
"Mas lama banget si... ayolah..." Tiara mulai mengomel karena Barry yang sudah menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan diri dan bersiap..
Tiga Minggu berlalu setelah hari kelahiran Aufa Putera Atmaja, putera pertama Syifa juga Fardhan..
Selama tiga pekan pula Aufa harus berpisah dengan orang tua mereka yang sudah di perbolehkan kembali kerumah..
Setiap hari, Fardhan akan menyempatkan diri ke Rumah sakit untuk memberikan stock ASI untuk anaknya, dan sore hari akan kembali pula memberikan stok asi yang telah Supirnya ambil dari rumah...
Tidak hanya mengantarkan ASI untuk anaknya, melainkan juga menjenguk dan melihat perkembangan anaknya yang setiap hari selalu meraih perkembangan dengan baik...
Syifa tentu setiap malam menangis sedih, bayi yang ia lahirkan belum dapat kembali kerumah berkumpul bersama mereka...
Fardhanlah yang bertugas menjadi penyemangat sang isteri memberikan suport dan beberapa motivasi agar isterinya harus tetap kuat demi buah hati mereka..
Namun semua buah kesabaran mereka terbayarkan pada hari ini, tepat tiga pekan duaTiga hari baby Aufa berada dirumah sakit dan hari ini sudah di perbolehkan kembali kerumah..
rasa bahagia tentu menyelimuti pasangan muda tersebut.. begitu juga Tiara dan Barry yang akan berkumpul di kediaman Atmaja seraya menyambut kedatangan Aufa...
"Sabar sayang....." teriak Barry dari dalam kamar mandi
"lagian kamu mas, udah tau mau ke rumah mama, pake minta jatah" kata Tiara kesal
"Udah kepengen susah di tahan" teriak Barry kegirangan dari dalam.kamar mandi..
"Dasar laki-laki" kata Tiara sambil merapihkan rambutnya yang baru saja ia keringkan..
***
Setelah tiga puluh menit menanti suaminya merekapun akhirnya siap untuk segera pergi menuju kediaman utama Atmaja dimana saat ini Syifa dan Fardhan tinggal..
Saat mereka tiba, Fardhan dan Syifa serta ibu Erna belum tiba dari rumah sakit...
"Mama pergi dari jam berapa dek?" Tanya Barry pada Risa
"Gatau kak, Risa tadi masih tidur.. kalo Reza ga Dateng mungkin Risa belum bangun" kata Risa jujur sambil tertawa kecil
"Astagfirullahaladzim... Reza, Lo pikir-pikir lagi deh mau nikahin gadis males ini" kata Barry pada Reza yang tengah terkekh itu
"gak usah di pikir-pikir bar, kan gue mah nyari isteri bukan nyari orang rajin, rajin enggak nya nyusul lah" kata Reza menggombal membuat Barry memutar bola matanya jengkel
__ADS_1
"tau si kakak, kan Weeknd doang bisa bangun siang.. sah-sah aja kan" kata Risa membela diri
"Udah Risa jangan di dengerin, kalo weekend habis subuh juga kakak kamu tidur lagi" kata Tiara membela Risa secara tak langsung
"Aku kan laki-laki sayang, Risa kan perempuan, mana ada perempuan bangun siang" kata Barry tak mau kalah
"Ssstt diem, Al tidur ni" kata Tiara membuat Barry menutup mulutnya karena Al tengah tertidur di pangkuan isterinya
Risa dan Reza hanya menertawakan Barry yang lantas menjadi diam membisu jika itu berkaitan dengan ketenangan anaknya..
"Tuan, Nyonya.. di depan ada den Kevin sama den Roy... mereka sama isterinya" kata Bibi membuat mereka semua menoleh ke arah bibi
"Suruh masuk aja bii" kata Barry
"kak, Al tidurin di kamar Risa aja yuk" kata Risa karena tau akan ada keributan jika Genk Gesrek kumpul bersama membuat Tiara juga menyetujui perkataan Risa...
"Mbak tolong bawain tas nya ya" kata Tiara pada pengasuh Al
"Iya Buu"
**
"Id kamar nidurin Al, bentar lagi juga gabung" kata Barry di angguki oleh Alice
suara khas mobil yang tentu adalah mobil Fardhan membuat semua penghuni rumah berhamburan keluar menyambut kedatangan baby Aufa... begitu juga Tiara yang baru saja keluar kamar bersama Risa langsung menuju ke teras rumah tersebut...
"Wellcome home baby" kata Risa menraih posisi paling depan
"Cuci tangan dulu Ris" titah Fardhan mulai posesif
"Bersih kaaa" kata Risa memperlihatkan telapak tangannya
"Tetep aja, sana sana" kata Fardhan posesif pada bayinya
"ih gitu deh" kata Risa manja membuat semua terkekeh
"Sudah-sudah ayo di dalam aja, panas di luar" titah ibuberna pada semuanya
Di dalam rumah...
__ADS_1
"Ih gemes yaa" celetuk Alice
"ganteng ya lice mirip gue" kata Fardhan bangga
"Kalo mirip gue entar elo struk mendadak" celetuk Roy membuat Syifa menatapnya sinis
"Sembarangan, Aku selalu amit-amit kalo udah ketemu ma Roy" kata Syifa membuat Roy habis di tertawakan
"buruk banget gue kayaknya" kata Roy menggaruk kepalanya
"Sarah, kapan mau di nikahin.. jangan mau di gantung terus" kata Tiara membuat Sarah bingung
"loh kita mau nikah awal bulan" kata Sarah jujur membuat Roy menepuk keningnya sedikit kencang
"kenapa kamu ngomong siii, diem diem aja harusnya" Kata Roy pelan namun masih bisa di dengar
"ohh jadi mau di umpetin ni8" kata Barry
"amau ngikutin gue nii" kata Kevin
"lu mau umpetin kaya apa, lu tetep kena giliran Roy" kata Fardhan membuat semuanya tertawa
"bukan gitu bukan... maksud gue mau ngasih taunya tuh nanti gitu sambil ngopi..." kata Roy beralasan
"Alibi aja Lo Roy... " kata Kevin kesal
"Kita keluarin dia daringrup, kita rancang rencana apa yang bagus dan cocok buat Roy" kata Kevin dengan penuh semangat..
"Hey gue kok merinding yaa" kata Roy mengundang gelak tawa sahabat-sahabatnya ...
Matilah aku.. mau nikah aja ada ritualnya segala ...
Batin Roy sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal..
*****
like
komen dan
__ADS_1
vote yah...