Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Sakit, tapi Gak Berdarah


__ADS_3

Risa tengah berada di ruang konseling yang cukup besar juga nyaman, banyak terdapat buku-buku psikologi kejiwaan l, banyak terdapat mainan sampai beberapa alat medis yang biasa ia gunakan...


Risa terus memandangi jam di tangannya seolah ia tak sabar menanti jam makan siang..


meski jam prakteknya hanya sampai pukul 10 pagi dan akan di lanjutkan pukul 2 siang hingga 4 sore, namun terkadang konseling tiap orang berbeda, untungnya hari ini hanya ada 3 pasien...


"Dewi Fortuna berpihak padaku.." Katanya pelan karena telah menyelesaikan tugasnya...


Risa mengecek ponselnya memandangi notifikasi berharap Reza menghubunginya..


Tak lama berselang pintu ruangan Risa terketuk, membuatnya sedikit terkejut..


Risa membukanya ...


"dokk" kata seorang suster


"Ada yang menunggu dokter katanya di lobby"


Risa mengerutkan keningnya memastikan lagi jam di tangannya...


baru jam sepuluh tiga puluh, apa mungkin Reza datang lebih dulu- Batin Risa


"Siapa sust?"


"Duh saya lupa nanya dok, tapi resepsionis bilang si seorang pria... " kata suster tersebut


"ohh oke aku turun sbeentar lagi" kata Risa dengan senyum manisnya


***


Risa menuruni lift menuju lobby di lantai dasar..


Risa berjalan dengan penuh kebahagiaan, ia yakin itu Reza..


Reza? Pakai jas? -Batin nya melihat seorang pria duduk di sofa lobby...

__ADS_1


Risa mendekat membuat seorang pria itu mendongakkan kepalanya yang semula tertunduk memainkan ponsel...


"Haiii" Sapa nya Ramah...


"Kak Kev... " kata Risa Syok, membuat tubuhnya seolah drop dari kekuatan..


"Sudah selesai kan? Aku ingin bicara sesuatu, boleh?" tanya Kevin dengan sangat hati-hati


"Tapi aku udah ada janji lunch sama temen kak" kata Risa yang merasa tak mungkin menanggalkan janjinya pada Reza


"hanya ngobrol, di mobil juga boleh" pinta Kevin sedikit memaksa


"oke, di halaman depan mau?" kata Risa


"boleh... " kata Kevin berdiri


***


Di Taman depan rumah sakit yang begitu asri..


"harusnya ke cafe aja Ris, kita bisa sambil ngopi" kata Kevin mendudukan dirinya di samping Risa di sebuah kursi besi


"gapap lah sehat" kata Kevin terkekeh


"Sehat engga gendut iya.. bantet deh jadinya" kata Wanita dengan tinggi badan 158cm itu


"Tapi tetep cantik" timpal Kevin


"wah ketularan kak Roy yaa" hardik Risa menujuk Kevin dengan telunjuknya sambil terkekeh..


"Jadi? mau obrolin soal? " Sambung Risa menoleh ke arah Kevin di sampingnya..


Kevin mendadak merubah raut wajahnya menjadi serius, Kevin meraih jemari Risa dan merubah posisi duduknya jadi menyerong..


"Risa , Aku mau hubungan kita di perjelas.. aku sudah cukup dewasa Ris.. Aku mau menikahimu" kata Kevin dengan serius, jantung Risa seolah ingin copot dari pangkalnya, matanya membulat, kakinya seakan tidak lagi menapaki tanah kala itu...

__ADS_1


"Mungkin Risa kaget ya? tapi aku serius Ris" lanjut Kevin..


Risa menitihkan air matanya, dadanya sesak mendengar ucapan Kevin, entah apa yang membuat ia menangis yang jelas Risa sangat merasakan sakit atas ucapan Kevin kala itu...


Kevin merasa sedikit aneh karena air mata mengalir di pipi Risa, dengan perasaan anehnya itu kevin memeluk Risa erat..


Risa pun tak berkutik kala itu...


Aku harus apa yaa Allah.. selama ini aku berusah menyukai mu kak, tapi sulit kamu tetep Kaka aku...


Risa terisak dalam pelukan Kevin...


ia tidak boleh larut dalam perasaan yang salah ini...


Risa meregangkan tubuhnya dari pelukan Kevin...


Risa menghapus air matanya..


"Kaaakkk, boleh Risa jujur?" kata Risa membuat raut wajah Kevin berubah datar, debar jantungnya seolah berpacu cepat tak beraturan


"katakan Ris, meski itu menyakitkan..." jawab Kevin dengan yakin..


"kak Kevv, kita kenal udah lama.. kak Kev adalah bagian dari kak Barry sebagai sahabat, begitu juga dengan Risa, Risa selalu menjadikan kak Kev dan kak Roy sebagai pelindung Risa.. Kaaakk... Risa udah sangat berusaha untuk mencintai Kaka tapi gak bisa kak, hiks hiks hiks... ini memang menyakiti kakak, tapi ini juga buat Risa sakit kak, Risa udah mengecewakan kakak... Maafkan Risa hiks hiks hiks" Risa merasa sangat bersalah ia menangis sesegukan, tak perduli bagaimana penampilannya usai menangis, namun ia harus menjelaskan kesalah faham perasaan keduanya


"Gapapa... aku bersyukur kamu mau jujur sebelum semua berjalan terlalu jauh... Dari awal kita juga udah sepakat untuk mencoba dan menyikapi ending ini dengan kedewasaan... aku juga makasih kamu udah mau jujur secepat ini, setidaknya aku bisa melupakan kamu pelan-pelan dan membuka hati untuk yang lain Ris .. " kata Kevin...


"Makasih kak... maaf sekali lagi, mungkin kita tak berjodoh.." kata Risa kemudian memeluk Kevin yang ia anggap sebagai kakaknya...


pelukan ini sungguh nyaman, namun membawa luka...


Sakit.. tapi gak berdarah!!!


Batin Kevin memeluk Risa erat, mungkin ini yang terakhir kalinya...


******

__ADS_1


Kasian Kevin guys wkwkw


sedih akutuuuuuu huhuhuuu


__ADS_2