Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Tegar


__ADS_3

Suster mengelap sisa gel, kemudian Dokter Salsa meminta posisi Tiara berubah menjadi setengah duduk dengan sandaran kasur...


"Suster bisa tinggalkan saya, tolong sekalian minta obat ini untuk nanti di berikan ke Nyonya Tiara" ucap Dokter Salsa yang merasa kesedihan pada kedua pasangan itu harus tersimpan rapat, bagi nya, kelemahan dan kesedihan itu tak perlu di umbar karena akan menjadikan kelemahan kita pada banyak orang..


Suster itu mengangguk..


Salsa mengenggam satu tangan Tiara membuat Tiara merasa semakin nyaman meski jantungnya semakin berdebar..


"Aku yakin kamu kuat" Ucap Dokter salsa


"Begini, Ini rahim Kamu, lihat bulatan di pinggir ini?" Tanya dokter Salsa membuat pasangan suami isteri mengangguk.


"Saya sudah melakukan tes dari darah yang keluar dari ****** mu.. itu bukan Janin jadi benar adanya kamu belum hamil... Lalu.. ini adalah gumpalan darah, saya yakin saat kecelakaan itu adanya benturan hingga rahimu luka dan terjadi pendarahan kecil, karena tidak terdeteksi jadilah penggumpalan.. apalagi posisi mu kala itu Koma.. Tapi kabar baiknya dia sudah perlahan luntur sejak semalam, masih ada sedikit yaa ini saya akan berikan obat, akan sedikit nyeri tapi kamu harus kuat"


"Selanjutnya...." Dokter Salsa menghela Nafasnya


Sementara Tiara sudah menitihkan air matanya tanpa suara, Barry masih mengenggam tangannya erat..


"Saya yakin dan faham setiap pernikahan tentu mengharapkan hadirnya buah hati... Tapi saya harus katakan ini... kalian harus menundanyaa dulu.. Rahim Kamu sedang tidak sehat rasanya akan sangat rawan jika kamu hamil kita harus membuatnya pulih.."


"Baik dok Tidak masalah bagi saya, Saya akan terus mendampingi Isteri saya dok" Ucap Barry


"Berapa lama dok?"


"prediksi saya 3 bulan.. kita akan pantau terus jika Allah menghendaki kurang dari waktu tersebut kamu sudah pulih, siapa yang tau.." Kata Dokter Salsa begitu semangat


Tiara mengangguk sambil membalas gengaman suaminya..

__ADS_1


"Jadi, kalo sudah di rumah.. suaminya harus pinter-pinter yaa bermainya, jangan sampai ke enakan terus nanem di dalem, jangan dulu yaa" Ledek Dokter Salsa


Barry dan Tiara tersipu malu..


"Tenang saya juga dulu sama seperti kalian, saya juga pernah keguguran, dan itu juga sangat menbuat hati saya sakit,, Tapi itu hanya ujian semata, harus kuat yaa!! " Kata Dokter salsa memberi semangat


"jadi ada yang ingin di tanyakan?"


"engga dokter, untuk saat ini cukup" ucap Barry


"Dokter apa rahim saya akan kembali subur" Kata Tiara merasa khawatir


"Tentu dong, rahim kamu sangat subur, kamu masih sangat muda... inget!! jangan terlalu capek yaa, jaga pola hidup sehat" Ucap Salsa kembali membuat senyum bahagia di wajah Tiara


*****


"Iya sayang"


"Bagaimana perasaan kamu saat Tau kita harus menunda momongan?" Tanya Tiara Lirih, bagaimanapun sebagai seorang wanita tentu merasakan sedih, terpukul dan kecewa atas mahkota utama dalam hidupnya seolah tak sempurna


"Aku bersyukur, karena Allah pasti ingin kita lebih dekat sayang, kita harus banyak-banyak habiskan waktu bersama, waktu kita bersama secara diam-diam 3 bulan, kamu koma 3 bulan, dan kita menikah baru dua bulan.. ah Allah maha Baik sayang , dia mau kita mesra-mesraan dulu sebelum ada Barry junior" Ucap Barry sambil memeluk Isterinya dari samping


Mas Apa kamu begini hanya untuk membuatku tegar? huh mengapa begini..


"Makasih mas" Ucap Tiara dengan air mata berlinang


"Jangan nangis, kita harus Happy terus supaya kamu cepet sehat, aku udah kangeennn"Kata Barry berbisii membuat Tiara merinding

__ADS_1


"Massss!!!" kata Tiara menahan gejolak itu..


Barry melepas pelukan itu, tertawa melihat ekspresi isterinya.. melihat wajah cemberut isterinya ia mendekat mengengam kedua tangan isterinya..


"Inilah hidup sayang, ini mungkin akan menjadi masalah kecil yang Allah berikan, di depan nanti akan banyak cobaan, Maka yang harus kita pertahankan adalah komunikasi, keprcayaan dan rasa Tegar dalam diri"


Ucap Barry dengan wibawanya


Tiara mengangguk sambil menitihkan air mata..


Barry mengusapnya mencium kedua mata Tiara yang terpejam saat wajah Barry mendekat...


"menangislah hanya di depanku sayang" ucap Barry kemudian merebahkan kepala isterinya di dada bidangnya


"Jadikan bahu ini, dada ini, diri ini tempat bersandarmu, dalam tangis kesedihan atau tangis kebahagiaan...." Ucap Barry


*******


Author gaperlu kan yaa jelasin ini kejadian real atau bukan hehehe


yang penting


like


komen


vote

__ADS_1


__ADS_2