Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Melepas Rindu


__ADS_3

Tiba Di Soekarno Hatta


Mereka mampir ke sebuah kedai kopi terkenal berlodo puteri duyung dengan dua ekor..


Mereka memesan sesuai ke inginan mereka masing-masing..


Saat Itu ponsel Risa berdering menandakan panggilan masuk, Risa sedikit menjauh dari Tiara, usai menutup sambungan Telfonya..


"Ti.. aku harus ke Rumah Sakit, Ada Pasien ku yang Tiba-tiba depresi berat dari semalam.." Kata Risa


"loh yaudah bareng aku drop kamu di Rs, Jono udah nunggu kita di parkiran Ris" kata Tiara


"Aku naik taxi aja Tii kasian kamu capek nanti, tapi aku titip koper ya" Kata Risa dengan penolakannya


"Baiklah.. ini greantea kamu, hati-hati.. kabari aku segera kalo udah sampe" kata Tiara yang melihat sedikit kepanikan di wajah Risa..


"oke Bye, kamu juga hati-hati ya" kata Risa


**


Tiara berjalan mendorong dua koper di setial tangannya, di tambah sebuah paperbag kopi yang ia pesan untuknya juga joni..


Dirumah pasti sepi , aku ke kantor mas Barry aja deh..


Tiara masuk kedalam mobil sementara Joni memasukan dua koper kedalam bagasi


"Diminum tuh jon kopinya" kata Tiara pada Joni yang baru masuk ke dalam kursi kemudi


"iya makasih Nyonya.." kata Joni


"Kita ga kerumah yaa, ke kantor aja" kata Tiara kemudian Joni mengangguk...


Sekitar satu jam perjalanan..


Tiara Tiba di Kantor Barry, menurut Syifa barry masih Merting di ruangan meeting bersama Fardhan...


Tiara melangkah menebar senyum, kini karyawan lain memperlakukan Tiara benar-benar seperti mereka memperlakukan Barry..

__ADS_1


Karena Barry masih Rapat ia menyempatkan diri menghampiri Syifa..


"Assalammualaikummm...." Ucap Tiara masuk keruangan dimana dulu ia bekerja...


"Tiiiiii" sapa Syifa histeris


"Kangennn" kata keduanya saling berpelukan


Anwar hanya menggelengkan kepala menatap keduanya..


"apa kabar Bang" tegur Tiara kepada Anwar..


"Gak baik, krjaan kita 2 kali lebih berat" ledek Anwar


"haha emang belum ada pengganti ya?" Kata tiara melihat kursi kerjanya masih kosong


"belum mungkin awal bulan" Kata Syifa..


Mereka akhirnya berbincang sekitar 15 menit, lalu Tiara memutuskan menuju ruangan suaminya mengingat ini masih jam kantor dan tak mungkin rasanya jika terlalu la.a me ganggu Syifa juga Anwar..


"Tiara, panggil Tiara aja" kata Tiara


"ibu Peri, yaa Allah makin cakep aja" kata Pras kemudian menghampiri Tiara..


"Ada yang ingin aku bicarakan" bisik pras membuat Sarah mengerutkan keningnya


"Sarah, aku masuk yaa.. " kata Tiara


"eh Silakan Tapi Pak Barry masih rapat"


" Iya gapapa" kata Tiara berjalan lalu menoleh


"Pras ikut aku, ada yang mau aku bicarakan" ucap Tiara seolah ia yang i gin membicarakan sesuatu..


Namun saat Pras melangkah, Barry keluar dari ruangannya bersama beberapa klien.. Mata Barry tertuju pada perempua yang berada di bibir pintu ruangannya...Tentu Barry,fardhan dan dua klien nya harus melewati ruangan Barry menuju Lift..


"Wah pak ada sidak sepertinya" ucap Salah satu klien yang mengenali Tiara, Toara tentu menebar senyumnya sementara Pras mundur ke arah meja kerjanya..

__ADS_1


"Ah iya pak" kata Barry malu-malu sementra Fardhan hanya terkekeh pelan


"Apa kabar nyonya Atmaja" kata klien tersebut yang usaianya sekitar 45 tahun


"Kabar baik pak" Jawab Tiara Sopan, sementara Barry sudah berada di samping isterinya


"Isteri saya itu kagum sama isteri pak Barry waktu wedding kemarin, katanya bagus banget makeupnya pengantinya cantik, tapi dia salah nampaknya, ini tanpa makeup lengkap pun sangat cantik loh isteri pak Barry" Ujar nya memuji Tiara


Di lubuk hatinya ada rasa kesal karena ada pria lain yang memuji isterinya, namun nampaknya itu hanya perasaan yang wajar dan tak perlu Barry permasalahkan, mengingat mliennya itu sudsh cukup usia..


"Bapak bisa saja, terimakasih pujiannya.. salam hormat saya untuk isteri" Ucap Barry


"Baik kalo begitu saya permisi apak Barry, Nyonya, Pak Fardhan" ksta pria itu menyalami satu persatu


usai Klien itu pergi, Fardhan juga kembali keruangannya agar bersiap untuk makan siang bersama Syifa..


Barry dan Tiara masuk ke dalam ruangan Barry..


"hampir aku jantungan liat kamu kesini" Kata Barry memeluk isterinya


"takut kepergok lagi sama perempuan lain ya?" kata Tiara meledek


"enak aja, mana ada begituu" Kata Barry semakin erat memeluk Tiara


"Aku gabisa nafa nii" protes Tiara


"ahh biar begini dulu sebentar aku mau melepas rinduku sedikit demi sedikit" Kata Barry dengan manjanya kemudian Tiara hanya bisa Pasrah menerima pelukan hangat itu...


****


Likes


Komen


Voteeee


hihiiii

__ADS_1


__ADS_2