardhan tengah mebgendarai mobilnya setelah ia melaporkan kasus syifa pada Polisi...


Fardhan tengah menepikan dan mebgurangi kecepatan mobilnya karena ponselnya berbunyi dan berada di saku kiri...


Saat Hendak ia menjawab dering itu terputus...


Selang Lima menit kemudian, Fardhan menerima panggilan dari nomer yang sama..


dengan cepat ia mengangkatnya..


Fardhan : Yaa Hallo


Fajri : Assalamuualikum Pak


Farhan : Waalaikumsalam, siapa?


Fajri : Pak, saya Fajri.. saya dan beberapa warga tadi di hampiri perempuan cantik, dia meminjam ponsel saya untuk menghubungi keluarganya tapi sekarang dia pingsan..


Fardhan: APAA??? dimana lokasi kalian? gimana keadaan Syifa?


Fahri : Saya akan kirim lokasi saya, keadaan wanita itu mengenaskan pak, bajunya basah, Terdapat luka di bibir dan pipi kirinya terlihat luka sayat


Fardhan : Apah??? Kirim lokasi saya kesana segera..


"Benar-benar Gila!! Siapa yang berani bermain-main dengan keluarga Atmaja!!" Kata Fardhan dengan emosi sangat meningkat


Fardhan dengan cepat menghubungi Barry, memintanya ikut bersamaNya...


Sementara Tiara dan Risa segera meluncur ke arah rumah Syifa, karena Bunda Syifa sempat pingsan karena tak ada kabar dari Syifa...


*****


Dalam perjalanan


"Gilak, kali ini kita gak bisa tinggal diem" kata Fardhan berkali-kali memukul stir mobilnya


"Gue udah pakai beberapa Jasa detectif, mulai besok mereka akan berada di sekitar kita" Kata Barry


*****


Setelah satu setengah jam perjalanan mereka Tiba, Mobil Fardhan terparkir di sebuah lahan kosong, sesuai dengan arahan Fahri yang sebelumnya mereka melakukan panggilan telfon..


"Saya Fahri salah satu warga disini" Kata Fahri sambil mengulurkan tangannya


"Saya Fardhan, ini kakak saya Barry"


Mereka pun berjabat tangan...


"Mari ikut saya, si Embaknya ada di rumah Pak RW" kata Fahri sambil memimpin jalan

__ADS_1


Jantung Fardhan sedikit berdebar, darahnya seakan memanas membayangkan keadaan Syifa.. Kondisi Pakaian Fardhan dan Barry terlihat lebih santai dengan melepas Jas dan dasi mereka serta menggulung lengan kemeja mereka sampai ke siku .. Namun ketampanan serta penampilan dengan barang mahal mereka tentu membuat siapa saja yang melihat mereka sebagai sosok orang penting dan kaya raya..


Fardhan dan Barry di persilakan masuk..


Mereka sedikit berbincang menceritakan kejadian tersebut dengan para saksi...


"Pak mbak nya sudah sadar" kata seorang Ibu paruh baya kepada suaminya yang tak lain adalah Pak RW


"Mari pak di lihat mbaknya" Ajak Pak Rw, dengan cepat Fardhan bangkit dan berjalan cepat mengekor


"Sayang....." ucap Fardhan melihat Syifa dengan luka di wajahnya,


Syifa yang tengah bersandar di kepala tempat tidur itu menoleh, Dengan cepat Fardhan menghampiri lalu memeluk erat syifa


"Aku takut, hiks hiks hiks" Kata Syifa seolah menumpahkan rasa yang telah ia pendam sedari pagi..


"Iyaa aku disini, kita ke rumah sakit yaa?" Kata Fardhan ingin sekali menangis


Pak Rw dan beberapa Warga menatap keduanya sedikit aneh, dengan cepat Barry menjelaskan..


"Adik saya, calon suaminya pak... mereka akan segera menikah" Ucap Barry membuat beberapa warga mengangguk


"Maaf Nak, ssya kira tadi mas nya itu kakaknya" kata Pak Rw agar tak ada salah paham...


oh ternyata mereka sepasang calon pengantin... cocok! cantik dan tampan! mereka juga terlihat orang yang sangat kaya raya! - Batin Fahri yang sempat menaruh simpatik pada Syifa..


"Iya kita pulang yaa" Kata Fardhan sambil mengusap air mata di pipi syifa, lalu melihat luka gores yang masih terlihat merah itu


"ini sakit?" Tanya Fardhan lirih


"Sedikit" ucap Syifa tak ingin menambah kepanikan Fardhan..


"Tunggu sebentar..." Kata Fardhan kemudian menghampiri Barry dan beberapa warga juga pak RW di ambang Pintu..


"Pak saya akan membawanya Pulang, Saya mohon maaf telah merepotkan bapak dan warga disini, saya sangat berterimaksih juga pastinya karena telah menjaga calon isteri saya" Ucap Fardhan..


"Sama-sama Nak.. Kami tidak merasa di repotkan, semoga embak nya cepat pulih dan pelaku segera di temukan" Ucap Pak Rw


"Terimaksih pak, saya minta tolong lagi pak, jika ada polisi datang memintai keterangan bersediakah bapak memberi keterangan dengan jujur apa adanya" Kata Fardhan


"Tentu Nak, nanti akan saya data para saksi ahli.." kata Pak Rw


Barry menggeluarkan sebuah amplop setelah mendapat kode anggukan dsri Fardhan..


"Ini ada sedikit ucapan terimaksih dari kami, mohon jangan tersingung pak, ini bisa bapak gunakan untuk banyak hal termaksud untuk membantu warga" kata Barry dengan sangat sopan


"maaf nak, ini berlebihan"


"Engga Pak, saya akan merasa beban jika bapak tidak menerimanya, terima yaa pak" ucap Barry sedikit memohon

__ADS_1


Pak RW pun menerimanya..


"Saya akan gunakan untuk acara santunan Yatim minggu depan Nak, saya akan gunakan untuk hidangan warga, sisahnya akan saya bagi untuk tromol masjid" kata Pak RW dengan tegasnya


"Baik Pak itu sudah jadi hak bapak.." kata Barry..


Fardhan memapah Syifa karena syifa enggan di gendong karena malu..


"Neng ini pake sendal ibu" Kata Ibu Rw memberikan sendal jepit brand burung


"Buu maaf saya merepotkan" kata Syifa lirih


"gapapa neng, ini Baju basahnya neng" kata Ibu Rw


"duh maaf bu merepotkan, ini baju siapa bu" Kata Syifa memegang pakaian yang ia gunakan


"Baju anak ibu neng, maaf bekas tapi itu dalemanya masih baru kok neng Baru beli semalem di pasar malem... maaf neng itu murah" kata Ibu RW yang sepertinya faham dengan harga pakaian bahkan dalaman Sifa


Syifa dan Fardhan saling memandang, dan terkekeh...


"Salam untuk anak ibu, saya berterimaksih ya bu.. kapan-kapan saya main kesini balikin baju ya buu" Kata Syifa


"Gapap neng, gausah di pikirin baju bekas dan murah itu mah neng... "


"ah ibu bisa aja, kalo begitu saya pamit yaa buu" Kata Syifa sudah tak tahan berdiri menahan pusing di kepalanya


"iya bu kami pamit" sambung Fardhan


"Iya neng.Mas, hati-hati"


Syifa dan Fardhan keluar kamar dengan posisi Fardhan memapah Syifa, para Warga pun mengantarkan mereka hingga mobil..


"Jarang orang baik, tulus jaman sekarang" kata Barry sambil menyetir mobil keluar dari desa itu


"iya ya, orang baik akan di pertemukan dengan orang baik Barr" sahut Fardhan yang duduk di belakang bersama Syifa


Perjalanan pulang sungguh memakan Waktu yang lama karena jalan sangat macet.


Di tengah jalan tiba-tiba tubuh syifa terasa sangat panas, membuatnya tidur lalu mengingau dengan mengucapkan permohonan ampun..


"Ampun... Sakit... lepas"


"Barrr gimana ini, kita harus ke rumah sakit segera!" kata Fardhan dangat panik sambil mendekap tubuh Syifa


"iya sabar ini macet" Kata Barry


Nah sekarang lo ngerasain kan, rasanya ngeliat orang yang kita sayangi terluka, tak berdaya, sakit! Itu yang Selama Tiga bulan gue Rasain... dan sekarang lo merasakan sedikit rasa yang pernah gue rasakan...


dan gue yakin ini bagian dari Cinta...

__ADS_1


__ADS_2