Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Gara-gara AMEL


__ADS_3

Hari terus berganti... kini Tiara sudah merasa lebih baik setelah dua hari beristirahat dirumah...


Pagi ini Tiara akan berangkat ke kantor menggunakan ojeg online...


"terimakasih pak" kata Tiara yang baru turun dari ojegnya dan membayarnya


Langkah kaki Tiara membawanya masuk kedalam perushaaan dan menuju ke ruangannya...


aku yang kepagian atau mereka yang kesiangan yaaa...


kata Tiara dalam hatinya mendapati ruangannya masih sepi, dan meja Andin juga terlihat masih kosong...


Tiara akhirnya memulai pkerjaanya yang belum rampung sejak hari jumat lalu...


Ponsel Tiara berbunyi menndakan pesan masuk...


Syifa: tiara maaf aku gak masuk, aku anter nenekku pulang ke Malang kemarin, hari ini baru otw Jakarta... selamat bekerja, semanggat!!!


"pantes aja dia belum datang" kata Tiara pelan


"siapa hayoooo yang belum datang" kata Anwar mengagetkan Tiara


"Huh! kamu kenapa si dateng kaya setan gitu, ngagetin aku!" kata Tiara sambil mengusap dadanya


"hahaha maaf maaf kamu lagian ngomong sendiri" ledek Anwar


"aku ngomong sama pesannya Syifa, dia ga masuk hari ini" kata Tiara


"iya dia juga chat aku nii" kata Anwar memperlihatkan ponselnya.


Mereka akhirnya melanjutkan pekrjaan masing-masing...


Hingga jam makan siang...


"makan yu Ti..." ajak Anwar


"duluan aja, aku masih nangung..."kata Tiara yang menatap Pc nya


"yakin? apa mau aku beliin aja?" tanya Anwar


"boleh deh, hemm ayam geprek ya" kata Tiara mengeluarkan dompetnya


belum sempat Tiara memberikan isi dompetnya Anwar sudah pergi...


dasar anwar...


kata Tiara dalam hati...


Tiara melanjutkan pekerjaanya itu, memang ada rasa sedikit malas karena tidak ada Syifa, sementara Andin membawa bekal dari rumah...


Pintu ruangan Tiara terbuka, Tiara memandang pintu ruangan yang terbuka perlahan itu...


"hay... kamu udah enakan?" kata Fardhan yang masih berada di bibir pintu sengan pintu yangs setengah terbuka


"eh bapak... udah baikkan pak..." kata Tiara agak sedikit Heran...


"ga makan siang?" kata Fardan..


"udah nitip temen pak, saya makan di ruangan aja" kata Tiara


"ngapain disini?" suara yang tak asing bagi Fardhan


Fardhan pun menoleh, mendapati Barry berdiri sambil memasukkan tangannya ke saku celana


"eh Bos... " kat Fardhan

__ADS_1


Di dalam ruangan Tiara hanya tertawa kecil melihat Fardhan yang kaget melihat Barry..


"minggirr" kata Barry singkat, namun bukannya Fardan menghindar ke luar malah ke dalam... Barry melangkahkan kakinya ke arah bibir pintu...


"udah sehat?" kata Barry pada Tiara


"sudah pak, makasih bantuan nya kemarin" kata Tiara


"gak makan?" tanya Barry


"udah pesen pak, makan disini.. pekerjaanya lagi banyak" kata Tiara


"oh jangan sampe sakit lagi, apalagi sakit disini... bikin repot nanti" kata Barry ketus, lalu meninggalkan Tiara dan Fardhan...


"eh jangan masukin ke hati yaa omongan Bos" kata Fardhan yang merasa tidak enak


"iya enggak papa kok, tenang aja pak" kata Tiara


"saya permisi keruangan Bos yaa" kata Fardhan..


"silakan pak..." kata Tiara...


Tiara melanjutkan pekerjaannya..


Tiara juga memakan makan siangnya di dalam ruangan di selah pekerjaannya..


Setelah satu berkas selesai Tiara menyerahkan ke pada Andin..


"mbak ini sudah selesai..." kata Tiara sopan


"eh ini langsung ke bos aja, soalnya kalo anggaran begini biasanya langsung ke Bos ga lewat aku, kecuali bos pesen gamau di ganggu" kata Andin beralasan, karena Barry sudah berpesan padanya agar Tiara mengantarkan berkas langsung pada nya...


"oh gitu ya mbak...yaudah deh, misi ya mbak" kata Tiara


*males sebenrnya ketemu orang jutek kaya dia..


"masuk" terdengar suara itu oleh Tiara maka Tiara langsung melangkahkan kakinya kedalam...


"misi pak, maaf menganggu ini rincian dana angaran dari hasil rapat hari jumat kemarin" kata Tiara sopan..


Barry mengambil Map itu, dan membacanya dengan teliti...


"bagus.. kirim juga ke email Fardhan, dan Andin" Kata Barry..


"baik pak, kalo begitu saya permisi" kata Tiara


Barry hanya berdehem seolah mengiyakan...


Saat Tiara hendak membuka pintu Kaca ruangan Barry tiba-tiba ia mendapat dorongan dari luar... dengan sangat menyakitkan ujung kaca bagian daun pintu menghantam kening Tiara


"aaaakkhhh" keluh Tiara Sambil melangkah mundur..Reflek Barry memegang tubuh Tiara


"Sayang kamu apa-apaan si" kata Amel melihat Barry memengang bahu belakang Tiara


"aa..aku ga sengaja sayang, reflek gitu aja.." kata Barry melepas tubuh Tiara, Tiara pun menggeliat merasakak sakit pada keningnya..


"dasar cewek ganjen, kegirangan ya Lo di pegang-pegang Bos lo?" kata Amel kasar


Tiara masih memeganggi keningnya itu, ada rasa sakit juga perih..


"maaf mbak saya ga ada maksud" kata Tiara pelan


"halah cewek macem lo mah emang selalu begitu jawabannya" kata Amel kesal


"sudah sayang, aku yang gak sengaja, kamu juga kenapa dorong pintu kenceng-kenceng dia jadi kejedot" kata Barry pada Amel...

__ADS_1


"kok kamu jadi nyalahin aku?" kata Amel kesal..


"maaf pak, mbak saya permisi, saya minta maaf sekali lagi mbak" kata Tiara keluar ruangan itu sambil memegangi kepalanya...


"Tiara kamu kenapa?" tanya Andin melihat kening Tiara memar dan sedikit membengkak


"gapap mbak, aku balik ruangan dulu yaa" Kata Tiara


mak lampir dateng, Tiara di dalem.. akh ini pasti ulah mak lampir...


kata Andin dalam hati...


Tiara melangkah kan kaki nya masuk keruangan... Anwar mengetahui kehadiran Tiara namun tidak menoleh ke arah Tiara..


Tiara masih merasakan berdenyutnya kening itu...


tak lama kemudian, Andin datang membawa mangkuk berisi air hangat dan sapu tangan miliknya... saat itu Pula Anwar tersadar akan luka Tiara itu...Dengan sedikit memaksa Andin mulai mengompres luka Tiara...


"mbak gapapa disini? nanti bos marah loh" kata Tiara sambil merinngis saat sapu tangan hangat itu menempel di kening Tiara


"Bos pergi sama mak lampir, padahal bentar lagi ada tamu dateng tapi se enak nya aja dia nyuruh pak Fardhan gantiin" kata Andin ngomel...


"oh gitu... ya namanua Bos mbak" kata Tiara


"eh kamu di apain emng sama pacar bos?" kata Andin penasaran..


"gak di apa apain.. cuma aku aja yang kejedot ujung pintu.." kata tiara menjelaskan


"oh kirain di ketok sama dia" kata Andin kemudian Tira menggeleng...


Dilokasi lain...


kenapa gue jadi mikirin Tiara ya, maana dia baru sehat, terus jidat nya udah ke hantam pintu...


Dalam hati Barry...


Barry pun yang sedang menuruti permintaan Amel untuk pergi berbelanja merasa pikirannya selalu ada bayang Tiara.


cukup lama Barry dan Amel pergi sampai hari gelap...


Setelah Selesai makan malam di Mall barry memutuskan pulang, dengan mengantar Amel kerumahnya lebih dulu...


Karena merasa lelah, Barry langsung menuju rumahnya tanpa mampir ke rumah Amel...


"Jam berapa ini Barry?" tanya Bu Erna tegas mendapati Anaknya baru pulang


"jam 9 mah" kata Barry


"mama sudah bilang, jauhi Amel, apa yang kmu lihat dari Amel? dia cuma Selebgram endorsan Barry!!! berapa banyak uang yang kamu keluarkan setiap dia ngambek? hah?" kata Ibu Erna yang sangat kesal kala itu...


"udah mah udah..." Kata Risa menenangkan Ibunda nya...


"Diam kamu Risa!!!! kakak kamu ini harus nya Berfikir.. mau sampai kapan dia di bodohi wanita itu, hah?! apa kamu mau Barry lihat mama mati karena selalu naik darah kalo kamu sama Wanita itu" kata ibu Erna yang mulai bergetar nada bicaranya


"mah......" kata Barry ingin bicara sesuatu


"jangan kamu pikir mama gatau semuanya bar!! apa kamu mau harta peninggalan papa ini jatuh ke dia? apa kamu mau hah?" kata Ibu Ernah yang mulai menitihkan air mata...


Setiap perdebatan ini Barry hanya terdiam sedikit merenung namun tak bisa berbuat apa-apa... hingga ibu Erna sudah sedikit tenang maka Barry akan pergi ke kamarnya...


****


***


**

__ADS_1


*


__ADS_2