
Seorang wanita paruh baya dan gadis cantik berjalan setengah berlari di koridor rumah sakit...
Syifa dan Ibu Sulis...
Syifa menahan rasa sakit kakinya yang masih sangat nyeri juga kaku...
Rasa sakit yang Syifa rasakan seolah tak sebanding dengan rasa khwatirnya terhadap sahabatnya Tiara...
"Dimana anak saya" Kata Ibu Sulis memecahkan suasana hening di depan ruang emergency
"Tante..." Sapa Barry
"Tante maafin Barry, Barry terpaksa tanda tangan surat melakukan tindakan oprasi, Ada pendarahan efek kecelakaan ini, Barry harus cepat dan tak punya pilihan lain" ucap Barry lirih sambil bersipuh tertunduk
"Terimakasih kamu sudah melakukan yang terbaik,,, Tiara dimana" tanya ibu Sulis
"Masih di dalam dokter sedang mempersiapkan Segalanya" Ucap Barry
"Astaga.. Barry kenapa ini bisa terjadi dengan Tiara.. kenapa bisa sampai seperti ini hiks hiks" Ucap Ibu Sulis menuntut penjelasan
"Ibu tenang" Ucap Syifa sambil mengusap bahu Ibu Erna
"Ini salah saya" Ucap Ibu Erna tiba-tiba masih dengan pakaian yang penuh noda darah
Ibu Sulis melihat penampilan Ibu Erna sangat kacau kala itu
"Saya Mama nya Barry, Tiara menyelamatkan saya tadi saat saya mau tertabrak... Maaf kan saya, saya rela di hukum seberat-beratnya" Ucap Ibu Erna sambil bersimpuh di kaki Ibu Sulis
Dengan tatapan kosong dan hati yang sangat sakit Ibu Erna ikut menjongkok....
"Anak saya spesial, Saya yakin dia akan baik-baik saja..." Kata Ibu Sulis kemudian memeluk Ibu Erna dengan posisi saling berjongkok berhadapan...
Semua orang ikut hanyut dalam kesedihan mendalam..
Yaa Tuhan, wanita ini memelukku.. bagaimana jadinya jika ia tau aku melarang anaknya dekat denganku.. betapa egoisnya diri ini Tuhan..
Maafkan aku, Tiaraa Maafkan mama nakk...
*******
Lima Jam Berlalu...
Di depan Ruang Operasi semua berkumpul, semua sibuk dengan pikiran masing-masing...
Barry duduk persis di depan pintu ruang operasi tersebut, pikirannya tak tenang, wajah dan pakaian sudah sangat lusuh..
Ibu Sulis berada di samping Syifa, merbahkan bahunya pada Syifa...
Begitu juga Ibu Erna, ia berada di samping Risa yang sudah datang dari operasi di mulai.. Risa datang dan membawa pakaian ganti untuk Ibu Erna tentunya...
Sementara Fardhan sedikit sibuk dengan ponselnya karena ia sibuk berkomunikasi dengan pihak kepolisian...
"Mama, Risa beli makan dulu yaa... kalian belum pada makan.. jangan sampe sakit. kita harus kuat buat Tiara" Ucap Risa pada kedua wanita paruh baya, Ibu Erna hanya mengangguk mengerti..
"Aku temenin Ris.." celetuk Syifa
__ADS_1
"bu Syifa nemenin Risa ya" kata Syofa ada Ibu Sulis, lalu di jawab dengan anggukan..
Fardhan menatap dua wanita yang hendak pergi dari tempat itu...
"kak mau makan apa?" tanya Risa yang melihat fardhan menatapnya
"Apa aja" jawab Fardhan singkat
Risa mengangguk lalu berjalan...
"Tunggu" kata Fardhan sedikit berlari mendekati mereka yang sudah dekat dengan Lift...
Risa dan Syifa pun berhenti dan menoleh ke arah Fardhan....
"Udah malem, di luar juga abis hujan.. pake ni" ucap Fardhan memberikan jaketnya pada Syifa yang hanya menggunakan kaos putih berlengan pendek membentuk lekuk tubuhnya, di adukan dengan celana Biru 7/8
"eh...hemm iya makasih pak" ucap Syifa
"kaki kamu gimana?" Tanya Fardhan
"Better lah, gak mau di rasa-rasa juga biar gak kaku" ucao Syifa sambil memakai jaket fardhan yang kebesaran di tubuh syifa
Fardhan dan Risa terkekeh melihat Syifa
"kaya ondel-onel ya? ah malu" ucap syifa berusaha melepas lagi jaket itu
"udah gapapa, gak pake jaket juga udsh kaya ondel-ondel" Ledek Fardhan
"Ih ngeselin" ucap Syifa kesal
"dihh songong, enak aja setahun.. se abad!!" kata Fardhan kemudian menerima jaket itu kembali dari tangan Syifa
Syifa terkekh melihat wajah Fardhan yang nampak kesal...
Lalu tangan Syifa di tarik oleh Risa untuk masuk ke dalam Lift....
****
Tiga Puluh menit berlalu...
Pintu ruang operasi telah dibuka, Barry berdiri paling depan menyambut siapapun yang keluar lebih dulu, Dokter kah? atau perawat sekalipun pasti akan di introgasi oleh Barry...
Ibu Erna dan Ibu Sulis juga ikut berdiri, di ikuti oleh Fardhan...
"Keluarga Pasien Tiara?" Tanya seorang perempuan memakai pakaian Khas operasi
"Saya dok" Kata Barry spontan
"Bisa ikut saya kedalam, boleh dua orang" Ucap petugas kesehatan itu
"Ibu ikut nak" ucap Ibu Sulis..
"Iya bu, Marii" Ucap Barry ramah kemudian masuk kedalam Ruang operasi yang terdapat beberapa pintu dan ruang di dalamnya
Disebuah ruangan ada seorang dokter yang telah menunggu keluarga Tiara, masih menggunakan pakaian operasi sambil mencatat sesuatu..
__ADS_1
"Silakan duduk" Ucap dokter laki-laki paruh baya
Ibu Sulis dan Barry duduk dengan wajah tegang...
"ini dengan calon suami dan?" ucap Dokter tertahan
"Saya ibunya dok" kata Ibu Erna
"oke baik, ada dua info yang bisa saya berikan, baik dan Buruk.. mau yang mana dulu?" ucap dokter
"baik dok" kata Ibu Sulis.. Barry hanya terdiam...
Dokter tersenyum..
"pendarahan tidak parah bu, Si Cantik telah berjuang, operasi berjalan lancar..."
"lalu, buruknya?" Tanya Barry
Dokter menghela nafasnya
"pasien koma" ucap Dokter singkat
Barry dan Ibu Sulis melemas seketika...
ibu sulis menangis
"Dokter bilang semua berjalan dengan baik, lalu kenapa anak saya bisa koma dok? dokter mempermainkan saya?" Ucap Ibu sulis dalam isak tangis yang emosional
Barry merasa sebagaian jiwanya hilang..
"operasi telah selesai satu stgah jam yang lalu, dan telah kita lakukan observasi sambil saya melakukan tindakan terhadap pasien lain harusnya Tiara menunjukan tanda-tanda kesadarannya, dan setengah jam yang lalu Tiara Drop sampai kami team dokter menyatakan Pasien koma"
"Dokter ini gak lama kan? dia pasti sembuh kan dok" Ucap Barry menuntut
"entah, saya tidak bisa memastikan.. Pasien mengalami koma karena Traumatik kecelakaan yang ia alami, karena menurut pemeriksaan kami semua masih di ambang normal... Jadi terus semangati pasien, bawa dia kembali, hanya kalian yang mampu membantu pasien...."
Barry memeluk erat Ibu Sulis
"Maaafin Barry Bu..." Ucap Barry lirih
"Bantu ibu nak" ucap Ibu Sulis..
Dokter merasakan haru dalam situasi tersebut...
"kalo begitu saya permisi, satu jam lagi Tiara akan sayan pindahkan ke ruangan khusus, Hanya boleh dua orang yang menjaga, jika mau menjenguk bisa bergantian ya bu, mas... buat dia senang dengan cerita membahagiakan" Ucap Dokter sambil tersenyum..
"TERIMAKASIH DOK" ucap Ibu Sulis dan Barry bersamaan...
*****
Nah kan Tiara koma... hadehh Author ini cem mana sii yakk hemmmm...
Maaf yaa sore Up nya, aku libur tapi ngurus sekolah... hehhe
dukung aku terus yaa bebs....
__ADS_1