Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Bentuk Cinta


__ADS_3

Warning!! Latar berubah-ubah, kalian bacanya harus focus ya! Happy Reading!


😊😊😊😊


***


Setelah Dua Jam menempuh perjalanan, mereka Tiba di Rumah sakit..


Tubuh Syifa sangat panas, namun di bagian telapak tangan maupun kaki terasa sangat Dingin.. Tak lepas Fardhan memeluk erat Syifa, begitu juga syifa yang tingginya hanya se Bahu Fardhan, sangat nyaman berada dalam dekapan Fardhan...


Dokter IGD segera memeriksa Syifa dan memberi Obat penurun panas lewat du*ur..


Tensinya juga sangat drop, dipastikan Syifa kurang minum juga kurang asupan..


Saat di kediaman pak Rw Syifa memang enggan makan, ia hanya meneguk teh manis itu pun membuatnya mual..


Fardhan menunggu di luar bersama Barry..


Tak lupa Barry memberi kabar kekasihnya yang sedari tadi sudah memberi keramaian pada ponselnya..


"Keluarga pasien Asyifa" Kata Seorang suster


"Saya sust, bagaimana keadaanya"


"Silakan masuk pak, dokter mau bicara" Kata seorang suster..


Fardhan masuk di temani Barry, wajahnya sangat tegang, dan sangat serius.. tak nampak lagi wajah selengean Fardhan kala itu...


Tepat di hadapan Syifa berbaring..


"dengan siapanya pasien?"


"Saya calon suaminya dok" Ucap Fardhan


"Orang tuanya dalam perjalanan" sambungnya


"Baik bisa di jelaskan kenapa pasien bisa demam Tinggi, dehidrasi, serta luka di pipi?" kata Dokter perempuan


Fardhan menatap Barry, lalu Barry memberi anggukan seraya mempersilakan Fardhan untuk berkata jujur...


Akhirnya Fardhan menceritakan kejadian tersebut sedetail mungkin, sesuai dengan cerita Syifa sebelum Tak sadarkan diri..


"Baik, saya ikut prihatin akan musibah ini... hem saya sarankan agar pasien bisa rawat inap, saya khawatir luka di pipinya juga bisa jadi infeksi" kata dokter


"Saya setuju dok, berikan yang terbaik" Kata Fardhan lirih


"baik, akan saya akan jadwalkan dokter kulit agar membantu pemulihan luka nya supaya ga ada bekas yaa" kata Dokter tersebut


"Baik dok terimakasih"


"sama-sama pak.. kalo begitu saya pamit mau periksa yang lain, nanti akan di arahkan oleh suster ya" Kata Dokter itu


"Sust di bantu ya" kata Dokter pada suster..


Satu Jam kemudian, Syifa sudah berada di kamar Rawat inap, Fardha berada di sampingnya memegangi Tangan Syifa menyatukannya dengan keningnya dengan posisi kepala tertunduk..


Tak lama, Bunda datang dengan Tiara juga Risa.. Mata Bunda sudah membengkak merah, tak henti menangisi anak perempuannya mendapatkan musibah di luar dugaan...


Melihat Luka di Wajahnya Bunda semakin lemas, namun sedikit tenang melihat perhatian lelaki yang tengah tertidur di samping anaknya yang tengah berbaring...


Bunda pun keluar ruangan sambil menarik Barry.. di ikuti oleh Risa juga Tiara..


Sewajarnya seorang Ibu, Bunda menanyakan semua kronologis yang terjadi pada anaknya.. Dengan Tenang dan jelas Barry menceritakan kejadian itu...

__ADS_1


"Bunda Harus kabari Ayah..." Ucap Bunda


"Bunda Baiknya besok aja, takutnya ayah panik dan buru-buru kesini, ini sudah malam" Kata Tiara


"Iya kamu bener sayang.." kata Bunda menghela nafas,,


Dari pagi Bunda menahan semuanya sendiri, untuk mengabari suaminya yang bekerja di Bogor pun tidak.. Ayah Syifa merupakan seorang Lawyer yang memiliki kantor di Bogor.. menurutnya peluang di bogor lebih besar dari pada di Jakarta, dan hal itu benar terjadi pada Diri Ayah..


******


Ke esokan Harinya,


Di Perusahaan Atmaja..


"Bodoh!! Apa dia sehebat itu sampai kalian tidak bisa melacaknya?" Kata Barry dengan nada tinggi nya


"Dia bukan hebat Tuan, tapi dia licik.." Kata orang suruhan Barry


"Dia merubah identitasnya saat ia mengontrak, ia juga menggunakan cadar hingga orang di sekitar tidak tau wajahnya"


"yang jelas dia perempuan Tuan" Kata Pria bertubuh tinggi besar


Barry memijit keningnya, mengapa sangat sulit menguak pelaku ini..


"Keluarlah, lanjutkan pelacakan ini" Kata Barry dingin


"Baik Tuan permisi"!Kata Dua pria kekar


Kedua pria itu keluar, dengan cepat Sarah menuju ruangan Barry karena ada Tamu yang menunggunya..


"Pak, ada tamu dari D'SaNa Project .. katanya Bapak yang suruh datang hari ini" Ucap Sarah sedikit gugup


"Oh iya.. dimana mereka" Tanya Barry


"Di ruang meeting Pak" ucap Sarah


****


"Barry"


"Nadya"


mereka saling berjabat dan menyebutkan nama masing-masing..


"Oke baik pak, langsung saja.. jadi konsep apa yang bapak inginkan" Ucap Nadya dengan pulpen dan notebook di tangannya...


Barry menjelaskan apa yang ada di pikiranya, dengan cekatan Nadya mengarahkan ke kanan dan kekiri hingga menghasilkan sebuah sketsa mentah..


"Baik pak untuk sketsa matang akan saya kirim, akan saya kasih dua atau tiga pilihan ya pak" Ucap Nadya


"oh iya Bapak dealnya tanah yang dimana?" Tanya Nadya menegaskan


"yang hook aja" Kata Barry singkat


"Oke baik" kata Nadya


"Jadi kita sudahi saja pak untuk hari ini, Saya sangat berterimakasih atas kepercayaan bapak" sambung Nadya


"Sama-Sama.. " Ucap Barry berjabat tangan dengan Nadya..


******


Senentara Itu, Di Rumah sakit..

__ADS_1


"Bunda mana sayang?" Tany Asyifa


"Bunda pulang, ambil baju kamu sekalian bunda ganti baju... kamu butuh sesuatu?" Tanya Fardhan


Syifa menggeleng..


"Maaf merepotkan" Kata Syifa tertunduk


"Siapa?" Tanya Fardhan


"Aku"


"Kenapa aku?" Tanya BaLik Fardhan


"Iiiiihh Ngeselin!" Kata Syifs memalingkan wajahnya


"Aduh-aduh gemesinn" Kata Fardhan mencolek dagu Syifa


"Rambut warna warni bagai Gulali" sambil menyentuh rambut syifa


"Imut lucu walau tak terlalu tinggi" sambil menyetarakan dirinya dengan telapak tangan Fardhan


"Pipi chuby dan Kulit putih" Fardhan mencubit pelan pipi kanan Syifa..Syifa pun Tersenyum tersipu malu...


"Senyum manis gigi kelinci" Lanjut Fardhan saat Syifa tersenyum lebar


"Membuatku tersadar, bentuk cinta ituuuu?? yaa kamu!" Fardhan menujuk Syifa membuat Syifa semakin tersipu malu, lalu dengan cepat Fardhan memeluknyaa...


"So sweeett" Kata Syifa dalam pelukan Fardhan


"Cepet sehat sayang, Aku bener-bener gak berdaya kamu sakit"bKata Fardhan masih memeluk Syifa yang duduk di atas tempat tidurmya sementara Fsrdhan berdiri di sisinya


"Aku cepet sehat kalo dokter pribadinya macem kamu gini" Kata Syifa terkekeh membuat Fardhan juga terkekeh...


"mulai bisa ngegombal yaaa!!" kata Fardhan melepas pelukan itu lalu mencolek hidung Syifa


"Kan kamu yang nularin" Kata Syifa tertawa


"Pinter yaa ngeles nya" Kata Fardhan mencubit pipi kanan Syifaa


"Awww sakit tauuuu" keluh Syifaa


Fardhan mengusapnya, lalu Cups! Fardhan mengecup pipi yang ia cubit tadi..


Seketika Syifa tersipu malu..


"Fardhan... ini kalo ninggalin bekas gimana??" Kata syifs sedih sambil memegang pipi kirinya yang di balut sebuah kasa dan plester


"Dokter bilang gak ninggalin bekas, paling cuma warna kulit yang bebeda, tapi lama-lama warna nya akan sama lagi" Kata Fardhan menatap Syifa


"Aku juga ga masalahin soal bekas luka itu kok, yang penting hati kita!" Kata Fardhan meraih kedua tangan Syifa


Syifa pun tersenyum


"makasih...."


"kembali kasih sayangku" Ucap Fardhan kembali memeluk Syifa


pelukannya, hangat, nyaman, tenang...


ternyata benar... ini Bentuk Cinta!


*****

__ADS_1


Done yaa E M P A T eps!


Yuk Like nya, komen dan Vote nya donkk heheheπŸ˜„πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2