
"Jauhi aku barr, aku tak pantas untukmu,, aku hanyalah seorang JANDA..... hiks hiks hiks" kata Tiara dengan nada bergetar
Barry bagai tak percaya mendengar ucapan Tiara yang sangat serius itu, ia menatap Tiara penuh kesedihan, di Luar Mobil hujan turun sangat deraas membuat suasana Hati semakin hanyut dalam kesedihan...
"Barry, Adam adalah suami sah ku, umur pernikahan kami hanya selama satu hari, lalu Adam pergi kembali bersama Tuhan....hiks hiks hiks"
Bary terdiam lalu memeluk Tiara dalam posisi duduk berdampingan itu...
"boleh aku mengantikan sosok adam yang berada di samping mu? Meskipun hatimu masih sepenuhnya untuk adam..." kata Barry sambil berpelukkan
"Barry, kalo aku berkata jujur apa kamu percaya?" kata Tiara lalu melepas pelukkan itu
Barry mengangguk sambil mengusap air mata Tiara...
"entah sejak kapan, aku merasa debar jantungku terpacu sangat cepat saat kamu berada dekat dengan aku, dan itu sama seperti saat aku bersama Adam... Satu lagi, aku sakit sakit sekali saat kamu duduk bersaama berhadapan dengan Amel di restoran malam itu, di tambah sikap acuh mu" Tutur Tiara yang berlinang air mata
Barry tersenyum senang mendengar nya..
"TAPI.... Aku malu dengan statusku, aku tak pantas untuk bersanding bersama mu Barry, hinaan orang dengan statusku sangat melekat, bahkan aku sudah lama tidak berosialisasi karena statusku.... Cemooh orang yang memandang status ku yang seolah hina ini membuat hatiku sangat kuat hingga saat ini, seolah merasa KEBAL dengan perkataan mereka"
kata Tiara sambil terisak
"kalo begitu aku akan Melamarmu, aku ingin menghapus statusmu, aku ingin menjadi selimut pelindungmu, aku ingin menjadi orang yang selalu di samping mu" kata Barry mengenggam tangan Tiara...
Tiara menatap Barry sangat Tajam...
"Barry tarik ucapanmu... Aku Janda!! Dan aku anak dari kalangan biasa!!! Lihat dirimu, tengok keluarga terpandangmu, apa kamu ga kasihan jika mereka juga mendapat cibiran dari orang di luar sana, ini menyakitkan untuk mereka... ini terlalu pedih, aku ga mungkin membuat hati kalian juga ikut sakit!"
kata Tiaara sambil terisak
"aku gak akan menarik ucapanku Tiara, aku benar-benar mencintaimu, bahkan atas ceritamu malam ini aku jadi semakin ingin selalu melindungi mu, di dekatmu... "
"Barry pikirkan lagi" kata Tiara tertunduk
"aku sudah pikirkan bahwa cinta aku gak akan merubah segala yang terjadi, Janda bukan status hina, terlebih kamu menjadi Janda Karena suratan Takdir dari Allah...." Kata Barry mengengam tangan Tiara erat
__ADS_1
"Barry hiks hiks hiks" Tiara memeluk Barry sangat erat...
"apa Kamu sengaja menutupi status mu itu? Aku boleh tau alasannya?" Kata Barry penasaran
dengan perlahan Tiara melepas pelukan itu...
"aku tidak terlalu menutupi statusku, hanya saja aku malas bercerita, dan sebenarnya aku juga menghindari laki-laki agar tidak semena-mena dengan statusku ini, karena kebanyakan lelaki selalu menganggap Janda itu selalu haus akan belaian laki-laki! Padahal itu salah!" kata Tiara sambil mengusap air matanya
"Gadis pintar! Pantas Adam begitu mencintaimu" kata Barry tersenyum
"Adam adalah cinta paertama ku barry" kata Tiara dengan tersipu malu
"jika Adam cinta pertama mu, maka jadikan aku cinta terakhirmu Tiara" kata Barry seketika membuat pipi Tiara memerah..
"aku mau kita jalani saja semua, aku masih takut dengan statusku di mata keluargamu Barry" kata Tiara cemas
"apa Risa tau tentang ini?" kata Barry
Tiara mengangguk
"kenapa dia tak pernah menceritakannya padaku?"
"cantiknya kalo tersenyum..." ledek Barry
Bluss pipi Tiara memerah, wajahnya kembali menampakan senyumnya
"Aku akan bicara dengan mama, selanjutnya aku akan melamarmu dalam waktu dekat" kata Barry
Blushhhhhhhhhh pipinya tiara kembali memerah, jantungnya kembali debebar kencang...
"aku tak ingin banyak berharap barr, kita jalani saja apa adanya.. yang terpenting kita sama-sama tau tentang perasaan kita " kata Tiara tersenyum pada Barry
Barry pun mengangguk,, lalu mencium pungung tangan Tiara...
"Barr, boleh aku minta sesuatu?" kata Tiara
__ADS_1
"apapun hubungan kita saat ini, aku mau di kantor anggap aku karyawanmu sama seperti yang lain, aku gak mau ada gosip murahan" Kata Tiara
"ahh gak bisa!! aku ga setuju" kata Barry kesal
"Barry ayolahh, aku belum siap.. aku gamau jadi cemooh orang, selama beberapa bulan ini aku berusaha loh menghidar dari para lelaki di kantor, apa kabarnua kalo tiba-tiba mereka tau kita dekat" kata Tiara
"kita Pacaran sayang bukan dekat lagi" kata barry menegaskan..
Tiarapun tersipu malu mendengarnya..
"Baiklah sayang, hubungan ini kita rahasiakan sementara yaaa,, tapi inget aku gak suka loh kamu deket sama pria lain.."
"tenang bos, jaga jarak aman" kata Tiara terkekeh...
"ayo jalan... mau sampe kapan disini" kata Tiara di tengah canda tawa nya...
kendaraan Barry telah sampai di depan Gerbang kediaman Tiara..
"kamu Hati-hati ya barr" kata Tiara sambil melepas sefttybelt nya
"iyaa.. nanti aku telfon yaa, aku ga mampir salam aja untuk ayah ibu dan Reza.."
"iyaaa gak masalah...nanti aku sampein ke mereka" kata Tiara sambil tersenyum
"makasih sayang sudah mau berkomitmen menjalin hubungan ini" kata Barry tersenyum
"terimaksih juga sudah menerima statusku ini"
"aku ga perduli dengan itu, Aku mencintaimu Tiara.. " kata Barry menhecup puntung tangan Tiara
"hmm aku juga, yaudah yaa aku masuk.. kamu hati-hati" kata Tiara sedikit Dingin..
maaf Barry aku gak mau terlalu terlena dengan komitmen yang kita sepakati ini, aku takut sakit nantinya.. aku gak siap.. Batin Tiara
Barry sedikit sedih mwndengar ucapan Tiara, laku ia memutuskan untuk kembali kerumah nya, lalu mereka melanjutkannya banyak perbincanganVia hubungan telefon sampai dini hari.......
__ADS_1
****
**