Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Flash Back


__ADS_3

Sepulang Bekerja,


Tiara sibuk di dapur menyiapkan makan malam bersama Bi Atun yang menemani Tiara dikala kedua orang tuanya tidak berada di rumah...


Bi Atun memang selalu pulang pergi untuk bekerja dirumah Tiara, mengingat Bi Atun harus merawat Ibunya yang dulu bekerja bersama orang tua Tiara, namun Kini Embok Sirah sudah cukup tua dan sering sakit-sakitan... Bi Atun juga memiliki dua orang anak yang sudah SMP dan SMA...


Bi Atun bekerja meneruskan Ibunya yang dulu bekerja bersama Orang Tua Tiara saat baru pindah ke rumah tersebut.. sekitar 17 tahun Mereka menempati rumah tersebut..


Mereka Merantau ke Jakarta dari kampung karena faktor Ekonomi.. Bersyukur mereka kini memiliki tenpat tinggal milik sendiri, meski tidak besar tapi itu sudah cukup untuk mereka... Tentu saja mereka dapat rumah tersebut di bantu oleh orang Tua Tiara.. meski tidak bergelimang Harta seperti khalayak orang banyak, namun Orang Tua tiara nemiliki pemasukan yang lebih dari cukup untuk hidup...


****


"Non, nanti Bibi pulang sebentar yaa, beliin makan malam buat Embok " Kata Bi Atun


"ini di bawa aja, kan kita masak banyaj Bi..." kata Tiara sambil menumis sebuah masakan


"katanya buat temen Non Tiara" kata Bi Atun


"Temenku cuma satu, masa kita makan sebanyak ini" kata Tiara terkekeh


"eh kirain Bibi banyak non" kata Bi Atun terkekeh


"engga satu, dan Itu laki-laki jadi aku kayaknya ga izinin Bi Atun pulang, Bisa ga Anak Bibi kesini ambil makanan, Naik ojeg gapapa biar aku ganti ongkosnya" kata Tiara yang memang memiliki aturan dari orang Tua nya tidak bisa berduaan dirumah dengan yang bukan Muhrim nya..


"eh iya bisa non bisa, Ada motor kok non dirumah, suami saya lagi pulang" kata Bi Atun


"wah saya jadi ga enak, Bibi malah nginep disini sementara ada Suami bibi" kata Tiara sambil sibuk ke sana kesini


"gapapa Non, tadi bibi juga udah pulang sebentar buat nemuin dan izin" kata bi Atun


"Nah.. besok bibi bisa Pulang pas aku kerja, balik lagi sore pas aku pulang kerja... Aku liat rumah sangat bersih dan rapih, pakaian juga cuma punya aku, jadi bisa bibi rapel pas sore atau besoknya" kata Tiara Tersenyum memberi solusi


"hmmmm....Baik non, makasih yaa"


********


Masih menggunakan Pakaian Kantornya dnegan di lapisi Apron masak, dengan lihai Tiara menyiapkan beberapa menu masakan yang ia masak dengan racikan bumbu sendiri...

__ADS_1


Barry datang dan di sambuf oleh Bi Atun, mata Bi Atun berbinar-binar melihat Pria Tampan datang bertamu yang tak Lain adalah kekasih majikannya..


wahh gak kalah ganteng dari Mas Adam.. anaknya kaya apanyaa kalo bibit nya koyo ngene (kaya gini)....


"Silakan masuk mas, Non Tiaranya lagi masak, sudah hampir selesai sih"nkata Bi Atun


"makasih"


"mau minum apa mas? biar Bibi siapkan" Tanya bi Atun


"Air putih aja Bi" kata Barry sambil tersenyum


"Baik permisi yaa"


Tak lama berselang, Tiara datang membawa nampan berisi air putih dengan satu toples cookies...


"Maaf aku abis masak" kata Tiara yang masih menggunakan Apron masak melapisi baju kerjanya


"uhh calon isteri idaman" kata Barry sambil mencubit pipi Tiara yang tengah membungkuk meletakkan isi nampan di meja..


pipi Tiara memerah seketika, Malu sekaligus bahagia tentunya...


"nanti dulu yaa, aku tadi di kantor ngopi sama Klien jadi masih agak kenyang" Kata Barry jujur


"Tapi kalo kamu laper aku temenin" sambung Barry


"enggak kok aku biasa makan malam jam 7.00 ini baru Jam 5.30" Kata Tiara melihat jam dinding di atas pintu utama


"yaudah kita ngobrol Aja dulu yaa" pinta Barry


"huh aku mau mandi tau" Kata Tiara sambil mengends dirinya


"Kamu tetep cantik dan wanggi sayang, tenang aja" kata Barry terkekh


"Yaudah mau ngobrolin apa?" tanya Tiara menantang


"hemm kalo boleh ceritain percintaan kamu dong, aku penasaran deh tapi itu juga kalo kamu kuat, Kalo engga kuat gak usah yaa, kita bahas yang lain aja"

__ADS_1


Tiara hening Sejenak ..


"Aku akn cerita kok, aku rasa kamu perlu banyak tau tentang aku" kata Tiara tersenyum


"Baik aku dengerin... " kata Barry memasang posisi badan paling nyaman, yaa bagaimana lagi kalo bukan menghadap tiara..


"Jadi, hmm hampir bener si ucapan Syifa kemarin, banyak cowok yang deketin dari SMP, SMA, KULAIH dan Sampe Sekarang...


Tapi semua hampir gak pernah aku gubris.. kenapa? karena ayah gak suka aku pacaran, menurut Ayah.... Ayah itu ga setiap kali kontrol aku karena Ayah harus terbang, jadi Ayah hanya bisa melarang aku untuk tidak berpacaran... hemm aku si nyaman sama larangan Ayah, soalnya aku liat temen-temen aku semua suka galau, suka ribut dan banyak hal lah yang terjadi waktu sekolah... Sampe pada Akhirnya.. Aku, Ayah dn Ibu mau liburan kan pas aku lulus SMA, aku ke Bali janjian sama Ayah di Bandara Soeta, Nah ayah itu lagi sama kak Adam.. seiringnya berjalan waktu kak Adam jujur ke Ayah naksir aku, terus Ayah kasih nomer aku ke Kak Adam.. pas aku awal Kuliah kita komitmen pacaran untuk menikah, selama pacaran kita sangat sehat, no kissing lips, no sex..... hemm kita juga jarang ketemu, dua sampai tiga bulan sekali... satu setengah tahun pacaran dia di angkat jadi pilot jadi udah ga partneran lagi sama Ayah, terus enam bulan kemudian kita bangun Caffe, hemm dia sometime mau punya usaha yang cukup besar dan menjanjikan supaya dia bisa pensiun dini jadi Pilot biar bisa terus sama aku dan anak-anaknya kelak... hiks hiks"


"jangan di lanjutlan sayang, aku tau itu berat"


"gapap kok....hemm enam bulan proses persiapan cafe, semua aku yang handle...Nahhh di Caffe itu aku di lamar sama Kak Adam... dia memang Pria gentle, dia minta izin ke ayah untuk deketin aku dari awal dan yang buat aku mau sama dia adalah restu ayah... kak Adam juga sangat sabar, lembut dan gak pernah buat aku cemburu, entah kenapa... dia mampu jaga perasaan aku, meski kita jauh, kita LDR... setelah 4 tahun kita pacaran, dia mau kita Menikah, meski kelulusanku saat itu tinggal 3bulanan lagi... dia gak mempermasalahkan... orang tua ku juga setuju... sampai di hari pernikahan, tentu kita bahagia, sangat bahagia... satu hari setelah menikah, pagi-pagi sekali kak adam Pamit, dia terburu-buru ke apartemen temennya mangambil kunci Rumah yang sebelumnya di handle temennya untuk di masukan prabotan rumah, saat itu temennya juga buru-buru kebandara karena harus fly.. adam juga jadi terburu-buru sampai akhrnya kecelakaan itu terjadi... dan Adam meninggal di tempat"


"Sudah ya segitu saja" kata Tiara yang sudah tidak menitihkan air mata


"Sayang, Are you okey?" tanya Barry menatap tiara


"I'm oke Barr, aku harus Ikhlas, sudah sangat lama bukan aku menyiksa kepergiannya?ini memang yang terbaik kan buat dia? dan buat aku.." kata Tiara tersenyum lebar


"boleh aku tanya?"Tanya Barry di jawab Anggukan


"apa rasa cinta untukku sudah hadir? meski itu gak sebesar rasa kamu ke Adam" Tanya Barry


"hemm aku sudah mencintai mu barry, bahkan aku sudah di buat cemburu oleh sekertarismu..." kata Tiara terkekeh


"hemm makasih yaa Sayang, aku akan berusaha jadi yang terbaik" Kata Barry


"iya... aku mandi duku yaa, mau sholat sudah magrib habis itu kita makan" kata Tiara


"aku?"


"kamu kalo mau mandi boleh, mau sholat juga silakan" Kata Tiara menawarkan


"gak bawa baju, Sholat aja, tunjukin tempatnya" Kata Barry lalu mendapat anggukan oleh Tiara...


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2