Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Ketahuan


__ADS_3

Satu Bulan Berlalu


Tiara benar-benar bosan berada dirumah, tapi ia memang tidak mampu keluar rumah saat matahari menerangi bumi, karena ia akan merasakan pusing,dan mual berkepanjangan..


Akhir pekan mereka biasa gunakan hanya untuk berbincang dan berkumpul dirumah Atmaja...Namun sepertinya Weeknd kali ini berbeda, Tiara merasa ingin sekali pergi ke mall...


"Mas... ke mall yuu bosen" katanya Lirih


"kalo mual pusing gimana? aku ga tega liatnya" kata Barry


"yaa ini sudah sore, semoga aja engga mas" kata Tiara meyakinkan


"yaudah kita dinner di mall, kita bersiap yaa" kata Barry dengan semangatnya juga


"Asyikkk" kata Tiara kegirangan


****


Tiara dan Barry menuruni tangga, di ruang keluarga ada Syifa, ibu Erna juga Risa...


"Kakak ipar cantik banget mau kemana??"


"iya sayang cantik banget sih"


"Suaminya ganteng masa isterinya ga cantik" celetuk Barry


membuat semuanya terkekeh


"mau nge mall mah, kayaknya butuh refreshing aku" kata Tiara


"Mama ikut dong" celetuk ibu Erna


"ganggu aja nenek" kata Barry


"eh bilang apa tadi!" kata Ibu Erna kesal


"nenek? kan mama mau jadi nenek" kata Barry mengeles


"mama gamau di panggil nenek, mama masih muda, jadi mama punya panggilan khusus nanti.. "


"boleh yaa mama ikut" kata Ibu Erna

__ADS_1


"boleh mahh, Ris , Syifa, ayo ikut biar rameee" kata Tiara dengan semangat


"mau ngemall apa mau ngebesan si" kata Barry kesal


"kenapa si mas, huh..." kata Tiara kesal


"aku engga ikut, aku sama Fardhan mau dinner di luar nanti..." kata Syifa


"Aku juga engga ikut, mau malam mingguan jarak jauh" kata Risa dengan pede nya


"yaudah mama siap-siap sana, jangan lama-lama" Titah Barry


Ibu Erna bergegas masuk dan mempersiapkan diri...


"kamu hamil tapi masih singset gini yaa Ti" kata Syifa


"Aku ga doyan makan kali ya syif, aku juga worry takut kekurangan gizi, tapi dokter bilang si wajar untuk trimester pertama ini" kata Tiara mengusap perutnya yang belum seberapa buncit itu


Syifa menganggukkan kepalanya...


"doain semoga cepet nular ya" kata Syifa pelan


"kalian kenapa?" Tanya Risa penasaran


"pasti bahas konten dewasa ya?" kata Risa terkekeh membuat kedua Kaka iparnya menahan malu..


Saat bersamaan terdengar teriakan ibu Erna yang sudah siap, membuat Tiara menyusul suaminya yang menunggu di teras...


**


Tiba Di mall, Tiara menggandeng Ibu Erna sementara Barry hanya mengekor kedua wanita itu..


Mereka memutuskan masuk ke tempat make up..


yaahh bulukan deh gue... Batin Barry


Tiara Bak melihat syurga duniawi, ia memilih banyak makeup.. sebelumnya ia tidak sama sekali tergiur dengan makeup yang berlebihan, namun hari ini seolah balas dendam karena banyak menghabiskan waktu dirumah Tiara pun memutuskan membeli beberapa makeup untuk mengisi waktu luangnya di rumah dikala suntuk...


"Sayang bagus ini atau ini" kata Ibu Erna memperlihatkan dua warna lipstik


"dua-duanya aja mah, soalnya dua-duanya bagus" kata Tiara mengambil jalur aman

__ADS_1


"oke" kata Ibu Erna menuruti...


Barry yang merasa bosan sedikit berjalan menelusuri mall, hendak mencari minuman segar...


Namun langkahnya terhenti begitu saja, disebuah stand minuman mangga terkenal ia melihat seseorang yang ia kenal, bahkan sangat ia kenal, dengan langkah pasti Barry menghampiri...


Barry bertolak pinggang di belakang dua anak manusia yang ternyata sangat ia kenal...


"Lagi kasmaran? main pegang-pegang aja tuh tangan" kata Barry membuat dua orang itu menoleh ke arah belakang mereka...


"Barry...."


"Pak Barry..."


"Iya Saya Barry, Barry Atmaja.. kenal???"


kata Barry sinis sambil menyunggingkan bibinya


"Lagi apa Bar? mau beli minuman ya? Aus ya? " Ucap Roy... yaa, laki-laki itu adalah Roy dan satu wanita di sampingnya adalah Sarah, Sekertaris Barry


"ko bisa berduaan disini? jelasin coba!" kata Barry menuntut


" MMM maaf pak ini pak Roy nya yang ngajak-ngajak" kata Sarah ketakutan


"Saya gaperduli selagi itu di luar jam kerja"


"yang saya maksud, kalian berduaan disini, pegangan tangan, apa hubungan kalian?" kata Barry mempertegas pertanyaanya


Roy kemudian menarik Barry menjauh dari Sarah..


"Apaan si Roy, kaya homo lu narik-narik gitu"


"Barr yaa Tuhan, please jangan ganggu kencan gue sama Sarah" kata Roy pelan


"kenapa? lu jangan macem-macem sama dia, kakaknya Sarah polisi, gue juga gak mau cari sekertaris baru dalam waktu Deket..jadi lu ga usah berulah" kata Barry kesal


"gue janji ga macem-macem in ni anak, please lu pegang janji gue kali ini, ni anak beda barr, gue udah lama ga main celap celup sejak lu nikah" kata Roy jujur


"Serah lu deh, Ampe macem-macem gue kulitin abis lo!!" ancam Barry lalu ia pergi begitu saja membuat Roy menghela nafasnya legaaaaa, kini saatnya ia menghadapi pertanyaan yang akan diberikan Sarah..


***

__ADS_1


__ADS_2