Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Duka Alice


__ADS_3

Mendengar kabar kematian ibunya, Alice jatuh pingsan tak sadarkan diri.. dengan cepat Kevin dan Fardhan membawanya ke IGD sesuai titah dokter, Barry dan Ibu Erna mencoba menghubungi keluarga mereka di Bandung memberi kabar duka ini, tak lupa kabar ini memang harus sampai di telinga Suami/Mantan suami Ibu Mala...


karena sikap yang kurang baik dari ibu Mala banyak sanak saudara yang malas berurusan dengannya, namun mengingat kali ini Ibu Ernalah yang meminta kesediaan keluarga untuk membantu akhirnya mereka bersedia membantu...


Jenazah akan di bawa ke Bandung malam itu juga..


Lukman , papa Alice sudah mendengar kabar itu, dan ia merasa masih menjadi suami Ibu Mala, menurut pengakuannya ia tidak pernah menjatuhkan talak, hanya mengusirnya saat ia mengetahui perselingkuhannya, dan membuat seolah-olah harta kekayaan itu telah menjadi sepenuhnya milik Lukman...


"Siapa yang ke Bandung mah? Barry gak bisa, Tiara gimana? kasian dia kalo tengah malem Al rewel.. " kata Barry merasa tidak tega jika harus meninggalkan isterinya


"Mama sama Fardhan yang akan berangkat, itu juga kalo Fardhan bisa meninggalkan Syifa sehari, kalo gak bisa mama sendiri gapapa" kata Ibu Erna


"Aku bisa ..." kata Fardhan yang tiba-tiba muncul


"Aku udah suruh Risa tidur sama Syifa .." kata Fardhan pada keduanya


"Lo juga harus meeting besok jam 10 sama Mr. Frank kan?" kata Fardhan pada Barry


Barry mengangguk...


"Alice gimana?"tanya ibu erna


"dia syok banget mah, belum sadar sekarang.. tapi ada Kevin yang jagain"kata Fardhan santai


****

__ADS_1


Di IGD ...


Kevin memeluk Alice agar Alice yang baru tersadar sedikit merasa ketenangan...


jantung Kevin berdetak saat Alice menangis lagi di dadanya.. reflek Kevin membelai rambut Alice..


"Ikhlas lice, semua sudah rencana Tuhan,kamu harus tegar demi masa depan kamu, demi membanggakan mama kamu" kata Kevin pelan..


Alice meregangkan pelukan itu..


"Aku bahkan gatau kemana harus memakamkan mama" kata Alice lirih


"Barry udah urus semuanya, mama kamu di semayamkan di kediaman kamu di Bandung, papa kamu juga sudah di hubungi oleh Tante Erna...sekarang Fardhan lagi mengurus segala sesuatunya" kata Kevin menjelaskan namun kembali mengundang tangis Alice


dengan sedikit ragu Kevin menyentuh wajah Alice mengusap air mata Alice sambil menatapnya, mendapat perlakuan itu Alice menatap wajah Kevin, kini tatapan mereka saling bertemu...


Alice menggeleng..


"Aku ga laper" kata Alice yang tidak memiliki nafsu makan..


"Iya aku tau, tapi hargain aku yang beli ini, sedikit aja... Aku siapin sini" kata Kevin kemudian memotek kue tersebut, menyuapkannya ke arah mulut Kevin


debar jantung Alice berpacu, baru kali ini ia bersikap risih pada seorang pria..


sebelumnya Alice harus bersikap centil karena paksaan Ibu Mala agar lelaki banyak yang tertarik pada nya..

__ADS_1


pakaian sexy yang sebelumnya Alice kenakan adalah sesuai dengan arahan ibu Mala terhadapnya... dan tentu dengan terpaksa ia melakukannya...


**


"Gue gapapa kok ikut" kata Kevin


"yaudah gapapa biar kamu seolah gantiin Barry" kata Ibu Erna


"Tapi kita pergi satu mobil aja" Titah ibu Erna


mereka pun siap untuk berangkat, Fardhan snegaja Menggunakan pengawalan agar cepat tiba di bandung .. Fardhan duduk di kursi tengah bersama Kevin, ibu Erna dan Alice duduk di kursi belakang, sementara mobil di kendarai oleh supir...


Dalam perjalanan Alice hanya diam, ia menatap ke arah jalan lewat jendela yang tidak bisa ia buka..


sesekali Alice menitihkan air matanya mengingat sang ibu ... sejahat apapun ibu, merekalah wanita yang telah melahirkan kita...


Kehilangan yang sesungguhnya adalah kehilangan dekapan seorang yang akan kembali pada Allah..


hanya kenangan yang tersimpan, terkenang dan akan dirindukan..


Maka itulah, selagi hidup berilah kesan terbaik, sikap Ter elok agar jika kita tiada, akan tersimpan lekat kenangan yang akan dirindukan.....


****


Like

__ADS_1


Komen


Vote...


__ADS_2