Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Menjenguk Syifa


__ADS_3

Kediaman Atmaja


Fardhan terlihat sibuk dengan ponselnya padahal kini dirinya berada di meja makan bersama Risa...


"makan dulu kak baru maen hape" Kata Risa kesal


"kaka lagi nyari Barry, siang ini ada pertemuan buat tander baru, bisa kacau kalo dia gak ada" kata Barry


"emang dia kemana si kak?"


tanya Risa sambil mengunyah makanannya


"mana abang tau, ke laut kali" Kata Fardhan kesal


"lagi PMS kak? sewot aje!" kata Risa yang juga jadi kesal dengan sikap Fardhan kala itu....


Mereka akhirnya melanjutkan sarapan...


Sampai Akhirnya Ibu Erna datang menghampiri meja makan..


"Kemana Barry semalaman gak pulang?" Tanya Ibu Erna entah di tuju kepada siapa


Risa dan Fardhan saling menatap


"hemm mungkin tidur di apartemen mah" kata Fardhan dengan sedikit hati-hati


"Apa segitunya dia gak mau ketemu mama?" tanya Ibu Erna dengan ketus


"mama udah lah, mungkin kaka mau tenangin diri dulu.. mama makan ya sekarang" Kata Risa mencoba mengalihkan pembicaraan


Ibu Erna hanya terdiam, Risa dan Fardhan jadi salah tingkah karena keberadaan Ibu Erna yang hati juga pikirannya masih kacau...


******


Perjalanan menuju Jakarta...


"aku ada meeting penting jam 1 siang, kamu mau ikut atau aku drop pulang?" Tanya Barry


"hemm ke cafe aja, aku mau cek cafe" ucap Tiara


"Yaudah nanti selesai meeting aku ke cafe lagi" Kata Barry lalu di angguki oleh Tiara..


Dalam perjalanan mereka banyak berbincang tentang banyak hal.. Barry semakin mendalami karakter Tiara yang memang tidak neko-neko..


Banyak wanita hidup di zaman milenial yang lebih mementingkan gaya hidup bukan?


Namun berbeda dengan Tiara...


"aku boleh ngomong sesuatu?" Tanya Tiara menatap Barry


"boleh, Apa?" tanya Barry serius


"Soal rumah peninggalan kak Adam..." Kata Tiara, lalu Barry mengerutkan dahinya


"Aku mau sewain rumah itu... uangnya mau aku pake buat Anak yatim, panti asuhan dan banyak hal yang bermanfaat.. Pasti ka Adam seneng" Ucap Tiara tersenyum membayangkan wajah bahagia Adam


"Aku bantu hubungi pihak Property yaa, dengan begitu kan kita juga ga terlalu membuang waktu... nanti paling kita cuma kasih harga, setelahnya urusan dia" Kata Barry menjelaskan apa yang dia ketahui


"oke.. aku akan bicarakan ini sama orang tua Kak Adam, udah lama aku ga ketemu mereka" ucap Tiara


"Nanti kita main, sekalian kamu kenalin aku dong" Kata Barry dengan rasa percaya dirinya


"okeee... oh iya di rumah itu banyak figura aku sama kak Adam, harus di rapihin dulu Bar" kata Tiara mengingat banyaknya figura tentangnya juga Adam..


"Iya sayang, nanti aku suruh orang buat rapihin yaaa" ucap Barry tersenyum


cups!


Tiara mengecup pipi Barry dengan cepat.


"Makasih sayangkuuu" kata Tiara tersenyum sambil berusaha menutupi rasa malunya..


"Mulai Agresif yaa mahkota nya aku" kata Barry terkekeh


Tiara memalingkan wajah malunya menatap ke arah jalan sambil senyum-senyum sendiri...


*********

__ADS_1


Di sebuah jalan raya besar...


Fardhan mengendari motor milik Syifa menuju rumah Syifa.. Kemarin sebelum Fardhan pulang usai mengantar Syifa ia meminta kunci motor milik Syifa...


"motor gede doang, Tapi gak Macho, suaranya ke alusan" kata Fardhan menggerutu di jalan yang cukup terik akan sinar matahari meski masih pukul 10.20 Pagi...


Fardhan menghentikan laju motornya di sebuah Toko Buah yang cukup Terkenal di Ibu Kota..


Fardhan mengambil cukup banyak buah yang lazim di konsumsi oleh orang sakit..


"ini mau di Parcel mas?" Kata Seorang Karyawan di toko buah itu sambil sedikit kebingungan karena banyak nya buah


"Iyalah mbak..." kata Fardhan


"baik, ini notanya yaa, silakan ke kasir... dan mas boleh tunggu di sana" Kata karyawan itu sambil menujuk sofa yang telah di huni beberapa pembeli...


Setelah menunggu 30 menit, Fardhan menuju parkiran motor sambil mendorong trolly mini berisi parcel itu,,, namun langkahnya terhenti saat menyadari kalo ia membawa sepdah motor bukan mobil...


Fardhan diam sambil memikirkan bagaimana cara membawanya.. Sekelas motor PCX memang sulit untuk membawa sebuah barang yang di letakan di bagian depan jok, di letakkan di dalam Jok pun tidak mungkin mengingat besarnya parcel itu...


"Kenapa mas?" Tanya seorang tukang parkir


"ini gimana bawanya ya?" Kata Fardhan bingung sendiri


"Oh gampang mas, masukin dus dulu mas, biarin atasnya kebuka, terus kita taro di sini, kita iket" kata Seorang tukang Parkir menujuk jok bagian belakang, dengan pede ia memberi sebuah ide kepada Fardhan


Cukup lama Fardhan berdiam memikirkan baik buruknya.. akhirnya ia pun meminta bantuan tukang parkir tersebut untuk mengikatnya...


Setelah selesai Fardhan memberi selembar uang merah untuk tukang Parkir itu.. senangnya bukan main seorang tukang parkir mendapat selembar uang seratusan...


Fardhan melajukan motor itu menuju rumah Syifa..


gue kok kaya kurir buah yaa kalo di lihat-lihat..


Batin Fardhan saat melihat cerminan dirinya di body mobil saat berhenti di lampu merah...


Sampai di komplek tempat Syifa tinggal, Fardhan merasa di perhatikan oleh beberapa ibu-ibu...


mereka ngiraa gue kurir buah apa tukang rujak ya? - Batin Fardhan merasa banyak yang menatapnya heran


"buah-buaaaahhh"


"Rujak ---- Rujaaakk ------ Buaaah -------- Buuahh"


ucap Fardhan dengan pedenya, membuat siapa yang melihatnya terkekeh di buatnya


"malu sekalian dah gua, untung make helm" Ucap Fardhan merasa geli sendiri pada tingkah lakunya itu...


Fardhan tiba di Kediaman Syifa... Rumah satu lantai namun terlihat sangat luas dengan halaman yang sangat indah di pandang mata...


Fardhan masuk melewati gerbang berwarna putih... memarkirkan motor Syifa lalu mengetuk pintu tanpa membuka lebih dahulu parcel yang masih berada di atas motor..


Fardhan mengetuk pintu cukup lama, seorang Ibu paruh baya berhijab membukakan pintu..


"Asslammualaikum tante..." ucap Fardhan sopan sambil mencium tangan ibu itu


"Waalaikumsalam, nak Fardhan ya? masuk masuk..." kata Ibunda Syifa


"makasih tante..." ucap Fardhan kemudian mengekor


"sini ajah nak keruang keluarga, Syifa lagi nonton Tv tuh" Ajak ibunda Syifa


Syifa ternyata tengah tertidur sambil berbaring di atas sofa..


kala itu Syifa menggunakan celana pendek tak ketat, membuat paha mulus nya terlihat sempurna, begitu juga luka memar yang nampak jelas di paha mulusnya...


Mata Fardhan melihat dengan jelas Paha dengan loreng biru...


"Astagfirullah anak ini, maaf ya nak Dia malah tidur" ucap Ibunda Syifa sambil membangunkan syifa


Syifa di bangunkan dengan ibundanya


"Bundaaaaaa apa siii" Kata Syifa yang masih belum menyadari keberadan Fardhan


"ada tamu, lihat tu" kata Ibunda syifa menujuk ke arah Fardhan, Syifa mendongak kan kepalanya yang masih berbaring di atas bantal sofa...


"Haa?? Pak Fardhan.... eh" kata Syifa kaget lalu dengan cepat ia berusaha duduk

__ADS_1


"Awwww" pekik nya karena merasa nyeri menyerang pahanya


"pelan-pelan dong...." kata Ibunda Syifa sambil membantu Syifa untuk duduk


"Nak Fardhan duduk dulu yaa, Bunda ambil minum dan cemilan" Ucap Ibunda Syifa sambil berjalan menuju dapur


"Ada apa pak?" Tanya syifa pada Fardhan yang sudah duduk


"nganterin motor kamu" ucap Fardhan


Syifa sedikit kebingungan dengan ucapan Fardhan


"aku yang bawa kesini, habis dari sini aku mau meeting nanti naik taxi aja... kamu udah Baikan?" tanya Fardhan mengingat biru di paha Syifa


"membaik tapi masih nyeri sih..." Kata Syifa jujur


"hemm jangan di paksain kerja, kamu dapet cuti seminggu.. cukup kan?" kata Fardhan meyakinkan


Syifa mengangguk..


"Hemm Pak, Tiara masuk?" Tanya syifa mengingat Tiara belum bisa di hubungi


"enggak.. kasian noh anwar sendirian, kamu sama Tiara harus kasih konpensasi ke dia" ucap Fardhan meledek


"ah gampil beliin aja dia bakso,, eh tapi kenapa ya Tiara ga masuk lagi? ponselnya juga gak aktiv" kata Syifa khawatir


"Dia baik baik aja, udah aku liat pake mata batin aku tadi" kata Fardhan dengan gaya nyelenehnya


"wah sakit yaa Bapak?" kata Syifa heran


"enggak... Eh iyaaaa aku lupa... hemm ada gunting ga?" tanya Fardhan seketika ia ingat dengan parcel yang masih duduk manis di atas motor syifa


Syifa mengangguk..


"buat Apa?" tanya Syifa bingung


"pinjam aja"


"aku ambilin" Kata syifa berusaha berdiri


"ehhhh jangan, sakit kan?" kata Fardhan menahan syifa karena melihat syifa meringis


"aku bisa kok jalan pelan-pelan, bangunnya aja memang agak susah" kata Syifa dan ia benar-benar berjalan pelahan menuju dapur mengambil gunting, di ikuti oleh fardhan...


ibunda Syifa yang sedang memasak makan siang sambil membuatkan jus jeruk untuk Fardhan sedikit heran karena Syifa meminta gunting...


"aku kedepan bentar" Kata Fardhan sambil melangkah keluar


Syifa yang penasaran pun membututi...


sampai di teras, Syifa kaget melihat parsel yang Sedang fardhan lepaskan dari ikatan tali pelastik...


"hahaha buat apaan itu" kata Syifa terkekeh


"buat kamu" kata fardhan


"haha gilaaa itu parcel apaan gede banget, padet gitu" kaata Syifa tertawa melihat farhdhan keberatan membawa parcel buah tersebut


"bawel.... berat nii, bisa kentut gue nahan berat ni parcel" kata Fardhan kesal


"Jooorookkk" kata Syifa buru-buru menutup hidungnya dengan tangannya


"yaudah bawa masuk sana" ucap Syifa sambil terkekeh melihat Fardhan membawa parcel buah tersebut


Ibunda Syifa hanya menggelengkan kepala melihat banayknya buah dalam parcel tersebut..


Tak lama karena masakan makan siang telah matang, mereka makan bersama sebelum Fardhan pergi menemui klien bersama Barry...


*****************


Cus Donk


Like


komen


vote

__ADS_1


hehehehehe


__ADS_2