Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Pereman Insyaf


__ADS_3

Tiga Hari berlalu..


Roy telah mengutarakan kepanda keluarga Sarah atas niat baik Roy yang ingin menjadikan Sarah isterinya, namun jawaban dari keluarga Sarah sedikit menggantung...


Kedua orang tua Sarah menyetujui keputusan Sarah, tapi lain dengan Kaka Sarah, Surya..


Surya meminta Roy menunjukan ketulusan nya pada adiknya, Surya telah mengetahui kebejatan yang pernah terjadi di hidup Roy membuat Surya mengajukan banyak persyaratan di luar sepengetahuan kedua orang tuanya...


Roy terlihat tengah duduk di kursi balkon apartemennya sambil memegang secarik kertas..


"Tes HIV, Tes Narkotika, Tes kesehatan, Oke siapa takut..."kata Roy terus membaca poin selanjutnya


"Tes solat, tes mengaji, tes hapalan surat pendek... ini gue mau daftar kepesantren kali yaa" kata Roy heran sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal


"Tes kesetiaan" Roy membacanya sambil berfikir sejenak


"Apa maksud dari tes kesetiaan ya?" tanya Roy dalam hati,


"Ah paling dia mau deketin gue Ama cabe-cabean... haha udah kebal gue, udah cobain bermacam-macam jadi gak bakal gue tergoda" kata Roy meremehkan


Roy berjalan masuk meraih ponselnya..


menghubungi sahabatnya Kevin..


pin lu diamana


kantor lah kerja...


kerja Mulu, kawin Sono sebelum gue ..


soal kawin bukan lu lebih dulu dari kita bertiga? hahahaha


eh iya sih.. eh pin gue serius mau ngomong, gue ke kantor lu ya


ke cafe xy aja, gue mau meeting sama Barry disana..


Fardhan?


iya dia juga ada kayaknya..


oke gue kesana..


Hemmmmmmmmmmm


tuuut


tuuut


tuuut


"hemm doang? dasar jomblo jiwa kesepian nya meronta pasti" kata Roy lalu meraih kunci mobil serta dompetnya dan bergegas menuju kantor Kevin


.


.

__ADS_1


Satu Setengah Jam berselang di Cafe Xy..


"Mana tuh si Kevin" tanya Fardhan celingukan


"Ngaret paling, eh itu kan Roy" kata Barry melihat dari tembok full kaca


"Ngapain tuh dia kesini, pasti deh bakal ngerepotin kita" kata Fardhan


Roy pun masuk dengan tampang selengeeannya..


"Ngapain Lo?" Tanya Fardhan sinis


"mau traktir kalian dong" kata Roy menarik kursi lalu duduk di hadpaan Barry


"Jangan deh jangan, gue gak mau makan imbalan duluan...gue tau ye Roy, licik nya elu.. lu pikir gue percaya sama Lo kalo traktiran lo ini ga mengharapkan sesuatu?" kata Fardhan nyerocos panjang kali lebar


"Dia semenjak nikah kenapa jadi makin bawel si?" Tanya Roy sinis


Barry hanya terkekeh melihat perdebatan keduanya ...


"Jadi ada apa Bapak Roy Firlansyah yang terhormat? " Tanya Barry


"Sabar, nunggu Kevin kita, sekarang mari Ayo silakan pesan makanan yang kalian suka.." titah Roy memberikan buku menu


"Curiga kan lo sama dia? manis manis busuk nii kaya gini" kata Fardhan pada Barry yang duduk di hadapan nya


Roy mengusap pelan bahu Fardhan..


"Bapak Fardhan, calon Ayah yang ganteng, saya udah berubah loh pak" kata Roy membuat Fardhan merasa jijik


Roy pun tertawa..


Tak berselang lama Kevin pun datang dengan begitu fresh...


"Dari mana Lo seger banget" ledek Roy


"Meeting sama klien, cakep wakil CEO nya Raharsya Grup "


"Angle?"Tanya Fardhan Kevin pun mengangguk


"dia udah tunangan woy, jangan Lo sikat" kata Fardhan memberi warning


"iya? ahhh lemes deh gue" kata kevin menyusutkan tubuhnya sontak tiga temannya merasa lucu melihat sikap Kevin, yaa Ada sisi kasihan ya juga kala itu ...


"ahahah... udah kita dengerin dulu nii, maksud dan tujuan Si Roy tiba-tiba Dateng dan pake mau traktir segala" kata Fardhan


"Iya udah langsung aja, Waktu gue ga banyak" kata Barry


"iya iya... gue mau minta tolong si intinya" kata Roy serius sambil menatap mata ketiga sahabatnya


"Tolong apa?" kata Barry


"Jangan yang aneh-aneh" kata Kevin


"Gak aneh si, tapi agak memalukan..."kata Rey

__ADS_1


"Jangan bilang minta kita cariin cewek baru" kata Fardhan


"Gak lah..."


"Si kambing lama banget nasi gue Ampe kering nii " kata Kevin kesal


"Hemm gue di kasih ini, poin yang gue stabiloin itu yang ga gue bisa" kata Roy memberikan secarik kertas


"Ngaji??????" kata Kevin terbelatak


"kaya mau masuk pesantren kan" kata Roy lirih


"Makanya lu waktu kecil ngaji, kecebong Mulu lu cari" celetuk Kevin


"terus kita bisa bantu apa?" Tanya Barry


"ajarin gue ngaji" kata Roy lirih


hahahaha


"ini namanya preman insyaf" kata Kevin


"eh jangan gitu kalo dia ga bisa ngaji dia gak bisa nikah, Kasian" kata Fardhan menepuk bahu Roy


"males" kata Roy menepis tangan Fardhan


"lu bukan kasian tapi ngeledek" kata Roy kesal.


"Udah-udah, lu cari aja guru ngaji, suruh ajarin lo.. " kata Barry


"nah bener tuh, Lo di kasih waktu berapa lama?" tanya Kevin


"Satu bulan, bisa ga ya gue"kata Roy pesimis


"bisaaa!! jangan nyerah lu" kata Fardhan


"terus gue cari guru ngaji dimana?"sambung Roy


"nanti gue tanya mama, dia pasti tau..."kata Barry di angguki Fardhan


"lu sekarang dengerin dulu lagu anak-anak yang Alif Ba Ta" kata Kevin membuat Barry dan Fardhan tertawa kecil


"Lu mah ngeledek, dosa lu" kata Roy kesal


"gue ga ****-**** banget kali, tau lah gue basic mah" kata Roy membela diri


"iya Roy iya, kita percaya"kata Barry terkekeh melihat wajah kesal cemberut Roy...


*****


Like dulu


komen


lalu vote ya hehe

__ADS_1


__ADS_2