
Tiara telah menyelesaikan makan malamnya, makan malam yang hanya di isi oleh tiga wanita cantik di meja makan...
Barry dan Fardhan masih melakukan meeting ya bersama para klien nya..
Tiara naik ke kamarnya untuk mencari ponselnya, mengecek kabar suaminya namun Barry belum juga memberi kabar.. ia kemudia menyalahkan laptopnya sambil berjalan menuju balkon, ia duduk menyilangkan kakinya , hembusan angin malam begitu kuat dan kencang, namun itu malah membawa Tiara dalam sebuah ketenangan tersendiri...
Tiba-tiba Tiara merasa hawa rindu pada sosok yang tak lain adalah Adam..
Tiara memejamkan matanya...
Assalammualaikum Kak Adam...
kaaa, Aku sangat merindukan kak Adam, sosok yang tenang dan hangat.. Kak kamu adalah cinta yang akan tersimpan rapih sampai akhir hayatku... Aku percaya karena cinta mu yang membuat aku kuat, aku yakin kamu juga senang dan tenang melihat aku bahagia... Dia berbeda dengan mu Kak, tapi cintaku padanya kini adalah hidup ku dalam dunia...
Tiara mulai memfokuskan diri pada laptopnya.. hingga satu jam lamanya ia merasa lelah ... Tiara bangkit dan membersihkan dirinya sambil membawa pakaian tidurnya...
Barry pulang sambil membawa sebuah hadiah kecil untuk isterinya.. sampai di kamar ternyata isterinya tengah berada di kamar mandi.. Bergegas Barry meletakkan satu buket bunga mawar di atas Ranjang...
Tak lama Tiara keluar dengan set piyama dengan celana pendek sepaha nya...
Tiara tersenyum ke arah ranjang, lalu menoleh ke arah sofa dimana suaminya duduk...
Barry melangkah menghampiri Tiara yang telah mencium aroma khas mawar itu.....
"Maaf pulang terlalu malam" kata Barry sambil memeluk isterinya dari belakang
"Apa ini sogokan? hemm"
"bukan, Itu secuil bukti rasa cintaku yang setiap hari semakin bertambah berkali-kali lipat" Kata Barry sambil menghirup aroma wangi leher isterinya
__ADS_1
"terimakasih... hemm kamu sudah makan?" kata Tiara yang sesungguhnya tengah gugup akan ucapan suaminya
"sudah sayang... Aku mandi yaa" kata Barry melepas pelukan isterinya
Tiara mengangguk.. lalu ia meletakka mawar itu kedalam vas bunga dari keramik berwarna merah putih...
Tiara kemudian memoles dirinya dengan rangkaian perawatan kulitnya.. kata-kata nenek selalu membuatnya semakin hari semakin pandai merawat diri, menurut Nenek waktu yang paling penting bagi seorang wanita merawat diri ialah saat mereka sudah menikah... jangan berfikir sudah menikah lalu yaaa apa adanya saja lah, itu salah ya! hehe
Usai memberi nutrisi pada tubuhnya, Barry keluar kamar mandi dengan Bertelanjang dada...
Barry memeluk isterinya dari belakang...
"kangeeennn" kata Barry manja
"Kangen aku atau kangen yang lain?" kata Tiara seolah mengetahui jalan pikiran suaminya itu...
"kangen sama kamu, karena kamu yang menciptakan Rinduku dengan hal lain yang ada di diri kamu" Kata Barry dengan senyum simpul nya ..
Tiara mengerti apa yang di tuntut suaminya, ia juga bukan wanita bodoh yang selalu tak paham atau pura-pura tidak faham atas kode yang suaminya berikan...
Tiara tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Barry...
"kamu memang selalu membuatku rindu sayang" kata Barry pelan sambil mendekatkan kepalanya pada Tiara...
Dua bibir bersatu.. Tiara memang selalu hanyut dengan sikap lembut menuntut suaminya, seolah tak berdaya dengan setiap hal yang di berikan suaminya..
Begitu juga Barry, ia begitu senang jika isterinya semakin lihai dalam melayaninya, memberi kepuasan serta rasa candu tersendiri bagi Barry..
keduanya semakin memanas... Barry merebahkan pelan tubuh isterinya, sambil melepas satu persatu kancing piyama isterinya..
__ADS_1
"kamu ga capek mas?" Tanya Tiara meski diirnya juga tengah merasakan sensasi yang harus di tuntaskan
"bagaimana bisa aku capek jika ini sudah menjadi Candu bagiku???? dau atau tiga aku sanggup sayang" kata Barry dengan suara seraknya..
Tiara merasa malu sendiri akan ucapan Barry...
Barry kembali melancarkan aksinya, dalam redupnya lampu tidur, aroma mawar yang begitu membuat rasa relax pada diri membuat keduanya semakin memanas...
Andai saja Barry tidak memasang alat kedap suara di kamarnya, mungkin suara keduanya sudah mengguncangkan seisi rumah..
Setelah cukup lama mereka melancarkan aksi nya, mereka sama-sama mencapai pelepasan kenikmatan...
Barry tumbang di samping tubuh isterinya, ia memberi kecupan pada kening Tiara..
"kita istirahat dulu, aku masih mau" bisik Barry pelan membuat Tiara membulatkan matanya..
Meski Tiara sudah paham dengan kebiasaan nambah suaminya tapi Tiara selalu merasa malu akan ucapan itu...
Malam semakin larut.. benar saja, lagi-lagi Barry kembali melancarkan aksinya sampai mereka benar-benar bermandikan keringat malam.... Setelah mencapai puncaknya, Barry dan Tiara tumbang lalu terlelap dalam tidurnya di balik selimut tebal dalam kondisi sama-sama terbebas dari pakaian...
*****
harendang harendang harendang,, panas panas panasss hahaha
Kurang panas yaa? biarin yaaa,. Author ga enak nulisnya, lagi lebaran gini hahahaha
Btw Setuju yaaa ciwik-ciwik kalo sudah menikah itu adalah hal yang paling sulit untuk merawat diri, jangan sampe godaan di luar sana bener-bener berada di atas level kita hehehehe
saran Author bagi ciwik-ciwik yang sudah menikah, rutin minum Jamu turun temurun keluarga Author hihiiii karena Author udah buktiin sendiri bikin suami kelepek kelepek wkwkwkwkwkwkwkwkw
__ADS_1